<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625662722974914301</id><updated>2011-07-08T07:33:13.056+07:00</updated><category term='Ekonomi'/><category term='Aliran dan Paham'/><category term='Hadits'/><category term='Sejarah'/><category term='Punyaqu - Belum Edit'/><category term='Jurnalistik'/><category term='Kristologi'/><category term='Ushul Fiqh'/><category term='Fiqh'/><category term='Hukum Indonesia'/><category term='hukum Islam'/><category term='Nanggroe A C E H'/><category term='Tafsir dan ulumul Quran'/><category term='hukum dan politik barat'/><title type='text'>AccessGranted Blog....!</title><subtitle type='html'>disini kita akan berbagi pengalaman dan pengetahuan seputar apa yang saya, anda dan kita ketahui



note : untuk sementara semua isi blog ini merupakan hasil copy paste dulu, insya Allah awal bulan 8 Fq akan mencoba mulai berkarya.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ranteputoh.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Furqan Ar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11186773398525204662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_oTdULbiX1cs/SiZR9UtU4OI/AAAAAAAAACU/w8JK1dr5yco/S220/wtgfeytdhgfhggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>27</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625662722974914301.post-7345011732220446474</id><published>2010-03-18T19:46:00.001+07:00</published><updated>2010-03-18T19:46:31.741+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Punyaqu - Belum Edit'/><title type='text'></title><content type='html'>Nasib Saudaraku di Xianjiang&lt;br /&gt;Oleh : Furqan Ar-Rasyid*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tentara Cina melepaskan tembakan ke sekelompok muslim Ughur di pinggiran Kota Urumqi, provinsi Xianjiang. Muslim Uighur yang ditahan dalam kerusuhan juga dilarang menjalankan puasa, mereka yang tetap berpuasa akan dipaksa menelan makanan dan minuman sambil menerima hinaan karena perlawanan mereka".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu hati kita akan terenyuh setiap kali membaca berita pembantaian kaum muslimin, seperti halnya salah satu lead berita di atas, setiap hari selalu saja ada kekerasan terhadap kaum muslimin atau aksi-aksi menuding islam sebagai agama teroris, tak hanya di belahan timur tengah, kejadian seperti ini terus saja terjadi di belahan bumi manapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh kuasa Allah SWT., dengan kalamnya mampu mendeskripsikan penolakan kaum Yahudi dan Nasrani akan kebangkitan dan kejayaan islam di muka bumi ini, dari dahulu, sekarang dan akan datang, Sangat jelas terpampang dalam sebuah firman-Nya :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu sehingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kilas balik&lt;br /&gt;Cina adalah wajah baru Israel, begitu kebanyakan orang menyebutnya, layaknya Israel yang membantai kaum muslimin di Palestina, Cina juga melakukan hal yang sama. Sebuah pembantaian massal yang dilakukan Cina terhadap muslim Uighur sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah Cina yang diskriminatif, mengakibatkan 156 orang tewas, 1434 ditahan dan lebih dari 1.000 lainnya terluka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersebutlah, Ibu kota Xinjiang, Urumqi, terus bergejolak. Umat islam etnis Uighur di sana masih terus terancam hidupnya. Terlebih, setelah aparat keamanan Cina membantai mereka, kini giliran ribuan etnis Han (etnis mayoritas yang di-anak emas-kan), yang sengaja dimukimkan pemerintah Cina di wilayah Xinjiang, turun ke jalan-jalan di Urumqi untuk memburu warga muslim yang tak berdaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslim Uighur adalah warga muslim Cina yang menggunakan bahasa Turki. Jumlah mereka di wilayah Xinjiang sekitar delapan juta jiwa dan kerap mengalami tindakan sewenang-wenang dan diskriminasi dari pemerintah Cina. Pemerintah Cina menuding kelompok separatis muslim Uighur yang ingin memisahkan diri dari Cina telah menyusun rencana untuk mengganggu pelaksanaan olimpiade di Beijing. Namun kelompok-kelompok organisasi hak asasi manusia menyatakan pemerintah Cina terlalu berlebihan dalam menyikapi hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas apa faktor yang melatar-belakangi pembantaian terhadap muslim minoritas di Xianjiang ini, yang jelas perbuatan Cina ini telah mengundang kemarahan dari umat islam sedunia. Pemerintah Cina terus berusaha menghapus identitas islam di Xianjiang. Cina juga menyerukan penghapusan ritual keislaman. Muslim juga dilarang untuk mempelajari segala hal oleh Arab, Turki dan Persia. Diskriminasi juga terjadi di bidang ekonomi. Wilayah Xinjiang yang sebenarnya sangat kaya, memasok lebih dari 40 persen cadangan energi (minyak, gas dan batubara) Cina, tapi rakyatnya hidup dalam kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelanggaran HAM&lt;br /&gt;Utusan PBB untuk kasus penyiksaan, Manfred Nowak, dalam kunjungannya 12 hari ke Xianjiang dan Tibet, menyatakan bahwa praktek-praktek pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) masih marak terjadi di Cina walaupun pelanggaran HAM itu secara resmi sudah dilarang di Cina. Pernyataannya diperkuat oleh investigasinya yang terkesan dihalang-halangi oleh para pejabat setempat yang memantau wawancaranya dengan para keluarga narapidana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis hukuman pada Abad pertengahan seperti hukuman gantung, dirajam dan dipotong-potong sudah tidak ada lagi di dunia. Namun, ada laporan bahwa metode penyiksaan tersebut kini masih digunakan pada sejumlah tahanan politik di Cina, dan diperkirakan kebanyakan korbannya masih hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menutup Mesjid&lt;br /&gt;"Tidak ada pelaksanaan salat Jumat", begitulah keputusan pemerintah Cina ketika muslim Uighur bersikeras untuk salat jumat di mesjid, namun di tengah-tengah larangan ke mesjid, sejumlah mesjid di kawasan Xinjiang tetap melaksanakan shalat Jumat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, mesjid di kota Urumqi, ditutup untuk pelaksanaan salat jumat dan polisi dikerahkan untuk mencegah kemungkinan terjadinya aksi kerusuhan baru antar etnis yang bersiteru. Sejumlah muslim Uighur mengatakan, mereka telah diperintahkan untuk melaksanakan salat di rumah saja.  Penutupan tempat ibadah itu semata-mata karena alasan keamanan setelah perang etnis meletus; antara muslim Uighur dengan Han Cina. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain kesempatan, pemerintah otoriter Cina di wilayah Xianjiang juga menghancurkan sebuah mesjid, karena mesjid itu menolak memasang umbul-umbul yang menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan olimpiade di Beijing,  tentunya Cina sangat mewaspadai terjadinya kericuhan dan berharap suksesnya penyelenggaran olimpiade Beijing, sebagai wasilah memulihkan nama baik Cina di mata dunia akibat kasus-kasus pelanggaran HAM yang dilakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertahankan komunis &lt;br /&gt;Sudah menjadi prinsip Cina, bahwa sifat dan sikap komunis harus dipertahankan dengan cara apapun, berbagai cara ditempuh agar komunis ini terkesan halal, baik karena kepentingan politik atau karena faktor agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi semakin memanas ketika pemerintah Xianjiang kembali mengeluarkan ultimatum yang tidak adil dan tidak menghormati hak asasi manusia terhadap muslim Uighur. Mereka (muslim Uighur) diancam akan dipecat dari pekerjaannya jika diketahui tidak makan pada jam makan siang, padahal muslim Uighur sedang menjalankan ibadah puasa. Hal itu merupakan bagian dari kebijakan pemerintah Xianjiang untuk memaksa muslim Uighur berhenti melakukan ritual ibadahnya selama bulan suci Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para imam masjid dipaksa untuk berceramah kepada yang lain bahwa puasa adalah aktifitas yang berbahaya bagi kesehatan. Jika tidak, sertifikasi ke-teungku-an mereka akan dicabut. Para pemilik rumah makan muslim-pun dipaksa menandatangani sebuah perjanjian yang menyatakan bahwa rumah makan akan tetap buka dan menjual minuman selama bulan Ramadhan, jika tidak, ijin usahanya akan dicabut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemerosotan ekonomi.&lt;br /&gt;Kejadian Xianjiang beberapa waktu lalu, sepertinya membuat Cina harus berpikir dua kali jika hal serupa kembali terulang, pasalnya Cina semakin khawatir jikalau produk-produknya yang selama ini laku keras di negara islam harus mengalami penurunan yang drastis. Sebut saja Yaman, untuk saat ini sudah membatalkan semua bisnis dengan Cina dan mereka mulai memboikot produk  negara Tirai Bambu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Turki, negara yang paling keras mengkritik pemerintah Cina atas apa yang terjadi di Xinjiang, hal ini lebih dikarenakan Turki mempunyai hubungan budaya dengan Muslim Uighur; dikarenakan Muslim Uighur masih banyak yang menggunakan bahasa Turki. Turki juga menyerukan boikot terhadap produk Cina sebagai protes terhadap aksi kekerasan yang dilakukan pemerintah Cina terhadap muslim Uighur minoritas ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;Apa yang terjadi terhadap muslim Uighur dan aksi-aksi sesudahnya di wilayah Xinjiang, jelas menunjukkan bahwa umat Islam minoritas di manapun, berada dalam kondisi yang memprihatinkan, hidup di bawah tekanan dan penindasan penguasa di wilayah itu. Selebihnya tentang slogan-slogan keadilan, kebebasan beragama dan perlindungan HAM, hanya omong kosong belaka dan tidak berlaku untuk orang islam. Tapi jika non-muslim yang tertekan kebebasan beragamanya, maka barulah nilai-nilai HAM ini diperjuangkan. Wallahu A'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Staf Redaksi&lt;br /&gt;        Dikutip dari berbagai sumber&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625662722974914301-7345011732220446474?l=ranteputoh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ranteputoh.blogspot.com/feeds/7345011732220446474/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2010/03/nasib-saudaraku-di-xianjiang-oleh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/7345011732220446474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/7345011732220446474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2010/03/nasib-saudaraku-di-xianjiang-oleh.html' title=''/><author><name>Furqan Ar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11186773398525204662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_oTdULbiX1cs/SiZR9UtU4OI/AAAAAAAAACU/w8JK1dr5yco/S220/wtgfeytdhgfhggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625662722974914301.post-6508513845428452462</id><published>2010-03-18T19:45:00.001+07:00</published><updated>2010-03-18T19:45:56.512+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Punyaqu - Belum Edit'/><title type='text'></title><content type='html'>Dering HP Misterius!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Desaku ada seorang imam mesjid yang sudah agak tua, umurnya mungkin sekaitar 70 tahunan, walaupun harus berjalan dengan memakai tongkat apabila kemesjid, namun beliau selalu hadir di mesjid tepat waktu dan meng-imam-i jama’ah di desa itu.&lt;br /&gt;Kejadian ini terjadi saat Aku shalat magrib secara berjama’ah di sebuah mesjid, seperti biasanya sesudah iqamat sebelum takbir, sang Imam selalu mengingatkan para jama’ahnya untuk mematikan handphone agar pelaksanaan ibadah tidak terganggu karena dering nada handphone. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Mohon yang punya handphone agar di non-aktifkan”. Kata imam sebelum salat dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu para jamaah segera menon-aktifkan handphone mereka masing-masing, tak terkecuali diriku. Setelah semuanya merasa sudah mematikan handphone nya, mulailah Imam tersebut membalikkan badannya menghadap kiblat untuk salat, namun tiba-tiba jama’ah dan imam dikejutkan dengan bunyi handphone dari seseorang, kembali lagi Sang Imam tadi membalikkan badannya ke a rah jama’ah dengan raut muka yang mungkin agak sedikit kesal karena beliau sudah mengingatkan jama’ah ketika hendak memulai salat tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa lagi ini yang handphone nya masih aktif ?”, serunya&lt;br /&gt;Padahal tadi sudah saya peringatkan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Handphone masih tetap berdering. Para jama’ah saling bertatapan satu sama lain untuk meyakinkan dari mana asal suara dering handphone, bahkan diantara mereka ada yang memeriksa ulang apakah handphone nya sudah mati atau belum. Namun semuanya tetap tenang termasuk diriku, akan tetapi suasana tenang tiba-tiba berubah jadi riuh seketika ketika Aku menyadari ternyata orang-orang sedang memandangiku dengan muka yang agak sedikit masam. Aku baru sadar kalau tanganku yang masih berada di kantong celana menimbulkan kecurigaan dari para jama’ah seolah dering itu berasal dari handphone ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kali ini giliran sang Imam tua tadi yang memandangiku dengan wajah berkerut, seolah belaiau kecewa dengan sikapku karena tidak mendengar amaran nya tadi. Aku pun yang merasa dipojokkan berusaha untuk membela diri, lalu kukeluarkan Hp-ku dari kantong dan ku tunjukkan pada jama’ah dan imam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Ini, sudah saya non-aktifkan !”, sahutku membela diri seraya mengangkat handphone ke atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu suara handphone misterius tadi masih saja berdering&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini giliran Imam yang kena batunya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ pak, coba diperiksa handphone nya, mungkin Hp bapak yang berdering !”, kata salah satu pria yang hadir kala itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“iya, sebentar”. Sahut imam.&lt;br /&gt;Secepatnya sang Imam merogoh kantong celananya dan mengeluarkan Hp-nya.&lt;br /&gt;“Oo…. Iya. Hp saya yang berdering”, Sahut Sang Imam rada-rada malu. Sekaligus Ia meminta maaf kepada para jama’ah yang hadir saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dari shaf belakang, ada yang tertawa cekikikan melihat perangai sang Imam, sementara aku dan jamaah barisan terdepan hanya sanggup menahan tawa dalam hati demi menjaga perasaan sang Imam, apalagi orang tua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625662722974914301-6508513845428452462?l=ranteputoh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ranteputoh.blogspot.com/feeds/6508513845428452462/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2010/03/dering-hp-misterius-di-desaku-ada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/6508513845428452462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/6508513845428452462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2010/03/dering-hp-misterius-di-desaku-ada.html' title=''/><author><name>Furqan Ar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11186773398525204662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_oTdULbiX1cs/SiZR9UtU4OI/AAAAAAAAACU/w8JK1dr5yco/S220/wtgfeytdhgfhggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625662722974914301.post-779951875344184806</id><published>2010-03-18T19:44:00.000+07:00</published><updated>2010-03-18T19:45:03.714+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Punyaqu - Belum Edit'/><title type='text'></title><content type='html'>Tema : Palestine&lt;br /&gt; Sosial dan pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ATM        TXN    PCODE&lt;br /&gt;08320428  412104 011000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CASH WITHDRAWAL &lt;br /&gt;SAVING&lt;br /&gt;Amount :&lt;br /&gt;   650.00 EGP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;THANK YOU FOR USING&lt;br /&gt;CIB INSTANT SERVICES&lt;br /&gt;28/08/2008  22:19:09&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;========================&lt;br /&gt;Tari melangkahkan seonggok kakinya yang mulai letih, tubuhnya lemah, matanya berkunang,jalan nya pung oleng bak perahu di bawa ombak,sesekali ia terhanyut dalam hiruk pikuknya kota ramsis dimalam hari, begitu padat dan penuh sesak, orang orang berjubel, belum lagi keringat keringat manusia yang mengalir dengan berbagai warna, rasa dan bahasa, tenggorokannya kering sedari tadi belum ada setetes air pun yang masuk. tari berliku memasuki ruas ruas yang tersisa dalam keramaian sebelum akhirnya ia sampai di mahattah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dipandanginya uang yang baru saja ia tarik dari ATM,&lt;br /&gt;"Alhamdulillah..." katanya &lt;br /&gt;mudah mudahan uang ini cukup untuk kebutuhan selama puasa," lirihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;Bus mini ( tramco ) jurusan H 10 melaju dengan derasnya, membelah suasana malam negeri seribu menara ini, seakan kota mesir kembali hidup setelah menjadi roti bakar pada siang harinya, suara bising lajukendaraan di malam hari memecahkan keheningan malam yang pekat, angin yang menerpa dari luarseolah saling kejar kejaran, terkadang desiran angin nakal membuat jilbabyang dipakainya sedikit tersingkap, sesekali menerpa wajahnya yang ayu, hidungnya yang mancung ikut beraksi, mendengus menikamati malam kota kairo yang sudah akrab sekali dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beberapa orang turun..&lt;br /&gt;hanya dirinya yang masih betah dalam tramco, seorang bapak dan beberapa anak muda paruh baya lainnya.diliriknya arloji, jam sudah menunjukkan pukul 24.00, hari sudah larut malam,tari masih harus melanjutkan perjalanannya. Tramco kembali melaju.. diperempatan jalan bapak yang tadi turun.tinggallah tari dan beberapa anak muda tadi. mereka saling berbicara sesamanya. tari menangkap keanehandalam pembicaraan mereka.terlebih saat salah seorang lelaki paruh baya tadi memperhatikannnya dalam durasi yang lama.hatinya gundah, apalagi hanya tari yang perempuan sendiri dalam tramco itu.dirogohnya hanphone dalam tas nya ...iamencoba menghubungi refa... namun tak ada suara yang menyahut si sana,,,,hatinya semakin galau.. ddaaam…. Tibalah  waktu magrib untuk dar el salam dan sekitarnya…. He he he…….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-uang buat acra tasyakur kenajahan&lt;br /&gt;-pemeriksaan di pos perbatasan dll&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625662722974914301-779951875344184806?l=ranteputoh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ranteputoh.blogspot.com/feeds/779951875344184806/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2010/03/tema-palestine-sosial-dan-pendidikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/779951875344184806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/779951875344184806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2010/03/tema-palestine-sosial-dan-pendidikan.html' title=''/><author><name>Furqan Ar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11186773398525204662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_oTdULbiX1cs/SiZR9UtU4OI/AAAAAAAAACU/w8JK1dr5yco/S220/wtgfeytdhgfhggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625662722974914301.post-7266737830897169730</id><published>2010-03-18T19:43:00.002+07:00</published><updated>2010-03-18T19:44:05.173+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Punyaqu - Belum Edit'/><title type='text'></title><content type='html'>KONTRAKAN MASISIR&lt;br /&gt;Furqan Ar-Rasyid&lt;br /&gt;Syria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak 4 orang Masisir Indonesia harus dipindahkan  dari rumah kontrakan mereka di Dar El Salam, Cairo, pasca lebaran kemarin, pasalnya pemilik rumah mempunyai masalah dengan rumah barunya di kawasan yang lain, sehingga mengharuskan ia dan keluarga kembali kerumah miliknya yang sedang ditempati oleh 4 orang masisir ini, padahal masa kontrakannya belum sampai setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah yang sangat sederhana ini  teretak di lantai 4  jalan Ahmad Salem no.21 Helwan Zira’I, Dar El Salam, cairo. Bentuknya kecil dan bangunannya sedikit terlihat lebih tua dan kumuh dari bangunan-bangunan yang ada di sekelilingnya. Akan tetapi keadaan di dalam rumah sangatlah berbeda dengan pemandangan dari luar, lebih cocok dikatakan sebagai tatanan rumah kecil yang mewah, setengah dindingnya dilapisi gips biru bercorak mesir dan selebihnya dicat warna putih, di rumah inilah 4 Masisir Indonesia tinggal dan berjuang berkutat dengan  muqarrar-muqarrar kuliah siang dan malam selama menempuh pendidikannya di Universitas Al-Azhar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasi kediaman mereka sangatlah strategis, pasar yang dekat, mesjid yang terletak di dasar imarah dan juga dekat dengan mahattah metro,  hanya dengan berjalan kaki saja  mereka bisa langsung ke Stasiun Metro, untuk selanjutnya menaiki Metro jikalau mereka kuliah sehari-harinya. Pantas saja harga sewa mencapai 500 Le perbulannya, harga yang mahal untuk kawasan Dar El Salam  ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah ini mulai mereka tempati kira-kira bulan 7 yang lalu, untuk sebuah rumah mungil ini mereka harus menempuh ijraat yang amat merepotkan dengan pemilik rumah, mulai dari urusan kependudukan dengan mabahits setempat dan lain sebagainya, pasalnya rumah tersebut adalah rumah warisan keluarga yang sebenarnya tidak disewakan, namun karena selama ini pemilik  rumah tidak menggunakannya maka   rumah inipun disewakan daripada kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya rumah ini mereka tempati dengan masa sewa 1 tahun sesuai dengan perjanjian masa waktu yang tertera dalam Aqad, terhitung dari bulan 7 tahun 2008 sampai bulan 7 tahun 2009, masa yang sangat singkat untuk keseharian seorang pelajar Azhar seperti mereka itu,  padahal pada awalnya mereka menginginkan masa Aqad-nya ditambah, karena mengingat lamanya masa studi mereka di Cairo dan juga lokasi rumah yang sangat menguntungkan, namun pemilik rumah tidak mengizinkan mengingat rumah itu adalah rumah warisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, Akhir Ramadhan kemarin pemilik rumah  mengunjungi mereka dan memberitahukan bahwa mereka akan di-relokasi-kan ketempat yang baru dengan pemilik rumah yang sama, suatu berita yang mengejutkan bagi mereka, betapa tidak, pasalnya hal semacam ini telah melanggar kesepakatan perjanjian sewa kontrakan selama setahun, padahal mereka baru menempati rumah tersebut kurang dari dua bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik rumah sangat memaklumi hal ini adalah hal yang tidak fear bagi sebuah perjanjian. Dan sangat merugikan pihak penyewa. Namun Ia tidak punya pilihan lain, karena  rumah yang Ia tempati selama ini ternyata sangat bermasalah, masalah yang paling besar  adalah sumber air bersih yang tidak memadai. alasan yang lain adalah mengingat prasarana pendidikan sekolah anaknya yang sangat minim di daerah tempat tinggalnya. Oleh karena itu ia bermaksud menyekolahkan Anaknya di Dar El Salam dan tinggal di sana juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mengenai masalah kelangsungan Aqad, pemilik rumah menawarkan sebuah Rumah baru lain yang terletak tidak jauh dari rumah yang masisir tempati sekarang,  namun rumah yang ditawarkannya tidak direspon baik oleh masisir, pasalnya calon rumah yang akan mereka tempati nanti, letaknya sangat jauh dengan stasiun metro dan menyulitkan mereka untuk kuliah sehari harinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Akhirnya, mereka memilih untuk memutuskan Aqad saja, dan tidak melanjutkan lagi kontrak rumah dengan pemilik tadi, karena mereka sangat kecewa dengan sikap pemilik rumah walau dengan alasan apapun, tepat  Tanggal 4 syawal 1429 H, mereka meninggalkan rumah tersebut dan mencari kontrakan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      ***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625662722974914301-7266737830897169730?l=ranteputoh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ranteputoh.blogspot.com/feeds/7266737830897169730/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2010/03/kontrakan-masisir-furqan-ar-rasyid_18.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/7266737830897169730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/7266737830897169730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2010/03/kontrakan-masisir-furqan-ar-rasyid_18.html' title=''/><author><name>Furqan Ar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11186773398525204662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_oTdULbiX1cs/SiZR9UtU4OI/AAAAAAAAACU/w8JK1dr5yco/S220/wtgfeytdhgfhggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625662722974914301.post-6594607046549226994</id><published>2010-03-18T19:43:00.001+07:00</published><updated>2010-03-18T19:43:55.146+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>KONTRAKAN MASISIR&lt;br /&gt;Furqan Ar-Rasyid&lt;br /&gt;Syria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak 4 orang Masisir Indonesia harus dipindahkan  dari rumah kontrakan mereka di Dar El Salam, Cairo, pasca lebaran kemarin, pasalnya pemilik rumah mempunyai masalah dengan rumah barunya di kawasan yang lain, sehingga mengharuskan ia dan keluarga kembali kerumah miliknya yang sedang ditempati oleh 4 orang masisir ini, padahal masa kontrakannya belum sampai setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah yang sangat sederhana ini  teretak di lantai 4  jalan Ahmad Salem no.21 Helwan Zira’I, Dar El Salam, cairo. Bentuknya kecil dan bangunannya sedikit terlihat lebih tua dan kumuh dari bangunan-bangunan yang ada di sekelilingnya. Akan tetapi keadaan di dalam rumah sangatlah berbeda dengan pemandangan dari luar, lebih cocok dikatakan sebagai tatanan rumah kecil yang mewah, setengah dindingnya dilapisi gips biru bercorak mesir dan selebihnya dicat warna putih, di rumah inilah 4 Masisir Indonesia tinggal dan berjuang berkutat dengan  muqarrar-muqarrar kuliah siang dan malam selama menempuh pendidikannya di Universitas Al-Azhar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasi kediaman mereka sangatlah strategis, pasar yang dekat, mesjid yang terletak di dasar imarah dan juga dekat dengan mahattah metro,  hanya dengan berjalan kaki saja  mereka bisa langsung ke Stasiun Metro, untuk selanjutnya menaiki Metro jikalau mereka kuliah sehari-harinya. Pantas saja harga sewa mencapai 500 Le perbulannya, harga yang mahal untuk kawasan Dar El Salam  ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah ini mulai mereka tempati kira-kira bulan 7 yang lalu, untuk sebuah rumah mungil ini mereka harus menempuh ijraat yang amat merepotkan dengan pemilik rumah, mulai dari urusan kependudukan dengan mabahits setempat dan lain sebagainya, pasalnya rumah tersebut adalah rumah warisan keluarga yang sebenarnya tidak disewakan, namun karena selama ini pemilik  rumah tidak menggunakannya maka   rumah inipun disewakan daripada kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya rumah ini mereka tempati dengan masa sewa 1 tahun sesuai dengan perjanjian masa waktu yang tertera dalam Aqad, terhitung dari bulan 7 tahun 2008 sampai bulan 7 tahun 2009, masa yang sangat singkat untuk keseharian seorang pelajar Azhar seperti mereka itu,  padahal pada awalnya mereka menginginkan masa Aqad-nya ditambah, karena mengingat lamanya masa studi mereka di Cairo dan juga lokasi rumah yang sangat menguntungkan, namun pemilik rumah tidak mengizinkan mengingat rumah itu adalah rumah warisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, Akhir Ramadhan kemarin pemilik rumah  mengunjungi mereka dan memberitahukan bahwa mereka akan di-relokasi-kan ketempat yang baru dengan pemilik rumah yang sama, suatu berita yang mengejutkan bagi mereka, betapa tidak, pasalnya hal semacam ini telah melanggar kesepakatan perjanjian sewa kontrakan selama setahun, padahal mereka baru menempati rumah tersebut kurang dari dua bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik rumah sangat memaklumi hal ini adalah hal yang tidak fear bagi sebuah perjanjian. Dan sangat merugikan pihak penyewa. Namun Ia tidak punya pilihan lain, karena  rumah yang Ia tempati selama ini ternyata sangat bermasalah, masalah yang paling besar  adalah sumber air bersih yang tidak memadai. alasan yang lain adalah mengingat prasarana pendidikan sekolah anaknya yang sangat minim di daerah tempat tinggalnya. Oleh karena itu ia bermaksud menyekolahkan Anaknya di Dar El Salam dan tinggal di sana juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mengenai masalah kelangsungan Aqad, pemilik rumah menawarkan sebuah Rumah baru lain yang terletak tidak jauh dari rumah yang masisir tempati sekarang,  namun rumah yang ditawarkannya tidak direspon baik oleh masisir, pasalnya calon rumah yang akan mereka tempati nanti, letaknya sangat jauh dengan stasiun metro dan menyulitkan mereka untuk kuliah sehari harinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Akhirnya, mereka memilih untuk memutuskan Aqad saja, dan tidak melanjutkan lagi kontrak rumah dengan pemilik tadi, karena mereka sangat kecewa dengan sikap pemilik rumah walau dengan alasan apapun, tepat  Tanggal 4 syawal 1429 H, mereka meninggalkan rumah tersebut dan mencari kontrakan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      ***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625662722974914301-6594607046549226994?l=ranteputoh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ranteputoh.blogspot.com/feeds/6594607046549226994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2010/03/kontrakan-masisir-furqan-ar-rasyid.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/6594607046549226994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/6594607046549226994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2010/03/kontrakan-masisir-furqan-ar-rasyid.html' title=''/><author><name>Furqan Ar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11186773398525204662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_oTdULbiX1cs/SiZR9UtU4OI/AAAAAAAAACU/w8JK1dr5yco/S220/wtgfeytdhgfhggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625662722974914301.post-8741231625727134577</id><published>2010-03-18T19:42:00.000+07:00</published><updated>2010-03-18T19:43:24.541+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Punyaqu - Belum Edit'/><title type='text'></title><content type='html'>Ta'amul dan Warung kopi, Ada Apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh :Furqan Ar-Rasyid Ibrahim Abdurrahman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa bilang warung kopi selalu identik dengan tempat yang menjenuhkan?, kata-kata diatas mungkin akan terucap ketika seseorang menemukan nilai-nilai tarbiyah baru yang ada di warung kopi. Tentunya anda akan heran bagaimana seseorang bisa menemukan nilai tarbiyah di warung kopi?, ini juga Sebagai sanggahan terhadap mereka yang mengatakan kalau di warung kopi itu kita tidak menemukan apa-apa selain puntung rokok dan suara-suara manusia yang menjenuhkan. Lalu, siapa yang menyangka kalau ternyata ada seorang Syeikh yang mengaji di warung kopi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara mengenai bagaimana hidup di Mesir tentu tidak akan terlepas dengan keadaan geografis mesir dan hubungan langsung dengan masyarakat mesir sendiri. Dimana setiap individu dituntut untuk ber-ta’amul langsung dengan masyarakat Mesir dalam segala proses ijraat yang berlangsung selama seseorang tersbut masih menetap di Mesir.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Anda Masisir yang giat berta'amul langsung dengan mesir dan seluk beluknya mungkin akan banyak menemukan keunikan negeri ini, yang mungkin  belum banyak ditemukan oleh masisir yang asyik "mengurung diri" pada sekelompok komunitasnya saja,  membatasi dan menghindarkan dari pergaulan dengan negeri ini dan segala hiruk pikuknya, Faktor yang pertama mungkin bisa terjadi karena akibat kejahatan yang kian marak terjadi terhadap kaum masisir, sehingga masisir lebih memilih untuk tidak mau ber-ta’amul dengan masyarakat Mesir. Faktor yang kedua juga dipicu oleh pengetahuan mereka yang sangat minim tentang  watak dan karakter penduduk Mesir yang sebenarnya. Bahkan ada yang tidak tahu sama sekali bagaimana kehidupan mesir yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja warung kopi ‘Nadi Salam’ yang terletak di Tarret El Gabal, El-Zaitoun, Cairo. Sekilas memang terlihat hanya seperti warung kopi biasa. Tapi cobalah masuk ke dalamnya, disana Anda akan melihat sesuatu yang berbeda dari warkop-warkop pada umumnya, yang paling menarik dan yang tidak ada seorangpun yang menyangka ada syeikh yang mengaji di warung kopi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya, tiada pula yang menyangka kalau beliau seorang qari, tidak ada tanda tanda kalau beliau seorang qari, baik dari segi penampilan atau gaya beliau saat itu. Ternyata setelah beberapa saat beliau berada ditempat  itu, beliau mengalunkan beberapa Ayat Al-quran dengan suaranya yang merdu, mungkin layak  disejajarkan dengan Syeikh Abdul Basit Abdul Samad sepertinya. Tidak Ada yang Tahu apa tujuan beliau mengaji Di warung kopi ?, kata pemilik warung beliau sering melakukan hal hal yang sama di Warkop-warkop lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kita, itu merupakan peristiwa yang baru, Tapi bagi Warga mesir hal yang demikian telah menjadi Hal yang biasa,  tidak Ada penghargaan berarti dari segi material apapun, mereka hanya mengharap Ajr  dari Allah dan berbuat dengan ikhlas. Pernahkan Anda membayangkan Anak-Anak penghafal quran Cuma diberi 20 LE ? Ya, memang yang biasa terjadi setiap akhir ramadhan tahun-tahun sebelumnya, khususnya pada malam-malam menjelang Akhir ramdhan, dimana Anak-anak yang yang sudah mengkhatamkan hafalannnya dikumpulkan untuk di-parade-kan di depan para jama’ah yang hadir. Setiap anak di uji  hafalan bacaan Al-qur’annnya  oleh imam yang dipercaya masyarakat kampung itu. Kebiasaan ini menjadi hal yang tidak asing  lagi bagi Anda para masisir yang sering ber –ta’amul dengan Masyarakat mesir secara langsung, yang ikutan bermusyarakah bersama mereka pada bulan Ramadhan, Salat taraweh  dan witir bersama dan lain sebagainya seperti di mesjid Al- Maghfirah di Dar el Salam, Cairo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, masyarakat mesir sangat memperjuangkan nilai-nilai keikhlasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekelumit kejadian diatas hanya bisa  dialami oleh mereka yang suka hidup sekeliling masyarakat mesir, ber-ta’amul dengan mereka secara langsung dan mendapatkan segala Ilmu-ilmu sebagai bekal kehidupan, harus diakui memang prestasi Akademis kuliah saja tidak cukup, kemampuan seseorang yang diperoleh dari kuliah tidaklah selalu menjamin kelanggengan hidupnya dimasa yang akan datang, tanpa di barengi dengan ilmu sosial masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak salah lagi, kalau Mesir adalah Negara yang sarat dengan Ilmu dan peradaban, kemanapun Anda melangkah Anda akan selalu mendapatkan pengalaman dan Ilmu yang baru, kapanpun dan dimanapun, segala ilmu, bahkan lebih jauh bukan hanya sekedar ilmu nabi Musa AS, tapi juga anda bisa tergoda oleh ilmu Fir'aun sekaligus bila tidak dibarengi dengan keyakinan dan kepahaman agama yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, don’t jugde people by  their looks, itu mungkin kalimat yang cocok untuk Negara Mesir ini, disamping banyak yang menjulukinya dengan  nama yang lain. Kehidupan mesir yang penuh hiruk pikuk., proses ijraat yang sangat melelahkan. Dan berbagai  masalah maslah lain yang muncul. Tapi itulah mesir, walaupun demikian, ternyata ia menyimpan berbagai keunikan keunikan tersendiri yang  tidak disangka dan bahkan sama sekali tidak kita temukan di Indonesia. Pantas saja Mesir tersohor karena  ilmu dan peradaban yang dimilikinya, jika anda menelusurinya lebih jauh, tentu  pada akhirnya anda akan sampai pada ucapan “wah, ternyata Mesir itu indah sekali ya“.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            ***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625662722974914301-8741231625727134577?l=ranteputoh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ranteputoh.blogspot.com/feeds/8741231625727134577/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2010/03/taamul-dan-warung-kopi-ada-apa-oleh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/8741231625727134577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/8741231625727134577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2010/03/taamul-dan-warung-kopi-ada-apa-oleh.html' title=''/><author><name>Furqan Ar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11186773398525204662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_oTdULbiX1cs/SiZR9UtU4OI/AAAAAAAAACU/w8JK1dr5yco/S220/wtgfeytdhgfhggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625662722974914301.post-134917538438528485</id><published>2010-03-18T19:37:00.000+07:00</published><updated>2010-03-18T19:42:11.412+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Punyaqu - Belum Edit'/><title type='text'></title><content type='html'>Senja untuk Fajar*&lt;br /&gt;el_Asfa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;““Ya, itu adanya malam kemarin !”&lt;br /&gt;Hanya berselang satu malam saja Kau bercerita tentang hidupmu dalam resah dan galau. jangankan orang lain, Aku pun tidak pernah mau tau. Kalaupun mereka tau, toh mereka juga tetap tidak peduli padamu.&lt;br /&gt;“percuma saja!”, hanya membuang waktuku saja untuk mendengar ocehanmu Fitr !, di malam-malam berikutnya Kau juga datang untuk mendendangkan lagu yang sama. Maaf, Aku sedang diluar ! Aku sibuk !. &lt;br /&gt;“Malam sudah larut,  sepertinya Kau belum mau beranjak tidur?”&lt;br /&gt;"Biarkan Aku Kak, bukankah Kakak tak pernah peduli padaku?”&lt;br /&gt;  Angin malam menerpa wajahmu. Sejurus kemudian perlahan mulai menyapu air mata yang tertoreh di pipi, menyisakan sebuah titik di ujungnya. Kepedihan yang terpendam, perlahan menyeruak jatuh dan meninggalkan bekas di atas tanah merah basah. Suasana langit malam hari, tak satupun yang tau guratan kepedihan yang Kau jalani, begitu juga dengan bongkahan bintang di angkasa raya. Bulan, walaupun dengan kesempurnaan purnamanya. Apalagi manusia, mereka terbuai dalam mimpi dan hangatnya selimut  tebal di malam-malam yang dingin. Tiada yang tau, kecuali Aku, Dirimu dan Tuhan yang maha tau !. &lt;br /&gt;Lihatlah pada jalan di seberang sana !, bising kendaraan, kerumunan orang-orang, sorak-sorakan Anak sekolah, teriakan sopir angkot, mereka semua berusaha, untuk ilmu, diri dan keluarga,  mengharap secercah penghidupan yang lebih baik.&lt;br /&gt;lihatlah dirimu sekarang ! Mengapa kalah sebelum bertanding?"&lt;br /&gt;  Kuperingatkan, jangan terlalu bertumpu pada yang putih saja. Tapi ukirlah titik-titik putih pada yang hitam. Jangan menyesal telah memilih yang hitam. Apalagi membuangnya. Buatlah ia menjadi putih!. &lt;br /&gt;"Kau Tau maksudku Fitr?&lt;br /&gt; Ibuku..." &lt;br /&gt;" Ada apa dengan Ibumu Kak?" &lt;br /&gt;"Dulu saat Aku kecil, Kami hidup serba kesusahan, kejadian itu bermula saat Ayahku memutuskan untuk berpoligami, sebab Ibuku tidak bisa memberinya Anak laki laki yang sempurna. Sementara Ayah, beliau sangat menginginkan Anak laki-laki sebagai penerus usaha dagangnya, tidak seperti diriku ini, yang cacat dan tidak bisa berbuat apa apa. Akhirnya Ayah menikah dengan seorang wanita dari desa tetangga. Aku yang masih kecil tidak tau apa yang Ibu rasakan saat itu. tapi terkadang, Aku sering melihat Ibu menangis ketika Ia sedang sendiri di kamar". &lt;br /&gt;"Trus, apa yang kakak Lakukan?"&lt;br /&gt;"Aku tidak tau harus berbuat apa, tapi Aku dapat merasakan kepedihan yang Ibu alami" &lt;br /&gt;"Truz, Ayah kakak gimana?" &lt;br /&gt;"Ayahku... Beberapa bulan kemudian, Ayah dikaruniai Anak dari Istrinya yang kedua, nasibnya tak jauh beda seperti Ibu. Semua Anaknya perempuan, baru yang terakhir yang Kuasa menganugerahinya Anak laki laki.  Namun, ketika 10 bulan kelahiran Anak laki laki tersebut, Ayahku meninggal. kata Ibu, Ayah pernah mengidap penyakit TBC karena dulunya Ayah pernah menjadi buruh di sebuah pabrik semen. Menurut Ibu, Ayah adalah orang yang paling baik, setia dan sangat menyayangi keluarga, bahkan ketika Ia menikah dengan Istri kedua sekalipun, Ayah sering datang menjenguk Ibu, Ayah masih tetap sayang sama Ibu, kadang mereka berdua bercengkrama dan kemudian sama sama tertawa lepas. Pernah suatu ketika, Ibu bercerita tentang Ayah kepada Kakakku sampai larut malam, sesekali Ia mencucukkan air mata, ya Air mata kebahagiaan. Terkadang Ibu juga menangis, Ia merasa tidak bisa membahagiakan Ayah, karena Ia tidak bisa memberinya Anak laki-laki yang sempurna" .&lt;br /&gt;"Lalu, ketika Ayah sudah meninggal, bagaimana keadaan Ibu?" &lt;br /&gt;"Sejak Ayah meninggal, tak ada lagi guratan kebahagiaan di wajah Ibu, tidak terdengar lagi cekikikan canda Ayah dan Ibu." Itu hanya sugesti kata-kata cinta sebelum Ayah pergi untuk selama-lamanya. Mengapa tidak, pasalnya setelah Ayah meninggal Istri keduanya perlahan lahan mulai menjauh dari keluarga kami. Anak-anaknya yang masih kecil itu Ia titipkan pada Ibu, setelah itu Ia pergi entah kemana.  Terakhir kabar yang Ibu dapat, Ia telah menikah dengan juragan jauh di seberang desa. Ia menikah dengan Ayah karena harta Ayah saja, semenjak usaha dagang Ayah bangkrut, ekonomi kami semakin sulit, semua tanggungan tertumpu pada Ibu, padahal kerja Ibu cuma pedagang asongan keliling dari rumah kerumah, kadang-kadang Aku juga ikut membantu Ibu, yaa, walaupun dengan penghasilan seadanya. Tapi Aku sangat bangga pada Ibu. Ia sanggup menghidupi Aku, kakak-kakakku, bahkan anak anak dari Istri kedua Ayahku. Aku juga bangga pada Ibu karena Aku bisa seperti ini. &lt;br /&gt;"Kau mengerti maksudku?" &lt;br /&gt;Malam telah sempurna mengukir Fajar di ufuk, Subhanallah,  langit begitu Indah. Lihatlah kebawah untuk tahu siapa yang melihat kita dari atas.&lt;br /&gt;"Fitr... Coba Kau lihat Lelaki tua itu. Kulitnya sudah keriput, renta, kurus, hanya onggokan tulang yang tersisa. Tapi Ia masih tetap setia pada hidupnya yang hanya tinggal pada seutas tali yang sebentar lagi akan putus digigit tikus. Malam-malamnya hanya bertemankan sepi, berbalut kesendirian yang panjang, mengharap penghidupan yang lebih baik dalam doanya pada akhir malam di atas sajadah lesuh. Nafasnya kian berat ketika Ia harus menaiki tanjakan yang ada di depan rumah, beruntung jika ada Orang yang lewat dan membantu Kakek tua ini. Tapi jika tidak? Ia masih tetap harus melangkah tuk menggapai tempat ibadah itu, walau tubuhnya tertatih menanggung usia. Hanya sebuah tongkat dari kayu yang lapuk menjadi penuntunnya. sekali lagi, hanya sebuah tongkat dari kayu yang lapuk!" &lt;br /&gt;"Lalu mengapa Kakak menyalahkanku?" &lt;br /&gt;"Tidak, tidak, Aku tidak menyalahkanmu, Aku hanya mengingatkanmu. Manusia memang tidak bisa berkehendak! Kau ingat, ketika Kau memohon pada orang- orang seminggu yang lalu, apa kata mereka ? Dengan angkuh mereka berlagak seperti malaikat malaikat suci, yang katanya mau membangun peradaban. Seolah mereka memberi, tidak merasa diberi. Bukankah mereka manusia dan Kau juga manusia? Sama-sama makhluq ciptaan tuhan?"&lt;br /&gt;"Lalu, apakah Kau tahu beda antara Kau, Aku, dan Mereka di mata Tuhan?" &lt;br /&gt;"Tidak, Aku tidak tahu.." &lt;br /&gt;"Bohong! Kau pasti tahu!" &lt;br /&gt;Itu hanyalah secuil kisah klasik manusia dari segala zaman. Tak ubahnya seperti seutas tali tadi juga, di gigit tikus katanya.&lt;br /&gt;sudahlah, tak usah berdebat tentang manusia. Tak ada gunanya untukmu. Bukankah lebih pantas Kau bangun lalu menunaikan salat sunat Fajar? kemudian mohonlah pada tuhanmu. Ceritakan PadaNya tentang masalahmu. Ikhtiarlah menjadi abdiNya. Bukan kepadaku! Ambillah dunia dan isinya diwaktu Fajar, bukankah itu yang Kau mau?”&lt;br /&gt;  Kau masih duduk termenung menikmati indahnya langit mengukir Fajar, dalam remang-remang cahaya bulan, sebentar lagi Azan subuh berkumandang, pekik suara sang Muazzin akan saling sahut menyahut, mendendangkan Asma Tuhan yang maha Agung, menyingkap segala rahasia Tuhan di waktu subuh untuk menggapai sepucuk salam cinta dari Tuhan.&lt;br /&gt; Akh.. Aku teringat kakek tua tadi. &lt;br /&gt;Hari hari selanjutnya Kau ceritakan padaku tentang hangatnya pelukan Ibu. Berkumpul bersama keluarga, karib kerabat dan juga bersama orang orang yang Kau kasihi. Dan sekarang mereka membuangmu jauh jauh.Katamu mereka kejam.... &lt;br /&gt;Aku bilang "Tidak!" &lt;br /&gt;Kau bilang iya... &lt;br /&gt;Aku bilang juga tetap "Tidak." &lt;br /&gt;Mereka tidak kejam. Justru karena mereka sayang. Apakah Kau berpikir, dirimu sudah sempurna sekarang? Tidak Fitr, tidak. Kau masih terlalu cengeng untuk sebuah puisi kehidupan ini. Jangan menyalahkan Arus karena telah terombang-ambing olehnya, Jangan melawan arus. Ikuti saja buaian arus. Pada air yang deras. Tapi, belajarlah untuk berenang. Menepilah pada sisi kanan dan kiri, kemudian bergantunglah pada dahan dan akar pohon yang kuat. Kau akan selamat Fitr... &lt;br /&gt;" Tapi Aku tak Bisa Kak..?" &lt;br /&gt;" Tidak Fitr, Kau bisa... Bahkan lebih dari sekedar bisa. Hanya saja Kau enggan mencoba.. Bukankah berbuat sedikit lebih baik daripada tidak berbuat sama sekali?" &lt;br /&gt;“Cinta? Kau bicara tentang cinta? Cinta kepada siapa? Kepada Tuhan Atau pasangan? Atau kepada Pasangan dibawah keridhaan Tuhan? Atau malah sebaliknya?? &lt;br /&gt;Atau Kau malah belum mampu tuk bercinta&lt;br /&gt;Cuiih……. &lt;br /&gt;Tak ada manusia yang sempurna. Dunia tak seluas air mata. Ia membentang jarak. Bagi yang terpisah dan bertemu karena Tuhan. Ia akan kembali. Garis tangan ada pada tuhan!  &lt;br /&gt;Langkah, pada kata kemana?&lt;br /&gt;Maut, pada kata kapan?&lt;br /&gt;Rezeki,pada kata apa dan di mana? &lt;br /&gt;PERTEMUAN, pada lafadh dengan siapa?&lt;br /&gt;“Fitr !” berhentilah untuk mencari cinta yang semu, Cinta itu bukan untukku. Bukan juga untuk menyesali nasib bak isteri diceraikan suami, padahal nanti malam Ia akan sangat kesepian. Atau pada janji-janji yang telah terucap untuk bangsa dan negeri, bukan untukku.&lt;br /&gt;Kukabari, Aku tak sempurna, carilah ia yang lain !”&lt;br /&gt;Lihatlah pada pohon beringin tua di sudut-sudut jalan, jadilah Kau sepertinya yang dinaungi banyak orang ketika kepanasan. Kalaupun Kau ditebang, robohlah sebagai pejuang. Sengaja kupilihkan untukmu pohon beringin karena ia sangat rindang, serindang jiwa dan hatimu. &lt;br /&gt;Fitr......&lt;br /&gt;Selagi Kau masih muda !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625662722974914301-134917538438528485?l=ranteputoh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ranteputoh.blogspot.com/feeds/134917538438528485/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2010/03/senja-untuk-fajar-elasfa-ya-itu-adanya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/134917538438528485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/134917538438528485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2010/03/senja-untuk-fajar-elasfa-ya-itu-adanya.html' title=''/><author><name>Furqan Ar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11186773398525204662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_oTdULbiX1cs/SiZR9UtU4OI/AAAAAAAAACU/w8JK1dr5yco/S220/wtgfeytdhgfhggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625662722974914301.post-1408802221534350181</id><published>2010-03-18T19:36:00.000+07:00</published><updated>2010-03-18T19:37:52.516+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>MOU Helsinki dan lintas perdamaian&lt;br /&gt;Oleh : Furqan Ar-Rasyid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala bentuk sengketa sudah seharusnya kita selesaikan sekarang juga, apapun&lt;br /&gt;itu. Tidak hanya dalam tatanan politik atau perebutan kekuasaan dan daerah,&lt;br /&gt;tetapi juga dalam tatanan Dien (agama), secara kita umat Islam, maka&lt;br /&gt;mendamaikan itu sudah menjadi kewajiban kita.&lt;br /&gt;Konflik berkepanjangan yang berlangsung di Aceh selama kurang lebih 30 tahun&lt;br /&gt;menyebabkan pemerintahan Indonesia harus prah ie Reu’oh bingung bagaimana&lt;br /&gt;menundukkan pejuang-pejuang Aceh yang seakan tidak habis-habisnya. Setelah&lt;br /&gt;bencana Tsunami melanda Aceh di Tahun 2004 lalu, Alhamdulillâh, dengan izin dari&lt;br /&gt;Po Rabbi menghantarkan Aceh damai dalam butir-butir memorandum kesepakatan&lt;br /&gt;antara RI(Republik Indonesia) dan GAM(Gerakan Aceh Merdeka). Kesepakatan damai&lt;br /&gt;ini tidak hanya dirasakan oleh mereka yang tinggal di Aceh dan Indonesia saja, akan&lt;br /&gt;tetapi buah daripada perjanjian ini juga dinikmati oleh masyarkat Aceh seantero&lt;br /&gt;dunia.&lt;br /&gt;Hasil memorandum yang berlangsung di Finlandia ini membawa Aceh kepada titik&lt;br /&gt;sepakat antara pemerintah RI dengan GAM untuk menghentikan perang, dan terus&lt;br /&gt;menjaga perdamaian yang telah dibina. Tentunya kita sangat mengharapkan&lt;br /&gt;bulir-bulir perdamaian ini agar aceh ke depan kian stabil, sambil terus&lt;br /&gt;memperjuangkan nasib bangsa Aceh yang telah terpuruk selama bertahun-tahun.&lt;br /&gt;Namun, tak dapat disangkal untuk sampai pada prosesi dan kelangsungan perdamaian&lt;br /&gt;ini, telah mengundang pro dan kontra dari berbagai komponen, khususnya dari kubu&lt;br /&gt;pemerintah Indonesia. Sebagai contoh yang paling kecil misalnya kekhawatiran bahwa&lt;br /&gt;penandatanganan MOU Helsinki merupakan suatu kesalahan terbesar pemerintah&lt;br /&gt;Indonesia, yang nantinya dikhawatirkan menimbulkan efek domino yang akan&lt;br /&gt;mengancam integritas NKRI(Negara Kesatuan Republik Indonesia), seperti yang terjadi&lt;br /&gt;di Uni Soviet. Juga sebagian yang lain menilai bahwa penandatanganan tersebut&lt;br /&gt;merupakan bukti kelemahan pemerintah RI di mata dunia, yang secara sadar atau&lt;br /&gt;tidak Indonesia telah terjebak oleh konspirasi internasional dan strategi global&lt;br /&gt;pemerintah asing yang bermain di belakang layar.&lt;br /&gt;Berbanding terbalik dengan kubu pendukung pemerintah RI, ternyata sebahagian&lt;br /&gt;besar masyarakat Aceh sangat mendukung kesepakatan yang ditandatangani pada&lt;br /&gt;tanggal 15 Agustus 2005 tersebut. Nah, ada hal menarik yang ingin saya sampaikan di&lt;br /&gt;sini, ketika kita masyarakat Aceh dihadapkan dengan dua pilihan utama, yaitu antara&lt;br /&gt;melangsungkan perang untuk merdeka atau memilih damai tetapi tetap berstatus&lt;br /&gt;otonom dan masih dalam ruang gerak NKRI, maka secara langsung atau tidak langsung&lt;br /&gt;kita akan memilih pilihan kedua. Mengapa bisa demikian?&lt;br /&gt;Hal pertama, mungkin yang terngiang dalam benak kita adalah mengingat kondisi&lt;br /&gt;Aceh sendiri, artinya kondisi Aceh yang sangat terpuruk akibat perang panjang selama&lt;br /&gt;beberapa kurun terakhir, hal ini jelas dirasakan oleh masyarakat Aceh yang selalu&lt;br /&gt;digeluti rasa takut akibat musim perang yang silih berganti. Terlebih lagi kondisi&lt;br /&gt;perang seperti ini berdampak buruk pada mata pencaharian masyarakat dan juga&lt;br /&gt;sektor pendidikan. Masyarakat kita sudah cukup menderita dengan hal-hal semacam&lt;br /&gt;itu. Kemudian pada opsi yang kedua kita dihadapakan pada kenyataan yang jelas&lt;br /&gt;sudah dapat kita rasakan sekarang ini, kondisi Aceh yang semakin kondusif dan&lt;br /&gt;pendidikan yang semakin membaik, juga masyarakat yang sudah kembali kepada mata&lt;br /&gt;pencaharian mereka masing-masing, juga perekonomian Aceh yang memulih setelah&lt;br /&gt;merosot begitu lama, semua ini pada akhirnya ini semua juga mempengaruhi keadaan&lt;br /&gt;masyarakat kita dan peningkatan SDM (Sumber Daya Manusia) Aceh pada umumnya.&lt;br /&gt;Namun di sisi lain, ada juga kekhawatiran yang muncul dari masyarakat Aceh terhadap&lt;br /&gt;perjanjian ini, walaupun mereka sendiri juga setuju terhadap MOU tersebut,&lt;br /&gt;ketakutan itu bukanlah terhadap isi memorandum tersebut, melainkan lebih&lt;br /&gt;dititikberatkan pada kekhawatiran akan pelanggaran perjanjian yang dilakukan oleh&lt;br /&gt;kubu pemerintahan RI. Semua itu berbuah karena sikap kurang amanah rezim&lt;br /&gt;pemerintahan RI terhadap Aceh sebelumnya, ya betul kata pribahasa; karena nila&lt;br /&gt;setitik, rusak susu sebelanga. Sekali berbohong, seumur hidup orang takkan percaya.&lt;br /&gt;Semoga kali ini RI jujur dan berlaku adil.&lt;br /&gt;Sekarang dan sampai 2014, Aceh telah mengutus duta-dutanya sendiri untuk&lt;br /&gt;memimpin, kemenangan Partai Aceh dan Partai Demokrat dalam pemilu 2009, seperti&lt;br /&gt;dilansir banyak orang adalah kemenangan bangsa Aceh sendiri, artinya kita telah&lt;br /&gt;menentukan pilihan kita sendiri untuk memimpin Aceh di masa yang akan datang, kita&lt;br /&gt;sangat berharap siapapun yang duduk memimpin Aceh nantinya benar-benar orang&lt;br /&gt;yang amanah dan mampu membawa Aceh dalam perubahan.&lt;br /&gt;Ada sisi lain yang mungkin layak kita ketahui selaku masyarakat Aceh, yaitu ketika&lt;br /&gt;kubu-kubu partai nasional cenderung gelisah bila ada orang aceh yang memimpin di&lt;br /&gt;pusat, padahal dari sisi lain meng-expose orang Aceh ke pusat adalah salah satu cara&lt;br /&gt;menjadikan Aceh selalu diperhitungkan dan dihargai di mata nasional, artinya kita&lt;br /&gt;berusaha mengirimkan orang-orang Aceh sendiri ke pusat dan berbuat untuk rakyat di&lt;br /&gt;sana, lebih dari itu hal yang paling urgen adalah untuk membuktikan kalau orang Aceh&lt;br /&gt;juga mampu untuk memimpin dalam literature sebuah negara, namun peluang dan&lt;br /&gt;gerak langkah para duta Aceh ini terkesan sangat ditutup-tutupi, sebagai buah&lt;br /&gt;kekhawatiran berbagai pihak di pusat jika orang Aceh yang memimpin, kekhawatiran&lt;br /&gt;terwujudnya Aceh merdeka akan terbuka lebar.&lt;br /&gt;Salah seorang pakar pemimpin muda, pemerhati kondisi Aceh yang saat ini tengah&lt;br /&gt;menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Neelain University, Sudan, Ust. Syarifuddin,&lt;br /&gt;MA. ketika kunjungan penelitian disertasi-nya ke Mesir beberapa waktu lalu, yang&lt;br /&gt;juga sempat diwawancarai krue buletin el-Asyi (buletin kekeluargaan Aceh di Mesir)&lt;br /&gt;seputar kondisi Aceh di masa mendatang, beliau menjelaskan bahwa kondisi Aceh&lt;br /&gt;akan penuh dengan perang dan pergolakan, beliau menafsirkan bahwa perang yang&lt;br /&gt;dimaksudkan disini bukanlah perang dengan menggunakan senjata, tapi perang SDM,&lt;br /&gt;artinya Aceh akan penuh dengan pergolakan potensial politik antara Aceh dan RI, baik&lt;br /&gt;untuk kepentingan Aceh sendiri ataupun kepentingan RI. Menurut beliau pergolakan&lt;br /&gt;ini baru bisa reda jikalau pemimpin Aceh benar-benar mereka dari kalangan yang adil&lt;br /&gt;dan memperjuangkan nasib rakyat dengan semestinya bukan karena menginginkan&lt;br /&gt;jabatan atau pangkat, akan tetapi lebih karena tuntutan keikhlasan dalam berbuat&lt;br /&gt;dan membangun Aceh kembali.&lt;br /&gt;Berangkat dari penafsiran beliau, hendaknya masyarakat Aceh harus mampu untuk&lt;br /&gt;terus menata dan mempersiapkan potensi diri demi kemajuan Aceh nantinya, baik&lt;br /&gt;mereka yang berada di Aceh sendiri maupun masyarakat Aceh yang berada di luar&lt;br /&gt;negeri, tetap berjuang dan never give up. Fenomenanya begini, kalau kita ingin&lt;br /&gt;melihat Aceh yang sebenarnya, jangan melihatnya dari dalam saja, namun kita juga&lt;br /&gt;harus melihatnya dari luar. Alhamdulillâh, sampai saat ini orang Aceh masih setia&lt;br /&gt;untuk Aceh, mereka ada di setiap sudut-sudut perjuangan, ada yang di dalam Aceh&lt;br /&gt;adapula yang di luar Aceh dan masih saling bahu membahu demi mencapai kejayaan&lt;br /&gt;Aceh dan tegaknya keadilan di Aceh, kita akan terus berjuang dari dalam Aceh&lt;br /&gt;maupun luar Aceh.&lt;br /&gt;Aceh lam brûk atau Aceh lam sangee, begitulah deskripsi visual kalau kita hanya&lt;br /&gt;melihat Aceh dari dalam, lebih kepada intinya, artinya segala hal yang terjadi di&lt;br /&gt;Aceh terkesan ditutup-tutupi oleh pemerintah Indonesia di depan mata dunia.&lt;br /&gt;Sepatutnya, kita mensyukuri hasil apapun dari memorandum di Helsinki, karena itu&lt;br /&gt;adalah bentuk dari usaha menghentikan perang, bersama-sama kita akan terus&lt;br /&gt;menjalankan butir-butir perjanjian itu dengan sebaik-baiknya. Intinya perjuangan&lt;br /&gt;Aceh kedepan tidak lagi harus menggunakan senjata, tapi dengan persaingan politik&lt;br /&gt;yang bersenjatakan potensi SDM yang kita miliki.&lt;br /&gt;Bisa dikatakan, siapapun yang memimpin sekarang ini, diharapkan dapat membawa&lt;br /&gt;perubahan bagi Aceh. Semoga kejayaan Aceh seperti masa Sultan Iskandar Muda bisa&lt;br /&gt;kembali mengudara di langit-langit serambi mekkah. Tugas kita dimanapun berada,&lt;br /&gt;baik dalam maupun luar negeri, kita terus berbuat untuk Aceh semampu kita, kita&lt;br /&gt;terus belajar dan mengasah potensi, belajar dari sejarah, belajar dari pengalaman,&lt;br /&gt;belajar dari konflik dan lain sebagainya, tidak ada yang mampu merobah Aceh kecuali&lt;br /&gt;bangsa Aceh sendiri.&lt;br /&gt;Setelah MOU, Aceh atau Nanggroe Aceh Darussalam ?&lt;br /&gt;Sebagai tambahan, ada hal unik ketika kunjungan Gubernur Irwandi Yusuf ke Jakarta&lt;br /&gt;beberapa waktu lalu, di hadapan publik beliau membuat pernyataan, ketika nama&lt;br /&gt;Nanggroe Aceh Darussalam akan dihapus dan diganti kembali menjadi Aceh saja,&lt;br /&gt;tanpa kata Nanggroe ataupun Darussalam. Alasannya penggantian nama tersebut&lt;br /&gt;sebagai wujud nihil dari perjuangan mencapai kemerdekaan selama ini, kata Nanggroe&lt;br /&gt;Aceh Darussalam yang pada awalnya bermakna bahwa Aceh sebuah negeri yang&lt;br /&gt;berdaulat. Tentunya penamaan nama ini harus sesuai syarat bagi sebuah Nanggroe&lt;br /&gt;yaitu berdaulat, sedang berdaulat hanya didapatkan dengan kemerdekaan. Jadi&lt;br /&gt;apalah arti dari Nanggroe yang selama ini diagung-agungkan akan tetapi Aceh tetap&lt;br /&gt;saja belum merdeka, sedang menurut hemat saya penggunaan kata Nanggroe dan&lt;br /&gt;Darussalam diantara kata Aceh hanya akal-akalan Indonesia saja untuk sedikit&lt;br /&gt;“menghibur” masyarakat Aceh yang telah lama mengidamkan kemerdekaan.&lt;br /&gt;Raas el Bar, 20 Agustus 2009&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Furqan Ar-Rasyid&lt;br /&gt;Mahasiswa Fakultas Syariah wal Qanun&lt;br /&gt;Universitas Al-Azhar, Cairo&lt;br /&gt;Hp : +20108228956&lt;br /&gt;Email : Arsyad_el_Asfa@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alamat di Mesir : Sekretariat KMA (keluarga Mahasiswa Aceh) Mesir. Ibrahim Naji&lt;br /&gt;St. Bld. 23 No. 16 10th District , Nasr City, Cairo - Egypt 11528&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625662722974914301-1408802221534350181?l=ranteputoh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ranteputoh.blogspot.com/feeds/1408802221534350181/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2010/03/mou-helsinki-dan-lintas-perdamaian-oleh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/1408802221534350181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/1408802221534350181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2010/03/mou-helsinki-dan-lintas-perdamaian-oleh.html' title=''/><author><name>Furqan Ar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11186773398525204662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_oTdULbiX1cs/SiZR9UtU4OI/AAAAAAAAACU/w8JK1dr5yco/S220/wtgfeytdhgfhggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625662722974914301.post-4047331180653312240</id><published>2010-03-18T19:34:00.000+07:00</published><updated>2010-03-18T19:36:51.735+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Punyaqu - Belum Edit'/><title type='text'></title><content type='html'>“NADI PENGEMBARA”&lt;br /&gt;Furqan Ar-Rasyid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panasnya Sahara masih menyisakan luka&lt;br /&gt;Menyibakkan titisan darah merah basah&lt;br /&gt;Kulit terkelupas bak sayatan pedang dari neraka&lt;br /&gt;Mengoyakkan daging-daging kesombongan&lt;br /&gt;Mengukir pahatan besar pada garis-garis kerinduan&lt;br /&gt;Pada bait-bait syair yang tulus &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillah&lt;br /&gt;Jejak kaki mulai menapak&lt;br /&gt;Menorehkan tinta pada jantung peradaban&lt;br /&gt;Menghitung pasir dari butir ke butir&lt;br /&gt;Ya, mengulang sejarah sejak hari kau dilahirkan dalam tangisan yang panjang sementara orang-orang penyuh senyum menyambutmu hingga hari kau tingalkan mereka, akankah mereka menangis dan kau yang tersenyum?&lt;br /&gt;Atau malah sebaliknya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadi pengembara &lt;br /&gt;Itulah yang kumaksud&lt;br /&gt;Detak nadi akan terus setiap saat meninggalkan jejak tanpa batas mengitari kepingan-kepingan waktu yang terbuang percuma&lt;br /&gt;Tercampakkan dalam tumpukan sampah&lt;br /&gt;Sementara orang lain mulai memungutnya satu-persatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini nadi pengembara kaku&lt;br /&gt;Tak ada lagi detaknya&lt;br /&gt;Takkan bisa menghapus lukisan sejarah itu atau mungkin menambahkan sebuah titik saja Biar kelihatan lebih indah&lt;br /&gt;Tidak&lt;br /&gt;Nadi pengembara takkan sanggup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Dar el Salam, 15 Maret 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625662722974914301-4047331180653312240?l=ranteputoh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ranteputoh.blogspot.com/feeds/4047331180653312240/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2010/03/nadi-pengembara-furqan-ar-rasyid.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/4047331180653312240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/4047331180653312240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2010/03/nadi-pengembara-furqan-ar-rasyid.html' title=''/><author><name>Furqan Ar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11186773398525204662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_oTdULbiX1cs/SiZR9UtU4OI/AAAAAAAAACU/w8JK1dr5yco/S220/wtgfeytdhgfhggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625662722974914301.post-8055303969394219933</id><published>2010-03-18T19:33:00.002+07:00</published><updated>2010-03-18T19:34:45.521+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Punyaqu - Belum Edit'/><title type='text'></title><content type='html'>Jumat kliwon ; Tanya kenapa?&lt;br /&gt;Belum Edit ^-^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nak, Cepat pulang ya, malam ini malam Jumat kliwon!”&lt;br /&gt;“Iya bu,” jawab si anak lirih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadar atau tidak, ternyata mistis negatif sudah merebah dalam masyarakat kita. Percaya pada hal-hal ghaib yang tidak jelas ishlah syariahnya. kepercayaan masyarakat terhadap kekuatan tersembunyi yang ada pada dunia lainnya, tentu saja dunia yang tidak bisa ditangkap oleh indera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak dari dulu, kewujudan alam ghaib sering menjadi masalah yang sulit untuk diungkapkan, banyak hal terjadi dengan perantaan alam ghaib, seperti kejadian yang terjadi di negeri kita. Hipnotis, pengobatan, kristenisasi atau dalam kasus criminal sekalipun, telah meresahkan kita. Bahkan tak jarang kita temui beberapa keyakinan masyarakat yang telah jauh lari dari Aqidah islam ataupun perbuatan-perbuatan yang menjurus pengabdiannya kepada kekuatan tersembunyi dari suatui benda atau kepada selain Allah swt. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apakah Alam ghaib itu benar-benar ada?&lt;br /&gt;Kalo kita menilik pada Al-Quran jelas terpampang bahwa alam ghaib itu nyata keberadaannya. Bahkan tidak dianggap seorang mukmin beriman jika ia belum mempercayai adanya alam ghaib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai kapasitas iman kita kepada alam ghaib ini, tidak perlu bagi kita untuk mencari tentang zat yang ghaib itu sendiri. Namun kepercayaan kita itu sebatas yang telah dijelaskan Rasulullah SAW kepada kita saja atau gambaran alam ghaib yang kita dapatkan dari ayat ayat al-quran atau hadis hadis Nabawi. mencakup kepercayaan kita kepada Allah, mengenai hari akhir, azab kubur, surga neraka, malaikat, atau hal-hal yang berhubungan dengan alam yang tidak bisa ditangkap dengan indera  dan tidak mampu dicerna oleh akal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sebagai orang muslim dan kalangan terpelajar tentunya  harus sudah mampu menangkal segala pemahaman yang salah tentang keberadaan alam ghaib tersebut. Tentunya dengan mu’alajah  yang sesuai dengan ajaran islam dan dengan keyakinan dan Aqidah yang benar mengenai alam ghaib ini. Semoga kita termasuk orang-orang yang diberi keyakinan yang kuat tentang alama ghaib ini. Sehingga tidak terjerumus kepada pemahaman-pemahaman mistis yang salah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625662722974914301-8055303969394219933?l=ranteputoh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ranteputoh.blogspot.com/feeds/8055303969394219933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2010/03/jumat-kliwon-tanya-kenapa-belum-edit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/8055303969394219933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/8055303969394219933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2010/03/jumat-kliwon-tanya-kenapa-belum-edit.html' title=''/><author><name>Furqan Ar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11186773398525204662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_oTdULbiX1cs/SiZR9UtU4OI/AAAAAAAAACU/w8JK1dr5yco/S220/wtgfeytdhgfhggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625662722974914301.post-7811614590124703344</id><published>2010-03-18T19:33:00.001+07:00</published><updated>2010-03-18T19:33:45.466+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Punyaqu - Belum Edit'/><title type='text'></title><content type='html'>Hasil wawancara&lt;br /&gt;Bersama Ust. H. Sulaiman Umar, Lc (Nigeria)*&lt;br /&gt;Oleh   : Furqan Ar-Rasyid &lt;br /&gt;Kelompok  : Syria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata ada secercah harapan yang masih membungkam di dada H. Sulaiman Umar, Lc, Sarjana universitas Al-Azhar , lelaki asal Nigeria untuk mereka para penuntut ilmu di Al-Azhar ini, Beliau bercerita banyak tentang dirinya, Al-Azhar dan Nigeria. Lantas apa saja kata penulis dan  juga Dosen di salah satu universitas di Nigeria ini?, berikut petikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau boleh tau sejak kapan Anda kuliah di Al-Azhar ini?&lt;br /&gt;Saya masuk Al-Azhar sejak tahun 1992, kemudian saya tamat tahun 1998, kemudian saya pulang, dan sekarang ini kali yang kedua saya bertandang ke Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah anda tamat dari Al-Azhar Apa saja yang anda Lakukan di negeri Anda ?&lt;br /&gt;Saya mengajar Ilmu Hadis dan Tafsir di salah satu universitas di Nigeria, dan sekarang saya sedang menulis beberapa buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, Anda seorang penulis?&lt;br /&gt;Ya, begitulah. Alhamdulillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa Anda ceritakan sedikit tentang buku-buku karangan Anda?&lt;br /&gt;Ya, saya sudah mengarang beberapa buah buku, diantaranya :&lt;br /&gt;- Az-Zikra bimaulidirrasul. &lt;br /&gt;- Mal u  wal fatih lima ‘ugligh.&lt;br /&gt;- Fatawa muasharah.&lt;br /&gt;Fatawa Muasharah seperti karangannya Yusuf Qardhawi ?&lt;br /&gt;( Beliau tersenyum, kemudian tertawa )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya ada karangan tentang :&lt;br /&gt;- Islam ummatan wa siyasah.&lt;br /&gt;- Min huquqil Mustafa al ifradu fi mahabbatih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk karangan terakhir ini saya ke Mesir. Agar bisa mencetaknya di Maktabah Wahbah. Dengan kata lain saya ke mesir yang kedua kali ini , bukanlah untuk belajar, tapi untuk proses mencetak kitab ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dari itu, apakah ada tujuan lain?&lt;br /&gt;Ya, mungkin sekedar pengalaman, atau apa sajalah yang bisa saya lakukan di Mesir ini, karena mesir ini sumber segala ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda punya sahabat atau kawan dari Indonesia?&lt;br /&gt;Ketika Saya masih murid  dulu, saya punya banyak kawan dari Indonesia, ya dari Jakarta ,dan juga dari Sumatera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya, saya juga dari Sumatera!&lt;br /&gt;(Lagi lagi beliau tertawa). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sekarang saya ke Al-Azhar, Saya tidak mendapatkan seorangpun dari mereka, juga tidak ada satupun lagi yang mengenali Saya. Mahasiswa-mahasiswa sekarang mengira Saya ini murid baru, mungkin kamu tadi mengira saya ini murid, tidak! saya bukan talib! (beliau berkata sambil tertawa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, maaf, saya kira Anda juga murid, ya mungkin sahabat-sahabat Anda dahulu sudah pulang ke Indonesia dan bekerja di sana. &lt;br /&gt;Alhamdulillah Allah telah menjadikan kita seperti sebuah tubuh atas nama Al-Azhar, artinya semua orang dari berbagai belahan dunia akan berkumpul disini untuk menuntut ilmu di Al-Azhar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pendapat Anda tentang Mesir dan Al-Azhar ini ? &lt;br /&gt;(Beliau terlihat mulai serius)&lt;br /&gt;Yang akan saya katakan tentang Mesir dan Al-Azhar adalah sebagaimana cerita dari seorang ulama dari negeri Saya ketika beliau berkunjung ke Mesir. Maka datang seorang ulama Al-Azhar berkata kepada guru saya, ulama Al-Azhar ini mengutip Sabda Rasulullah Saw ; “la yasuddurruhalah illa fil mesjid tsalasah,  mesjidil haram wal mesjidil madani wal mesjidil quds”. lalu guru saya memberi Tanggapan terhadap hadis ini ; “seandainya Nabi Muhammmad saw masih hidup hingga pada masa Al-Azhar sekarang ini, maka sungguh mungkin Beliau akan menambahkan  mesjid Al-Azhar ini ke dalam&lt;br /&gt;kelompok mesjid yang tiga tadi”. Dan inilah mungkin jawaban saya terhadap pertanyaanmu yang tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana hal ihwal kaum Muslimin di Nigeria? Kira-kira berapa persen dari jumlah total penduduk seluruhnya?&lt;br /&gt;Alhamdulillah di sana kebanyakannya Adalah kaum muslimin, walaupun ada sebagian mereka yang non-muslim, tapi itu sudah membuktikan bahwa islam adalah agama yang diyakini oleh banyak penduduk diberbagai Negara, baik lelaki ataupun perempuan, tua ataupun muda, bahkan di sana banyak orang non-muslim yang masuk islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa bisa demikian?&lt;br /&gt;Ya, karena islam itu Agama rahmat, cinta dan kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, mungkin pertanyaan terakhir, kira-kira apa harapan atau pesan  ustaz bagi mereka  yang sedang menuntut ilmu di Al-Azhar ini?&lt;br /&gt;(Beliau mengangguk)&lt;br /&gt;Baiklah, saya akan memberikan sedikit nasehat tentang kuliah yang mungkin bisa bermanfaat untuk para penuntut ilmu di Al-Azhar syarief ini, bilamana ketika kamu berpegang teguh, insya Allah kamu akan sukses dan najah disetiap waktu, Sukses dalam ujian dan sukses di segala tempat. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin menyampaikan begini, saya sangat mengharapkan agar mengutamakan keikhlasan dalam menuntut ilmu, tidak hanya karena materi atau nilai saja. Kamu juga harus paham terhadap pelajaran yang diajarkan dosen ketika proses kuliah, karena dulu ketika Saya ketika masih di Al-Azhar ini, Saya punya banyak teman, akan tetapi mereka itu hanya memperhatikan pelajaran dengan menghafal saja tanpa memahami, dan ini adalah  suatu hal yang tidak baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa pemahaman yang kuat dan baik, mungkin dimasa yang akan datang, ketika kamu   tamat  dari Al-Azhar, mustahil kamu mampu untuk menyampaikan kepada orang lain, di sisi lain menyampaikan ilmu adalah bagian dari Agama, sedang Agama itu memerlukan pemahaman, jadi pemahaman ini adalah  sesuatu yang sangat penting untuk diperhatikan oleh seorang pelajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi kenyataataan yang nampak sekarang dikalangan murid Al-Azhar, mereka cenderung mementingkan nilai saja tanpa memerhatikan kadar ilmu yang ia peroleh, Barangkali bisa kita katakan bahwa murid yang memperoleh nilai maqbul bisa jadi lebih kuat pemahamannya dan lebih banyak ilmunya daripada mereka yang mendapat nilai imtiyaz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan saya yang terakhir, banyaklah membaca, konsentrasilah dalam pelajaran dan jangan lupa untuk bertanya pada ulama selama kamu masih di Al-Azhar, sebelum kamu kembali ke Negerimu. Karena jika kamu sudah kembali ke Negerimu kamu tidak akan mendapatkan seorang alim yang alimnnya seperti ulama Al-Azhar. Dan jangan lupa terus berdoa kepada Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(*) Wawancara Tanggal 20 oktober 2008 di Mesjid Al-Azhar, dengan    pengubahan seperlunya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625662722974914301-7811614590124703344?l=ranteputoh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ranteputoh.blogspot.com/feeds/7811614590124703344/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2010/03/hasil-wawancara-bersama-ust.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/7811614590124703344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/7811614590124703344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2010/03/hasil-wawancara-bersama-ust.html' title=''/><author><name>Furqan Ar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11186773398525204662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_oTdULbiX1cs/SiZR9UtU4OI/AAAAAAAAACU/w8JK1dr5yco/S220/wtgfeytdhgfhggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625662722974914301.post-1576039048973146504</id><published>2010-03-18T19:30:00.000+07:00</published><updated>2010-03-18T19:32:36.438+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Punyaqu - Belum Edit'/><title type='text'></title><content type='html'>Berpikir tentang Surga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Furqan Ar-Rasyid Ibrahim&lt;br /&gt;KMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkan sesekali Anda duduk dan meremnung tenttang Asal mula Anda di ciptakan?, Untuk apa Anda di ciptakan didunia ini? Atau juga kemana tujuan Akhir Anda setelah Anda meningggalkan dunia ini??? Lalu Dimana Posisi Anda setelah Sampai di tujuan Akhjir???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau diperhatikan pertanyaan pertanyaan di atas,  sekilas pertanyaan tersebut adalah pertanyaahn yang sangat mudah, mungkin dengan mudah aAnda akan dapat menjawabnya , karena jawabannya sudah Anda temukan kewtika andsa berada di bang ku sekolah dahulu,,, Malah para guru sdering menyebutkannnya secara eksplisit lengkap dengan Dalil dalil Aqli atau dalil dalil Naqli. Namun untuk pertanyaan yang terakhir Anda belum tentu dapat menjawabnya. Sehebat apapun Anda, Anda  belu m tentu dapa t menentukan di ,amana posisi anDA setelah Anda Sampai ditujuan Akhir,&lt;br /&gt;Mungkin Anda selama ini hyanya mampu untuk menerka nerka saja,, tidak untuk memastikan. Terkaan ini boleh jadi dilihat berdasarkan Usaha Anda selama ini .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkaan inipun  tidak jauh berbeeda dengan terkaan Anda pada ujian ujian sekolah atau universitas misalnya, mungkin Anda Akan menerka sebanding dengan usaha usaha yang telah anda perjuang kan, itupun terkadang hasilnya mungkin melesat dari apa yang Anda perkirakan. Boleh jadi tidak melesat terlalu jauh atau bahkan Terkaan anda salah sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan  terkaaan terkaan anda terjhadp pertanyaanh terakhir diatas. Pertanyaan yang se yogyanya anada temukan jawabannya ketika anda berada di akhiorat nanti. Mungkin anda dapat sedikit menemukan jawabannya melalui “permainan menerka” tadi.  Hanya saja yang menjadi perbedaannya untuk pertanyaan yang tarkhir ini, jika Anda bernasib buruk, Anda tidak di beri kesempatan untuk memperbaiki nilai Anda lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, kalu ujian sekolah atau perguruan tadi misalnya, jikalau anada bernasib buruk , anda masih diberikan kesempatan  untuk memperbaikinya dimsa mendatang, atau pada tahapn tahap selanjutnya,  misalkan dalam perkuliajhan anda gagal pada semester pertamna mungkin anda dapat memperbaikinya pada semester kedua yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain hidup yang tengah an da jalani sekarang adalah masa masa ujian yang amat singkat, sdedang Akhirat nanti  Adalah pengumuman kelulusannya, Mumtazkah anda?, jaid jiddan, jaid, Maqbul, manqul Atau Rasib yang Anda peroleh. Wallahu A’lam. Semuanya tergantung Pada Usaha belajar Anda selama di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah sesekali anda menganggap kalau hari ini adalah hari terakhir Anda mengikuti ujian dan besok adalah pengumuman hasil ujian. Cobalah sesekali bemuhasabahlah dalam permainan menerka tadi Kira kira dimana posisi anda Dalam dua terminal utama di Akhirat nanti. Surga Atau neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari sejenak kita memaknai dunia ini sebagai ujian , bilamana kita najah dalam kehoidupan dunia ini, tentu setelah kit a mendapatkan peringkat mumtaz, kita akan di tempatkan di tempat yang mumtaz juga. Ya dengan kata lain mari sejenak kita berpikir tentang surga. Sebagai curah motivasi bagi kita umat muslimin terhadap segala cobaaan yang bergu8lir keras di dunia ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpikir tentang Surga merupakan motivasi terbesar bagi seorang mukmin untuk sukse menghadapi segala macam kemelut persoalan di dunia ini, sebagai natijah  harapan yang di inginkan oleh stiap mukmin yang telah berupaya keras mencari keredhaan Allah semasa hidupnmya di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surga merupakan bukti Ar rahman dan Ar rahim nya Allah bagi setiap merekla yang beriman dan menunaikan segala kewajiban yang telah di tetapkan Alllah. Sebagai ganjaran Allah bagi mereka yang sabar adan Tabah menghadapi segala ujian yang di tetapkan Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surga yang luasnya melebihi luas langit dan bumi, yang tidak Ada cacat didalamnya. Juga surga sebagai terminal terakhir yang tidak Ada lagi ujian di dalamnya, akan tetapi semata –mata merupakan nikmat terbesar yang tak akan pernah berakhir dan juga penghuninya kekal di dalamnya selama lamanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka apalagi sebenarnya yang ditunggu oleh setiap mukmin didunia ini, apalagi yang di cari mukmin selama hidupnya, melainkan pengharapan keredhaan Allah yang terbesar yang Akan menghantarkannya ke Surga Nanti. &lt;br /&gt;Semoga kita semua menjadi Ahli Surga Firdaus A’laa. Amin,.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir , saya menutup tulisan ini dengan sebuah Firman Allah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَى بِنَفْسِكَ اليَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيباً &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625662722974914301-1576039048973146504?l=ranteputoh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ranteputoh.blogspot.com/feeds/1576039048973146504/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2010/03/berpikir-tentang-surga-furqan-ar-rasyid.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/1576039048973146504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/1576039048973146504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2010/03/berpikir-tentang-surga-furqan-ar-rasyid.html' title=''/><author><name>Furqan Ar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11186773398525204662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_oTdULbiX1cs/SiZR9UtU4OI/AAAAAAAAACU/w8JK1dr5yco/S220/wtgfeytdhgfhggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625662722974914301.post-3844644306658846327</id><published>2009-06-19T03:24:00.001+07:00</published><updated>2009-06-19T03:28:18.152+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aliran dan Paham'/><title type='text'>Fitnah Wahabi</title><content type='html'>5  BENTUK PERINGATAN MAULID NABI .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hafalah , &lt;br /&gt;2. Kajian .&lt;br /&gt;3. Renungan&lt;br /&gt;4. Muzakarah&lt;br /&gt;5. Pertandingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pertama adalah Haflah atau ihtifal merupakan salah satu dari cara untuk memperingati Maulid nabi dan inilah yang umunya di lakukan oleh masyarakat kita sama di Malaysia atau pun di Tanah Arab. Mereka akan berkumpul dan dan  berjalan serta  berarak dengan membaca selawat dengan membawa sepanduk berslogan dan sebagainya. Di dalam kitab " Al-Wafa Bil  Ahwal Mustafa" menyebutkan apabila nabi di lahirkan maka ramai di kalangan masyarakat arab bergembira dan merasa takjub , lalu mereka kata ada apa ni ? lalu mereka menjawab ini lah bintang  Ahmad, ramai yahudi dan majusi meerasa kagum . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kedua dalah bentuk kajian , yang lazimnya di lakukan oleh para intelektul dan para ilmuan untuk membicarakan keperibadian nabi seperti seminar , ceramah dan sebagainya samaada  di sekolah , di masjid mahu pun  pejabat .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ketiga Renungan , masyarakat kampung akan berkumpul dan membaca sirah nabi di masjid  atau di rumah  apa yang mashyur di sebut  sebagai "Berzanji" atau "Burdah" di sesetengah tempat , jikalau di tempat saya berzanji di baca bersama terjemahan agar dapat  di faham maksudnya dan merenung perjalanan hidup nabi , &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Keempat adalah dengan Muzakarah  seperti Usrah di rumah mahupun di masjid  setiap orang akan menceritakan tentang sejarah nabi , dengan ringkas mengikut kemampuan masing-masing .Si bapa akan menceritakan kepada anaknya tentang kisah nabi dan sebagainnya , begitu juga si ibu akan menceritakan kisah nabi kepada anaknya.,  pesan guru saya ajarilah  anak-anak kamu  mencintai nabi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kelima selain dari itu ada juga bentuk memperingati  maulid nabi dengan cara pertandingan atau uji bakat seperti bercerita , penulisan , sajak , syair dan sebagainya seperti mana yang berlaku di sekolah-sekolah, sebagai perangsang kepada anak-anak , dan ibu bapa agar sedar betapa pentingnya memperinagti maulid nabi  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi adalah amat melucukan   dan sungguh aneh sekali  jikalau amalan seperti ini di anggap bidaah oleh segolongan manusia yang jahil serta jumud yang kononya tiada dalil berkenaan dengan  maulid nabi , sedangkan perkataan "Maulid" itu sendiri di sebut oleh nabi iaitu " Hari ni adalah hari lahir ku"  cuma bentuk sahaja yang berbeza mengikut kesesuaian zaman dan makan ( tempat ) . seperti yang saya sebutkan di atas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga dengan keterangan ini jelaslah memperingati  "Maulid nabi"  adalah amalan yang baik dan di sukai .Sesungguhnya umat Islam di dunia ini tidak berkumpul melakukan kesesatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waallahu 'alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625662722974914301-3844644306658846327?l=ranteputoh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ranteputoh.blogspot.com/feeds/3844644306658846327/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2009/06/fitnah-wahabi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/3844644306658846327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/3844644306658846327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2009/06/fitnah-wahabi.html' title='Fitnah Wahabi'/><author><name>Furqan Ar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11186773398525204662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_oTdULbiX1cs/SiZR9UtU4OI/AAAAAAAAACU/w8JK1dr5yco/S220/wtgfeytdhgfhggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625662722974914301.post-1685304030433179002</id><published>2009-06-19T02:44:00.000+07:00</published><updated>2009-06-19T02:45:28.322+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadits'/><title type='text'>Takhrijul Hadist</title><content type='html'>Salah satu manfaat dari takhriijul hadits adalah memberikan informasi bahwa suatu hadits sahih, hasan, ataupun daif, setelah diadakan penelitian dari segi matan maupun sanadnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. PENGERTIAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Takhij adalah bentuk masdar dari fill madi yang secara bahasa berarti mengeluakan sesuatu dari tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian takhrij menurut ahli hadis memiliki tiga (3) macam pengertian, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Usaha mencari sanad hadis yang terdapat dalam kitab hadis karya orang lain, yang tidak sama dengan sanad yang terdapat dalam kitab tersebut. Usaha semacam ini dinamakan juga istikhraj. Misalnya seseorang mengambil sebuah hadis dari kitab Jamius Sahih Muslim. kemudian ia mencari sanad hadis tersebut yang berbeda dengan sanad yang telah ditetapkan oleh lmam Muslim.&lt;br /&gt;   2. Suatu keterangan bahwa hadis yang dinukilkan ke dalam kitab susunannya itu terdapat dalam kitab lain yang telah disebutkan nama penyusunnya. Misalnya, penyusun hadis mengakhiri penulisan hadisnya dengan kata-kata: "Akhrajahul Bukhari", artinya bahwa hadis yang dinukil itu terdapat kitab Jamius Sahih Bukhari. Bila ia mengakhirinya dengan kata Akhrajahul Muslim berarti hadis tersebut terdapat dalam kitab Sahih Muslim.&lt;br /&gt;   3. Suatu usaha mencari derajat, sanad, dan rawi hadis yang tidak diterangkan oleh penyusun atau pengarang suatu kitab.&lt;br /&gt;      Misalnya:&lt;br /&gt;         1. Takhrij Ahadisil Kasysyaaf, karyanya Jamaluddin Al-Hanafi adalah suatu kitab yang mengusahakan dan menerangkan derajat hadis yang terdapat dalam kitab Tafsir AI-Kasysyaaf yang oleh pengarangya tidak diterangkan derajat hadisnya, apakah sahih, hasan, atau lainnya.&lt;br /&gt;         2. Al Mugny AnHamlil Asfal, karya Abdurrahim Al-Iraqy, adalah kitab yang menjelaskan derajat-derajat hadis yang terdapat dalam kitab Ihya Ulumuddin karya Al-Ghazali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. MANFAAT TAKHRIJUL HADIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa manfaat dari takhrijul hadis antara lain sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Memberikan informasi bahwa suatu hadis termasuk hadis sahih, hasan, ataupun daif, setelah diadakan penelitian dari segi matan maupun sanadnya;&lt;br /&gt;   2. Memberikan kemudahan bagi orang yang mau mengamalkan setelah tahu bahwa suatu hadis adalah hadis makbul (dapat diterima). Dan sebaliknya tidak mengamalkannya apabila diketahui bahwa suatu hadis adalah mardud (tertolak).&lt;br /&gt;   3. Menguatkan keyakinan bahwa suatu hadis adalah benar-benar berasal dari Rasulullah SA W. yang harus kita ikuti karena adanya bukti-bukti yang kuat tentang kebenaran hadis tersebut, baik dan segi sanad maupun matan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. KITAB-KITAB YANG DIPERLUKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa kitab yang diperlukan untuk melakukan takhrij hadis. Adapun kitab-kitab tersebut antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hidayatul bari ila tartibi ahadisil Bukhari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyusun kitab ini adalah Abdur Rahman Ambar AI-Misri At-Tahtawi. Kitab ini disusun khusus untuk mencari hadis-hadis yang termuat dalam Sahih AI-Bukhari. Lafal-lafal hadis disusun menurut aturan urutan huruf abjad Arab. Namun hadis-hadis yang dikemukakan secara berulang dalam Sahih Bukhari tidak dimuat secara berulang dalam kamus di atas. Dengan demikian perbedaan lafal dalam matan hadis riwayat AI-Bukhari tidak dapat diketahui lewat kamus tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mu jam Al-Fazi wala siyyama al-garibu minha atau fihris litartibi ahadisi sahihi Muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab tersebut merupakan salah satu juz, yakni juz ke- V dari Kitab Sahih Muslim yang disunting oleh Muhammad Abdul Baqi. Jus V ini merupakan kamus terhadap Jus ke-I -IV yang berisi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Daftar urutan judul kitab serta nomor hadis dan juz yang memuatnya.&lt;br /&gt;   2. Daftar nama para sahabat Nabi yang meriwayatkan hadis yang termuat dalam Sahih Muslim.&lt;br /&gt;   3. Daftar awal matan hadis dalam bentuk sabda yang tersusun menurut abjad serta diterangkan nomor-nomor hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari, bila kebetulan hadis tersebut juga diriwayatkan oleh Bukhari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Miftahus Sahihain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab ini disusun oleh Muhammad Syarif bin Mustafa Al-Tauqiah. Kitab ini dapat digunakan untuk mencari hadis-hadis yang diriwayatkan oleh Muslim. Akan tetapi hadis-hadis yang dimuat dalam kitab ini hanyalah hadis-hadis yang berupa sabda (qauliyah) saja. Hadis tersebut disusun menurut abjad dari awal lafal hadis lafal matan hadis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. AI-Bugyatu fi tartibi ahadasi al-hilyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab ini disusun oleh Sayyid Abdul Aziz bin Al-Sayyid Muhammad bin Sayyid Siddiq AI-Qammari. Kitab hadis tersebut memuat dan menerangkan hadis-hadis yang tercantum dalam kitab yang disusun Abu Nuaim AI-Asabuni (w. 430 H) yang berjudul: Hilyatul auliyai wababaqatul asfiyai. Sejenis dengan kitab tersebut di atas adalah kitab Miftahut tartibi li ahadisi tarikhil khatib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang disusun oleh Sayyid Ahmad bin Sayyid Muhammad bin Sayyid As-Siddiq AI-Qammari yang memuat dan menerangkan hadis-hadis yang tercantum dalam kitab sejarah yang disusun oleh Abu Bakar bin Ali bin Subit bin Ahmad AI-Bagdadi yang dikenal dengan AI-Khatib Al- Bagdadi ( w. 463 H). Susunan kitabnya diberi judul Tarikhu Bagdadi yang terdiri atas 4 jilid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Al-Jamius Sagir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab ini disusun oleh Imam Jalaludin Abdurrahman As-Suyuti (w.91h). Kitab kamus hadis tersebut memuat hadis-hadis yang terhimpun dalam kitab himpunan kutipan hadis yang disusun oleh As-suyuti juga, yakni kitab Jam 'ul Jawani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis yang dimuat dalam kitab Jamius Sugir disusun berdasarkan urutan abjad dari awal lafal matan hadis. Sebagian dari hadis-hadis itu ada yang ditulis secara lengkap dan ada pula yang ditulis sebagian-sebagian saja, namun telah mengandung pengertian yang cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab hadis tersebut juga menerangkan nama-nama sahabat Nabi yang meriwayatkan hadis yang bersangkutan dan nama-nama Mukharijnya (periwayat hadis yang menghimpun hadis dalam kitabnya). Selain itu, hampir setiap hadis yang dikutip dijelaskan kualitasnya menurut penilaian yang dilakukan atau disetujui oleh As-suyuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. AI-Mujam al-mufahras li alfazil hadis nabawi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyusun kitab ini adalah sebuah tim dari kalangan orientalis. Di antara anggota tim yang paling aktif dalam kegiatan proses penyusunan ialah Dr. Arnold John Wensinck (w.j 939 m), seorang profesor bahasa-bahasa Semit, termasuk bahasa Arab di Universitas Leiden, negeri Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab ini dimaksudkan untuk mencari hadis berdasarkan petunjuk lafal matan hadis. Berbagai lafal yang disajikan tidak dibatasi hanya lafal-lafal yang berada di tengah dan bagian-bagian lain dari matan hadis. Dengan demikian, kitab Mu'jam mampu memberikan informasi kepada pencari matan dan sanad hadis, asal saja sebagian dari lafal matan yang dicarinya itu telah diketahuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab Mu'jam ini terdiri dari tujuh Juz dan dapat digunakan untuk mencari hadis-hadis yang terdapat dalam sembilan kitab hadis, yakni: Sahih Bukhari, Sahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Sunan Turmuzi, Sunan Nasai, Sunan Ibnu Majjah, Sunan Daromi, Muwatta Malik, dan Musnad Ahmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. CARA MELAKSANAKAN TAKHRIJUL HADIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar menakhrij hadis (takhyijul hadis) dapat dibagi menjadi dua cara dengan menggunakan kitab-kitab sebagaimana telah disebutkan di atas. Adapun dua macam cara takhrijul hadis yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menakhrij hadis telah diketahui awal matannya, maka hadis tersebut dapat dicari atau ditelusuri dalam kitab-kitab kamus hadis dengan dicarikan huruf awal yang sesuai diurutkan dengan abjad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya hadis Nabi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui lafal lengkap dari penggalan matan tersebut, langkah yang harus dilakukan adalah menelusuri penggalan matan itu pada urutan awal matan yang memuat penggalan matan yang dimaksud. Ternyata halaman yang ditunjuk memuat penggalan lafal tersebut adalah halaman 2014. Berarti, lafal yang dicari berada pada halaman 20 14 juz IV. Setelah diperiksa, maka diketahuilah bahwa bunyi lengkap matan hadis yang dicari adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;"(Hadis) riwayat Abu Hurairah bahwa Rasullulah bersabda, "(Ukuran) orang yang kuat (perkasa) itu bukanlah dari kekuatan orang itu dalam berkelahi, tetapi yang disebut sebagai orang yang kuat adalah orang yang mampu menguasai dirinya tatkala dia marah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila hadis tersebut dikutip dalam karya tulis ilmiah, maka sesudah lafal matan dan nama sahabat periwayat hadis yang bersangkutan ditulis, nama Imam Muslim disertakan. Biasanya kalimat yang dipakai adalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama sahabat periwayat hadis dalam contoh di atas adalah Abu Hurairah, dapat pula ditulis sesudah nama Muslim dan tidak ditulis di awal matan. kalimat yang dipakai berbunyi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab Sahih Muslim dicantumkan di catatan kaki sebagaimana lazimnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamus yang disusun oleh Muhamad Fuad Abdul Baqi tersebut tidak mengemukakan lafal hadis Nabi yang dalam bentuk selain sabda. bahkan hadis yang berupa sabda pun tidak disebutkan seluruhnya. Contoh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lafal hadis tersebut tidak termuat dalam kamus, padahal Sahih Muslim memuatnya dalam juz III halaman 1359, nomor urut hadis 1734. Hadis yang dimuat dalam kamus adalah hadis yang semakna yang terdapat dalam juz dan halaman yang sama dengan nomor urut hadis 1733, lafalnya berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menakhrij hadis dengan berdasarkan topik permasalahan (takhrijul hadis bit Mundu'i)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya mencari hadis terkadang tidak didasarkan pada lafal matan (materi) hadis, tetapi didasarkan pada topik masalah. Pencarian matan hadis berdasarkan topik masalah sangat menolong pengkaji hadis yang ingin memahami petunjuk-petunjuk hadis dalam segala konteksnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencarian matan hadis berdasarkan topik masalah tertentu itu dapat ditempuh dengan cara membaca berbagai kitab himpunan kutipan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hadis, namun berbagai kitab itu biasanya tidak menunjukkan teks hadis menurut para periwayatnya masing-masing. Padahal untuk memahami topik tertentu tentang petunjuk hadis, diperlukan pengkajian terhadap teks-teks hadis menurut periwayatnya masing-masing. Dengan bantuan kamus hadis tertentu, pengkajian teks dan konteks hadis menurut riwayat dari berbagai periwayat akan mudah dilakukan. Salah satu kamus hadis itu ialah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Untuk empat belas kitab hadis dan kitab tarikh Nabi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab tersebut merupakan kamus hadis yang disusun berdasarkan topik masalah. Pengarang asli kamus hadis tersebut adalah Dr. A.J. Wensinck (Wafat 1939 M), seorang orientalis yang besar jasanya dalam dunia perkamusan hadis. Sebagaimana telah dibahas dalam uraian terdahulu, Dr. A.J. Wensinck adalah juga penyusun utama kitab kamus hadis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa asli dari kitab Miftah Kunuzis-Sunnah adalah bahasa Inggris dengan judul a Handbook of Early Muhammadan. Kamus hadis yang berbahasa Inggris tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Arab sebagaimana tercantum di atas oleh Muhamad Fuad Abdul-Baqi. Muhamad Fuad tidak hanya menerjemahkan saja, tetapi juga mengoreksi berbagai data yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naskah yang berbahasa inggris diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 1927 dan terjemahannya pada tahun 1934.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kamus hadis tersebut dikemukakan berbagai topik, baik. yang berkenaan dengan masalah-masalah yang berkaitan dengan petunjuk Nabi maupun yang berkenaan dengan masalah-masalah yang berkaitan dengan nama. Untuk setiap topik biasanya disertakan beberapa subtopik, dan untuk setiap subtopik dikemukakan data hadis dan kitab yang menjelaskannya. Berarti, lafal yang dicari berada pada halaman 2014 juz IV. Setelah diperiksa, maka diketahuilah bahwa bunyi lengkap matan hadis yang dicari adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;"(Hadis) riwayat Abu Hurairah bahwa Rasullulah SAW bersabda, "(Ukuran) orang yang kuat (perkasa) itu bukanlah dari kekuatan orang itu dalam berkelahi, tetapi yang disebut sebagai orang yang kuat adalah orang yang mampu menguasai dirinya tatkala dia marah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hadis tersebut dikutip dalam karya tulis ilmiah, maka sesudah ditulis lafal matan dan nama sahabat periwayat hadis yang bersangkutan, disertakan nama Imam Muslim. Biasanya kalimat yang dipakai adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama sahabat periwayat hadis, dalam contoh di atas adalah Abu Hurairah, dapat pula ditulis sesudah nama Muslim dan tidak ditulis di awal matan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, kalimat yang dipakai dapat berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab Sahih Muslim dicantumkan di catatan kaki sebagaimana lazimnya. Kamus yang disusun oleh Muhammad Fuad Abdul-Baqi tersebut tidak mengemukakan lafal hadis Nabi yang dalam bentuk selain sabda. Bahkan hadis yang berupa sabda pun tidak seluruhnya dimuat. Salah satu contohnya ialah lafal hadis yang berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lafal hadis tersebut tidak termuat dalam kamus, padahal Sahih Muslim memuatnya dijuz III halaman 1359, nomor urut hadis: 1734. Lafal yang dimuat dalam kamus adalah hadis yang semakna yang terdapat dalam juz dan halaman yang sama, dengan nomor urut hadis 1733. Lafal itu berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggalan hadis nomor 1631 merupakan contoh juga dari matan hadis yang tidak termuat dalam kamus itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab-kitab yang menjadi rujukan kamus tidak hanya kitab-kitab hadis saja, tetapi juga kitab-kitab sejarah (tarikh) Nabi. Jumlah kitab rujukan itu ada empat belas kitab, yakni:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kamus, llama dan beberapa hal yang berhubungan dengan kitab-kitab tersebut dikemukakan dalam bentuk lambang. Contoh berbagai lambang yang dipakai dalam kamus hadis Miftah Kunuzis-Sunnah, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=j us pertama (awal)&lt;br /&gt;= bab&lt;br /&gt;= sahih al-bukhari&lt;br /&gt;= Sunan Abi Daud&lt;br /&gt;= Sunan At-Turmuzi&lt;br /&gt;= Juz ketiga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;= juz kedua&lt;br /&gt;= Juz&lt;br /&gt;= Hadis&lt;br /&gt;= Musnad Ahmad&lt;br /&gt;= juz kelima&lt;br /&gt;= juz keempat&lt;br /&gt;= Musnad Zald bin Ali&lt;br /&gt;= juz keenam&lt;br /&gt;= halaman (Sathah)&lt;br /&gt;= Musnad Abi Daud At-Thayalisi&lt;br /&gt;= Tabaqat Ibni Saad&lt;br /&gt;= Bagian Kitab (Qismul-kitab)&lt;br /&gt;= Konfirmasikan data yang sebelumnya dengan data yang sesudahnya&lt;br /&gt;= Magazi AI-Waqidi&lt;br /&gt;= Kitab ( dalam arti bagian)&lt;br /&gt;= Muatta' Malik&lt;br /&gt;= Sunan Ibni Majah&lt;br /&gt;= Sahih Muslim&lt;br /&gt;= Hadis terulang beberapa kali&lt;br /&gt;= Sunan Ad-Darimi&lt;br /&gt;= Sunan An-Nasai&lt;br /&gt;= Sirah Ibni Hisyam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angka kecil yang berada di sebelah kiri bagian atas dari angka Yang umum = hadis yang bersangkutan termuat sebanyak angka kecil itu pada halaman atau bab yang angkanya disertai dengan angka kecil tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap halaman kamus terbagi dalam tiga kolom. Setiap kolom memuat topik; Setiap topik biasanya mengandung beberapa subtopik; dan pada setiap subtopik dikemukakan data kitab yang memuat hadis yang bersangkutan. Cara penggunaannya seperti berbagai hadis yang dicari adalah yang memberi petunjuk tentang pemenuhan nazar: Dengan demikian, topik Yang dicari dalam kamus adalah topik tentang nazar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kamus (Miftah Kunuzis-Sunnah) terbitan Lahore (pakistan), topik nazar termuat di halaman 497, kolom ketiga. Topik tersebut mengandung empat belas subtopik. Subtopik Yang dicari berada pada urutan kedua belas, di halaman 498, kolom ketiga. Data Yang tercantum dalam subtopik tersebut adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memahami kembali maksud lambang-lambang yang telah dikemukakan dalam uraian sebelumnya, maka dapat diketahui bahwa maksud data di atas ialah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Sunan Abu Daud, nomor urut kitab (bagian): 21; nomor urut bab: 22.&lt;br /&gt;   2. Sunan lbnu Majah, nomor urut kitab (bagian): 11;nomor utut bab: 18.&lt;br /&gt;   3. Sunan Ad-Darimi, nomor urut kitab (bagian): 14; nomor urut bab: 1.&lt;br /&gt;   4. Muatta ' Malik, nomor urut kitab (bagian): 22 nomor urut bab: 3.&lt;br /&gt;   5. Musnad Ahmad, juz ll, halaman 159; juz lII, halaman 419; dan juz VI, halaman 266 ( dalam halaman itu, hadis dimaksud dimuat dua kali) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah data diperoleh, maka hadis yang dicari, yakni dalam hal ini hadis yang membahas pemenuhan nazar diperiksa pada kelima kitab hadis di atas. Judul-judul kitab (dalam arti bagian) yang ditunjuk dalam data di atas dapat diperiksa pada daftar nama kitab (dalam arti bagian) yang termuat pada Bab IV tulisan ini untuk masing-masing kitab hadis yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila yang dicari, misalnya berbagai hadis Nabi tentang tata cara salat malam yang dilakukan Nabi pada bulan Ramadan, maka topik yang dicari dalam kamus adalah topik Ramadan. Topik tersebut ada di halaman 211, kolom ketiga. Subtopik untuk Ramadan ada dua puluh satu macam. Subtopik yang dicari berada pada urutan subtopik keenam dan terletak di halaman 212, kolom kedua (tengah). Data yang dikemukakan adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memeriksa lambing-lambang yang telah dikemukanan dalam pembahasan terlebih dahulu, maka data tersebut dapat dipahami maksudnya. Sesudah itu lalu diperiksa hadis-hadis yang termuat dalam keenam kitab hadis tersebut, yakni dalam Sahih Al-Bukhari, Sahih Muslim, Sunan At-Turmuzi, Sunan Abu Daud, Sunan An-Nasai dan Musnad Ahmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekiranya topik yang dikaji berkaitan dengan nama orang, misalnya Abu Jahal, maka nama tersebut ditelusuri dalam kamus. Nama Abu Jahal ternyata terletak di halaman l5 kolom kedua, subtopiknya ada empat macam. Data untuk subtopik yang pertama, misalnya berbunyi sebagai berikut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Keburukan tingkah laku Abu Jahal terhadap Nabi SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian untuk mengetahui keburukan tingkah laku AbuJahal kepada Nabi Muhamad, dapat diperiksa hadis-hadis yang termuat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Sahih Muslim, nomor urut kitab (bagian): 50; pada nomor urut hadis: 28&lt;br /&gt;   2. Musnad Ahmad, juz II, halaman 370. Data tersebut agar dikonfirmasikan dengan data yang dikemukakan sebelumnya dan sesudahnya.&lt;br /&gt;   3. Sirah Ibnu Hisyam, halaman 184.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memperlancar pencarian hadis berdasarkan topik tersebut, perlu dilakukan praktek pencarian hadis berdasarkan data yang dikemukakan oleh kamus. Perlu ditegaskan bahwa berbagai hadis yang ditunjuk oleh kamus belum dijelaskan kualitasnya. Untuk mengetahui kualitasnya diperlukan penelitian tersendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625662722974914301-1685304030433179002?l=ranteputoh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ranteputoh.blogspot.com/feeds/1685304030433179002/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2009/06/takhrijul-hadist.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/1685304030433179002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/1685304030433179002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2009/06/takhrijul-hadist.html' title='Takhrijul Hadist'/><author><name>Furqan Ar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11186773398525204662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_oTdULbiX1cs/SiZR9UtU4OI/AAAAAAAAACU/w8JK1dr5yco/S220/wtgfeytdhgfhggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625662722974914301.post-8543876807275532868</id><published>2009-06-19T02:43:00.001+07:00</published><updated>2009-06-19T02:43:42.815+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kristologi'/><title type='text'>Pribadi Yesus dan Ajarannya</title><content type='html'>Yesus  yang  menurut  orang Kristen dan Katolik adalah Allah&lt;br /&gt;   Putera yang turun ke dunia untuk menjadi manusia dan penebus&lt;br /&gt;   dosa umat manusia, memang dapat diakui sebagai tokoh sejarah&lt;br /&gt;   yang hebat. Tahun dibagi menjadi dua  ialah  sebelum  Masehi&lt;br /&gt;   dan  sesudah  Masehi.  Terhadap  tokoh  ini  beraneka  ragam&lt;br /&gt;   pendapat. Golongan Yahudi, berpendapat bahwa Yesus itu tokoh&lt;br /&gt;   pemberontak   dan   pengacau.  Golongan  Kristen,  memujanya&lt;br /&gt;   sebagai pribadi Allah  yang  turun  mengejawantah.  Golongan&lt;br /&gt;   Islam  berpendapat  bahwa  Yesus  seorang Nabi besar, tetapi&lt;br /&gt;   bukan putera Allah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   Lepas dari semua pandangan yang berbeda, kalau kita meninjau&lt;br /&gt;   tokoh  ini  memang  merupakan  tokoh  yang boleh dibanggakan&lt;br /&gt;   pengajaran-pengajarannya. Beliau mengajarkan kerendahan hati&lt;br /&gt;   yang   tulus:   "Jika  engkau  ditampar  pipamu  yang  kiri;&lt;br /&gt;   serahkanlah  yang   kanan."   Sikap   munafik   ditentangnya&lt;br /&gt;   hebat-hebatan.  "Jika engkau berdoa, masuklah kedalam rumah,&lt;br /&gt;   tutuplah pintu dan  berdoalah  kepada  Bapamu  yang  ada  di&lt;br /&gt;   tempat  tersembunyi" (Mateus 6: 6). Dan sabdanya: "Janganlah&lt;br /&gt;   berdoa seperti orang munafik, yang suka bertdoa  ditepi-tepi&lt;br /&gt;   jalan dan ditikungan jalan supaya dilihat orang."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   Dalam  memberi  dermapun Yesus mengutuk sikap munafik, "Jika&lt;br /&gt;   engkau memberi sedekah, janganlah diketahui oleh tangan kiri&lt;br /&gt;   apa yang dibuat oleh tangan kanan" (Mateus 6: 3). Juga dalam&lt;br /&gt;   hal berpuasa sikap munafik yang hanya  ingin  dilihat  orang&lt;br /&gt;   lain  sangat dicela oleh Yesus: "Jika engkau berpuasa jangan&lt;br /&gt;   muram mukamu, tetapi minyakilah rambutmu dan cucilah  mukamu&lt;br /&gt;   supaya  orang  lain  tak  melihat  engkau  sedang  berpuasa"&lt;br /&gt;   (Mateus 6: 16-18).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   Yesus  mengajar  kepada  kita  untuk  percaya  betul  kepada&lt;br /&gt;   penyelenggaraan  Ilahi,  supaya  kita  tidak membalas dendam&lt;br /&gt;   kepada orang lain. Untuk  itu  periksalah  Mateus  pasal  6.&lt;br /&gt;   Orang  dari  agama  apapun  bisa  menghargai Yesus dan semua&lt;br /&gt;   ajarannya. Bagiku Yesus adalah Guru  yang  baik,  Guru  yang&lt;br /&gt;   mengajarkan  kebaikan  dan kesolehan yang tidak dibuat-buat.&lt;br /&gt;   Beliau paling membenci sesuatu hal  yang  dibuat-buat,  hari&lt;br /&gt;   Sabat yang dianggap keramat oleh golongan Parisi didobraknya&lt;br /&gt;   karena  mereka  melaksanakan   hukum   hari   Sabat   secara&lt;br /&gt;   berlebih-lebihan   sehingga   cinta   kasih   kepada  sesama&lt;br /&gt;   diabaikan demi kekeramatan hari Sabat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   Yesus  mengajar  dengan  bahasa  rakyat,  bahasa  yang  bisa&lt;br /&gt;   dimengerti oleh rakyat jelata. Beliau bukan saja mengajarkan&lt;br /&gt;   kesederhanaan, tetapi beliau juga melaksanakan kesederhanaan&lt;br /&gt;   itu. Beliau tidak hanya mengajar supaya kita mencintai orang&lt;br /&gt;   lain, tetapi beliau juga  melaksanakan  cinta  kasih  dengan&lt;br /&gt;   menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, menolong&lt;br /&gt;   penganten yang  nyaris  kehabisan  anggur  di  tengah-tengah&lt;br /&gt;   pesta mereka.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   Yesus  juga  contoh  pribadi yang tidak segan-segan berkata:&lt;br /&gt;   "Tidak" jika memang  keyakinannya  demikian.  Beberapa  kali&lt;br /&gt;   orang   Parisi   mencoba   menjebak   dia,  namun  dia  bisa&lt;br /&gt;   membalikkannya dengan  begitu  tepat.  Ketika  orang  Parisi&lt;br /&gt;   bertanya:  "Perlukah  kita  membayar  pajak?"  Yesus  dengan&lt;br /&gt;   pertanyaan  ini  dihadapkan  kepada  buah  simalakama,  pata&lt;br /&gt;   posisi  yang sulit. Jika dia berkata: '~tidak,, dia dianggap&lt;br /&gt;   pemberontak.  Jika  menjawab:  "ya,"  mereka  akan   berkata&lt;br /&gt;   mengapa  utusan  Allah  lebih rendah dari pada Kaisar. Dalam&lt;br /&gt;   keadaan seperti itu Yesus balik  bertanya:  "Coba  tunjukkan&lt;br /&gt;   uang  itu.  Gambar siapakah itu?" Jawab kaum Parisi: "Gambar&lt;br /&gt;   Kaisar." Kemudian Yesus berkata: "Serahkanlah kepada  kaisar&lt;br /&gt;   yang  menjadi  hak  kaisar dan kepada Tuhan apa yang menjadi&lt;br /&gt;   hak Tuhan."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   Saya  mengakui  bahwa   pribadi   Yesus   begitu   agungnya,&lt;br /&gt;   sampai-sampai  seluruh  hidupnya dicurahkan untuk memberikan&lt;br /&gt;   perhatian kepada orang kecil. Saya menghormati  pribadi  ini&lt;br /&gt;   sebagai  pribadi  yang  mendobrak ketidakadilan, dan menolak&lt;br /&gt;   kultus individu. Kepada orang yang disembuhkan  dari  sakit,&lt;br /&gt;   dia  selalu  berpesan agar tidak dikatakan kepada orang lain&lt;br /&gt;   peristiwa penyembuhannya itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   Tentang kemurnian hidup beliau  mengajarkan:  "Setiap  orang&lt;br /&gt;   yang  memandang  seorang  wanita,  dan menginginkannya sudah&lt;br /&gt;   berzina di dalam hatinya"  (Mateus  5:  28).  Dalam  memilih&lt;br /&gt;   murid-muridnya Yesus tidak memandang dari mana asal usulnya.&lt;br /&gt;   Mateus, seorang penarik bea yang dalam pandangan  masyarakat&lt;br /&gt;   Yahudi  bukan  profesi  yang  baik,  dipilih sebagai seorang&lt;br /&gt;   muridnya. Petrus seorang nelayan sederhana, dipilih  sebagai&lt;br /&gt;   tua-tua murid yang lain.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   Yesus   tidak   menyukai   kekerasan,  walaupun  itu  kepada&lt;br /&gt;   musuhnya. Ketika Petrus memarang telinga tentara  yang  akan&lt;br /&gt;   menangkap Yesus sehingga daun telinganya putus, daun telinga&lt;br /&gt;   itu  justru  diambil  oleh  Yesus  dan  dilekatkan   kembali&lt;br /&gt;   ketempat asalnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   Kepada  orang  yang mendengarkan pengajarannya, beliau tidak&lt;br /&gt;   melupakan kesejahteraannya.  Ketika  pada  waktu  makan  dan&lt;br /&gt;   tidak  tersedia makanan, Yesus mengambil sepotong roti kecil&lt;br /&gt;   dan dua ekor ikan  yang  dibawa  oleh  anak  kecil  kemudian&lt;br /&gt;   diperbanyak  olehnya  dan  dibagikan kepada orang-orang itu;&lt;br /&gt;   tetapi    manakala    pada     kesempatan     lain     orang&lt;br /&gt;   berbondong-bondong mengikuti, justru Yesus menolaknya karena&lt;br /&gt;   tahu bahwa motivasinya  karena  ingin  roti  hasil  mukjijat&lt;br /&gt;   Yesus.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   Tiada    suatu   pengaruh   lain   yang   bisa   melenyapkan&lt;br /&gt;   peoghormatanku pada Yesus Kristus sebagai pribadi  pembaharu&lt;br /&gt;   peradaban manusia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; --------------------------------------------------------------------------------Siapa Sebenarnya Juruselamat Dunia?&lt;br /&gt;Oleh Yohannes Baptista Sariyanto Siswosoebroto&lt;br /&gt;Penerbit PERSATUAN Jln. KHA Dahlan 103, Yogyakarta, 1977&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625662722974914301-8543876807275532868?l=ranteputoh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ranteputoh.blogspot.com/feeds/8543876807275532868/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2009/06/pribadi-yesus-dan-ajarannya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/8543876807275532868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/8543876807275532868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2009/06/pribadi-yesus-dan-ajarannya.html' title='Pribadi Yesus dan Ajarannya'/><author><name>Furqan Ar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11186773398525204662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_oTdULbiX1cs/SiZR9UtU4OI/AAAAAAAAACU/w8JK1dr5yco/S220/wtgfeytdhgfhggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625662722974914301.post-7221115516577112754</id><published>2009-06-19T02:40:00.000+07:00</published><updated>2009-06-19T02:41:25.613+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafsir dan ulumul Quran'/><title type='text'>TAFSIR HUMANIS ATAS SYARIAT ISLAM</title><content type='html'>Zuhairi Misrawi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencuatnya keinginan masyarakat muslim di tanah air untuk menerapkan syariat Islam merupakan gejala yang menarik untuk diamati, bukan hanya dalam hal penerapan yang bersifat teknis, akan tetapi dalam mengungkap dimensi yang hilang (al-bu’d al-dla’i’) dalam wacana syari’at Islam. Setidaknya terdapat ruang yang lebar untuk “memahami” kembali syariat Islam yang selama ini hanya identik dengan istilah “penerapan dan formalisasi” (tathbiq). Arus reformasi dan demokratisasi yang berhembus dahsyat pasca-totalitarianisme Orde Baru telah mengilhami keterbukaan dan kebebasan untuk mendiskusikan wacana keagamaan yang selama ini mengalami keterkungkungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut dapat dimaklumi sebagai sebuah proses yang wajar untuk mencapai pemahaman yang otentik. Hanya saja dalam kaitannya dengan syariat Islam, bukanlah hal yang sepele dikarenakan beberapa hal; pertama, perdebatan syariat Islam bukan wacana baru, akan tetapi merupakan “beban sejarah” yang sampai detik ini belum tuntas, sewaktu-waktu akan menjadi bom yang siap meledak dan sekaligus menjadi hambatan bagi terciptanya wacana kebangsaan yang kukuh. Kedua, adanya pemahaman yang artifisialistik dan reduksionis, tatkala syariat Islam dipersempit pada aras ketentuan-ketentuan hukum yang kaku dan rigit, sehingga yang mengemuka wajah terseram yang menampilkan cover terburuk dari syariat Islam. Peristiwa perajaman Abdullah di Maluku dan fenomena jihad politik merupakan konsekuensi dari kecenderungan artifisialistik terhadap syariat Islam. Ketiga, kecenderungan memahami syariat Islam sebagai solusi dan jalan hidup yang bersifat totalistik (qath’i), tanpa mempertimbangkan aspek historisitas dan kontekstualitas, sehingga berakibat pada pendangkalan nilai-nilai universal syariat Islam yang sejatinya menghidangkan menu kearifan, kedamaian, keadaban dan pandangan hidup yang dinamis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga hal tersebut dapat dijadikan titik tolak untuk menyingkap tirai syariat Islam yang masih “misterius” dan tidak memiliki performance yang jelas. Di samping secara tegas masih terdapat kontradiksi antara nilai-nilai ideal agama yang mengajarkan keseimbangan, keadilan, kebenaran dan kemanusiaan dengan penerapan syariat dalam tataran praksis yang meniscayakan permusuhan dan pemutusan dengan non-muslim, kekerasan dan pemberlakukan hukum yang hegemonik, bahkan tidak humanis. Di sinilah perlu ada pembacaan ulang terhadap syari’at untuk memberikan corak dan warna baru terhadap syari’at, sehingga syari’at Islam menjadi rahmatan li al-‘alamien, pengikat tali kasih antar penghuni di alam semesta ini, penebar kedamaian dan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;Otentisitas versus Fundamentalisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketertinggalan dan keterbelakangan umat Islam di pelbagai belahan dunia Islam telah menyulut semangat umat Islam untuk mencari model terbaik untuk merengguk kejayaan yang hilang beberapa abad terakhir ini, sehingga tidak ayal apabila seruan yang menggema, yaitu “Islam sebuah alternatif”, “menegakkan syariat Islam”, “mendirikan negara Islam” dan lain-lain. Setidaknya, hal tersembut membentuk nalar kolektif yang mempengaruhi struktur pemikiran keislaman di tanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi politik yang centang-perentang dan pertumbuhan ekonomi yang terseok-seok kerapkali dianggap sebagai konsekuensi dari penjauhan diri terhadap ajaran Islam. Karenanya, reaksi oposisional yang dilakukan pro-penerapan syariat Islam hanya pada tataran ideologi yang emosional belaka dan tidak jarang menampakkan kekerasan dan penindasan terhadap minoritas. Yang menggema adalah corak fundamentalistik yang identik dengan pola-pola kekerarasan, totalitarian, monologis dan lekat dengan cara-cara konservatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara sepintas, akar-akar sayap fundamentalis dapat dilacak dari pola yang digunakan dalam mewujudkan cita-cita mereka. Pertama, adanya keterbatasan dalam memahami ajaran keislaman atau secara sengaja mengambil domain sejarah, mazhab dan kepentingan tertentu, sehingga terkesan memainkan pola yang ekstrim. Dalam hal ini tercermin dalam landasan teologis yang seringkali digunakan kalangan fundamentalis yaitu fatalisme dan teori kasb ala Imam Asy’ari yang menghendaki moderasi antara kepatuhan pada Tuhan dan inovasi manusia. Namun keduanya, pada akhirnya mempunyai proyek besar untuk mengunggulkan kekuasaan Tuhan di atas segala-galanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola pikir semacam itu, menurut Hassan Hanafi dalam al-Turats wa al-Tajdid; Maugqifuna min al-Turats al-Qadim  telah membentuk “suasana kejiwaan” yang kemudian menjadi tradisi yang berpengaruh terhadap prilaku keberagamaan dan politik dalam tataran negara-bangsa (nation-state). Fatalisme dan kasb mempunyai problem yang sama, terutama dalam membentuk kepatuhan passif dan pemahaman fundamentalistik, sehingga seseorang harus melakukan pembelaan dan pemberhalaan terhadap “kekuasaan” yang “maha kuasa”, baik kekuasaan agama, politik, budaya dan ekonomi. Apabila kekuasaan tersebut berusaha diotak-atik, dikritisi dan dikontrol, maka tidak ayal lagi, akan muncul reaksi massif yang siap-siaga melakukan pembelaan tanpa reserve.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hassan Hanafi menulis, “Premis teologis yang menggambarkan wujud yang mutlak sebagai kekuasaan yang totalistik dan kehendak yang hegemonik, telah membentuk pandangan kekuasaan yang tunggal dan tidak bisa diotak-atik, sehingga kekuasaan berada di puncak manara gading, tidak bisa dilawan dan disekutukan, tidak bisa ditentang, mempunyai kekuasaan mutlak. Teologi yang memupuk keyakinan absolut secara tidak langsung berimbas pada keyakinan absolut terhadap penguasa politik. Dari penghambaan terhadap Tuhan menuju penghambaan terhadap penguasa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua,  adanya keterbatasan dalam mengambil keteladanan. Yang menjadi inspirasi kalangan pro-penerapan syariat Islam adalah periode awal Islam dan gerakan-gerakan fundamentalisme Islam di negara-negara Arab. Padahal gerakan-gerakan fundamentalisme Islam, seperti Ikhwanul Muslimin, Jama’at Islamiyah dan garis keras lainnya mengalami fragmentasi dan polarisasi, dikarenakan belakangan ini mempunyai target politik kekuasaan yang dianggap mengganggu kedudukannya. Secara perlahan-lahan, gerakan fundamentalis mulai menyusut, karena tidak ada kebulatan tekad dalam membangun kesepahaman politik. Karena selain keinginan untuk mendirikan negara Islam, mereka juga terbentur dengan nasionalisme Arab yang merupakan pijakan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, kalangan pro-penerapan syari’at Islam di tanah air akan mengalami hambatan yang serupa, khususnya dalam rangka mempertahankan integritas bangsa, selain mereka tidak mempunyai pengalaman politik yang cukup untuk menawarkan sistem dan konsep alternatif, kecuali hanya imajanisi kolektif yang sangat idealistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginan untuk menerapkan syariat Islam sebenarnya terkait dengan upaya untuk menemukan otensitas keagamaan yang akan mengangkat harkat dan martabat umat Islam, yang selama ini terbelakang, tertindas dan tertinggal. Muhammad Arkoun, pemikir muslim asal Aljazair, dalam al-Fikr al-Ushuly wa Istihalat al-Ta’shil; Nahw Tarikh Akhar li al-Fikr al-Islamy menegaskan perlunya rekonstruksi pencarian otensitas keagamaan yang bersifat idealitik-ideologis menuju upaya mencari nilai-nilai yang belum terungkap dalam khazanah keislaman, seperti konsep kewarganeraan (al-muwathaniyah). Konsep ini merupakan keniscayaan bagi umat Islam kontemporer dalam membangun kesepahaman dalam keperbedaan, terutama dalam konteks berbangsa dan bernegara, di mana setiap individu setara dan sejajar, terlepas dari perbedaan ras, suku, agama dan aliran atau madzhab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah klasik, hal tersebut telah dipraktekkan pada periode Andalusia, tatkala umat Islam dapat membangun manara keadaban dan peradaban yang cemerlang bersama dengan umat Kristen dan Yahudi, sehingga terjadi penerjemahan besar-besaran terhadap buku-buku Yunani. Filsafat dengan cepat dapat dikomsumsi masyarakat Islam, sehingga melahirkan peradaban yang maju. Penelusuran terhadap otensitas keislaman harus mempertimbangkan unsur budaya, ilmu yang akan mengangkat umat Islam dari ketertinggalan, bukan pada aras politik yang manipulatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menuju Tafsir Humanis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nashr Hamid Abu Zayd dalam Mafhum al-Nash; Dirasat fi Ulum al-Qur’an, menegaskan bahwa peradaban Arab-Islam adalah peradaban teks. Artinya perlu adanya penakwilan dan penafsiran ulang terhadap teks-teks keagamaan untuk menyemangati nilai-nilai kemanusiaan. Karena yang berkembang selama ini hanya penafsiran yang mengunggulkan aspek transendensi dan sakralitas, tapi mengenyampingkan aspek sosiologis yang menyapa realitas kemanuasian dengan santun dan elegan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlunya mengangkat aspek kemanusiaan dalam syari’at Islam. Dalam banyak ayat al-Quran tidak hanya menyerukan pembelaan kepada Tuhan. Dia Mahakaya, Mahatahu dan Mahakuasa. Karenanya Tuhan tidak perlu dibela. Yang semestinya mendapat perhatian adalah manusia, dalam rangka membangun kedamaian, keadaban dan keseimbangan. Segala bentuk penindasan dan pelanggaran terhadap hak asasi manusia harus menjadi sorotan syariat Islam, sehingga dapat mendorong terealisasinya hak asasi manusia. Dalam beberapa ayat yang seringkali dilantunkan, “Tuhan langit dan bumi”, “Dialah Allah, Tuhan di langit dan Tuhan di bumi” memberikan inspirasi untuk menegakkan nilai-nilai langit dan nilai-nilai bumi yang berkaitan dengan hak-hak utama manusia. Karenanya syariat Islam harus menjadi penggerek untuk menciptakan perubahan, mengentaskan kemiskinan, menumpas kezaliman, menolong kaum lemah, membantu kalangan tertindas dan mempersatukan masyarakat yang tercerai-berai. Barangkali benar apa yang diungkapkan Hassan Hanafi, bahwa wahyu akan dianggap wahyu yang sesungguhnya, bukan karena diturunkan dari Tuhan belaka, akan tetapi tatkala wahyu itu dapat menjadi spirit dalam menciptakan perubahan pada tataran akar rumput, membela kemaslahan dan nilai-nilai kemanusiaan.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zuhairi Misrawi. Alumnus Universitas Al-Azhar, Kairo-Mesir&lt;br /&gt;&lt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625662722974914301-7221115516577112754?l=ranteputoh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ranteputoh.blogspot.com/feeds/7221115516577112754/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2009/06/tafsir-humanis-atas-syariat-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/7221115516577112754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/7221115516577112754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2009/06/tafsir-humanis-atas-syariat-islam.html' title='TAFSIR HUMANIS ATAS SYARIAT ISLAM'/><author><name>Furqan Ar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11186773398525204662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_oTdULbiX1cs/SiZR9UtU4OI/AAAAAAAAACU/w8JK1dr5yco/S220/wtgfeytdhgfhggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625662722974914301.post-3670225631890684361</id><published>2009-06-19T02:39:00.001+07:00</published><updated>2009-06-19T02:39:52.471+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>PERGERAKAN  ISLAM  DI  TURKI</title><content type='html'>Mengaitkan jargon “Kembali ke agama” dengan perubahan rezim politik saja adalah salah satu kesalahan yang terjadi di Turki pada dekade delapan puluhan.. Hal ini dimanfaatkan oleh kekuatan Islam untuk kembali menyusun format ideologi resmi. Ketika mengetahui lemahnya ideologi al-Kamaliyah dari kawasan kehidupan sehari-hari, para pelaku revolusi 12 September 1980 berusaha memanfaatkan Islam untuk menguasai rakyat, sampai-sampai Kan’an Afrin sendiri,  pemimpin angkatan bersenjata, selalu mengutip ayat-ayat Quran dan Hadits sebagaimana konstitusi 1982 menjadikan pelajaran agama sebagai mata pelajaran wajib di sekolah-sekolah negeri.&lt;br /&gt; Yasher Kaplan, seorang penulis Islam,  menjelaskan situasi politik ini dalam satu  buku     - yang menyebabkan ia  menanggung hukuman enam tahun penjara - Di hadapan bahaya Komunisme; “ Ada kemungkinan, mereka menghendaki instalasi Islam ke dalam tatanan sistem, tetapi karena melihat bahwa Islam dianggap sebagai bahaya terbesar sebab ia mengakar begitu dalam di negeri ini, maka mereka juga bermaksud merampas Islam. Dan karena menghentikan Islam melalui ideologi-ideologi lain juga dianggap tidak memungkinkan, mereka berusaha keras untuk meletakkan posisi “islam” negatif untuk menghadapi Islam , karena itulah kesempatan mereka satu-satunya.(1)&lt;br /&gt; Di sisi lain, jajaran militer melakukan pembicaraan dengan komunitas Islam dalam upaya mencari dukungan bagi proyek-proyeknya. Bersama itu, seluruh usaha pendekatan ini sangat terbatas dan spesifik. Khususnya  setelah wafatnya Musthofa Kemal Ataturk, partai demokrasi   berubah lunak sikapnya terhadap agama. Tetapi era delapan puluhan ini melihat bahwa kembali ke agama adalah satu kepentingan. Di negara yang berkembang pesat pembangunan fisiknya ada kecenderungan untuk mencari identitas dan struktur keamanan bagi tiap-tiap individu dalam tempo yang relatif singkat. Di samping itu, kesenjangan sosial, yang dihasilkan oleh politik liberalisasi ekonomi yang kejam, semakin terlihat dan beban yang dipikul semakin berat. Dalam situasi ini, kelompok kiri bermain di luar arena karena kehilangan hubungan dengan para pendukung yang mempercayainya semenjak ada tuduhan reaksionis. Lebih dari pada itu,   tekanan keras yang dilakukan kelompok militer tidak memberikan kesempatan bertahan sebagai satu kekuatan sistematis.&lt;br /&gt; Dalam upaya westernisasi Turki terdapat tiga aliran secara umum, yaitu: aliran yang menerima modernisme Barat seutuhnya seperti  budaya dan teknologi, aliran yang mengambil teknologi Barat dan dalam waktu yang bersamaan tetap menjaga budaya tradisional dan aliran yang menolak modernisme Barat secara total.&lt;br /&gt; Berkenaan dengan aliran-aliran ini Republik Turki melahirkan tiga golongan kelompok Muslim : Pertama,  Muslim Konvensional yang tidak menganggap agama sebagai satu kekuatan absolut dalam kehidupan mereka dan mengadopsi nilai-nilai Barat, seperti modernisme atau demokrasi. Mereka inilah kelompok mayoritas. Kedua, Masyarakat Mukmin  yang menempatkan agama sebelum segala sesuatu yang lain dan tidak merasa tenang dalam naungan atmosfer politik yang kebarat-baratan seluruhnya. Ketiga,  Islam Fundamentalis  yang merupakan bagian dari kelompok kedua dan memandang Islam  sebagai satu tatanan yang mencakup segenap aspek kehidupan. &lt;br /&gt; Hanya saja sangat sulit untuk hidup sesuai dengan Undang-Undang  Islam di satu negara sekuler di mana - contohnya - di sana waktu tidak sesuai dengan waktu-waktu shalat, sandaran pada huruf abjad latin, menjadikan minggu sebagai hari libur mingguan  bukan jum’at. Golongan ketiga ini menuntut berdirinya Negara Islam yang mengaplikasikan hukum syariat untuk mengatur masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DUA  METODE ISLAM FUNDAMENTALIS  DALAM MEROMBAK TATANAN HUKUM PEMERINTAH MENJADI NEGARA ISLAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode Pertama&lt;br /&gt; Mereka yang bersikap moderat antara tradisi dan modern ( antara lisan dan tulisan, antara agama dan politik, antara ayat dan si’ar, antara suci dan dan tak suci ), sebagai contoh  kelompok ini yaitu dengan memanfa’atkan  aktifitas rakyat dalam berbagai pertemuan baik di tempat agama atau tempat-tempat lain sebagai usaha pendekatan. Dari sisi politik, mereka aktif menempuh jalan damai secara bertahap dengan mengembangkan taktik dan strategi yang berbeda-beda. Hal tersebut dikuatkan dengan adanya partai-partai elit sayap kanan dalam pemilihan umum untuk menguasai gerakan mereka dan mengarahkan orientasi modern lewat zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode Kedua    &lt;br /&gt; Mayoritas Islam radikal bersikap tanggap dalam membangun tatanan sosial rakyat. Mereka lebih mementingkan revolusi Islam dalam da’wah kaum Tradisi dengan menjadikan orang-orang mu’min bukanlah revolusioner dan berusaha tanpa mengikutkan mereka. Penolong jalan damai ini sangat membantu terhadap kesuksesan islam radikal di Libanon, Afganistan dan Iran. Gerakan mereka menyerupai pemimpin dekade delapan puluhan yang berdiri di baris depan gerakan mahasiswa tanpa mencermin kembali kepada power Marxisme - Nasionalisme Extrim untuk mempelajari dari dalam dengan jalan penindasan dan kesengsaraan. Di lain waktu Islam Revolusioner berusaha menggagalkannya ketika kelompok lain  berusaha menguasai  negara dengan jalan saling toleransi serta sentral tradisisasi.&lt;br /&gt;( Dunia Islam ) pada periode radikalisme menyatakan berduka cita dengan merasa rendah : “ Salah satu sebab yang penting terhadap konflik yang baru terjadi ini adalah karena adanya kekacauan muslim di Turki yang dihadapkan oleh sulitnya substansi kerja, yang menjadikan mereka berfikir untuk meninggalkan idealisme dengan jelas-jelas terhadap problem yang mengaitkan upaya penjauhan dari sufisme dan radikalisme. Hal ini sebagai usaha untuk menghilangkan salah satu penghalang penting  yang terkandung di dalam tubuh islam radikal dan rakyat secara umum. Hasil sikap ini tersembunyi dibalik pemahaman sekilas dengan realita yang membuktikan telah terbukanya faham Opportunisme, yang mengakibatkan tidak diterimanya faham mereka. (2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. INDIKATOR-INDIKATOR “KEMBALI KE Agama”  &lt;br /&gt; Tidak berarti dengan kembalinya Turki ke Agama gagal total dengan sebab datangnya modernisasi , sebagaimana tak berarti pula usaha-usaha untuk kembali kepada islam yang hakiki, karena sesuatu yang berarti adalah ide yang berguna bahwa agama itu penting bagi rakyat yang tumbuh berkembang di Turki, dan kalau mendata pribadi-pribadi mereka, mereka akan menjawab “Segala puji bagi Allah, saya seorang Musim”. Menguatkan bahwa tidak kembali dengan kembalinya mahasiswa ( bertaubat ) yang mesti dihadapinya. Bahwa pakaian islami, khususnya bagi perempuan berkembang sesuai dengan tabi’at, sementara para pemikir islam berusaha membuat Qanun Syari’at dan Sosial.&lt;br /&gt; Mungkin ada catatan yang jelas bahwa “Kembali ke Agama” dapat dengan mudah terealisasi di tengah-tengah meningkatnya jumlah mesjid, khususnya ketika shalat Jum’at dan Shalawat keagamaan, begitu juga jumlah kualitas individu dalam menunaikan ibadah puasa ramadlan. Kontribusi yang ditimbulkan dalam syi’ar islam pada line ini, begitu juga ruang lingkup nilai sosial hanyalah sebagai pengalaman dan pengabdian mu’min sukarela. Pedebatan jaminan kemudahan terus terjadi untuk memperbaharui tempat tinggal, para pegawai sampai pada pengusaha untuk menanam modal.     Bantuan kepada anak-anak terlantar dengan bantuan elit ekonomi , begitu juga pendidikan dan mobilisasi konfesionalisme di sekolah-sekolah negri dibawah naungan hukum-hukum islam yang cukup. Salah satunya mengikuti metode El-Salimaniyyat yang memancarkan sinarnya pada dekade lima puluhan. Pada bulan oktober 1983 sekitar 909 jama’ah mengkafili siswa-siwa yang belajar resmi dan madrasah Quraani. Sementara itu hukum militer telah menetapkan berdiri setelah kudeta september 1990 menasionalisasikan seluruh kepemilikan mereka. Sebagai awal perintah, kemudian mereka meninggalkan pemikiran tersebut secara bertahap. Pada era ini di katakan bahwa kekuatan militer telah berhasil mengubah masa depan Turki dengan suara pengikut metode jama’ah  El-Salimaniyyat dalam mengeluarkan fatwa sebagai Qanun pada tahun 1982.(4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. PROBLEMATIKA GERAKAN ISLAM     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Gerakan islam di Turki jauh dari persatuan, hal ini disebabkan oleh terlalu banyaknya konstelasi metode sufisme, aliran-aliran, partai-patai, golongan-golongan, moderat sampai pada individu. Bersamaan dengan banyaknya strategi cari jalan selamat sebagai pemisah atas partai-partai elit sayap kanan tanpa usaha merencanakan politik indefenden sampai pada dekade delapan puluhan. Ketika Islam Fundamentalis dalam keadaan tahap landas, tercatat bahwa mereka tidak memaksakan segala bentuk inisiatif dan cenderung untuk tidak menguatkannya dengan periode berkala dalam kehidupan berpolitik. Dan dengan adanya syi’ar “Solusi seluruh problem kita adalah Islam”.&lt;br /&gt;Diantara pemecahan problem dan pencarian solusinya adalah dengan mendorong gerakan Islam untuk bersikap kritis terhadap faham kafitalisme, disamping itu juga mampu menyaingi konsep golongan kiri, hanya saja kemungkinan ini kelihatan mustahil, karena Jama’ah Islamiyah cenderung berfikir secara global bahwa seharusnya para pengusaha itu beragama dari sisi kenegaraan. &lt;br /&gt;Begitu juga kritiknya itu harus difokuskan terhadap kehidupan sehari-hari dan atas nilai-nilai modernitas, dengan kata lain atas problematika moral. Akan tetapi mereka belum memiliki suatu kesatuan sikap dan visi dalam aspek moral tadi, hal tersebut disebabkan oleh perdebatan yang sengit dikalangan islam sendiri sekitar interpretasi islam. Masing-masing kelompok mengklaim bahwa yang mereka interpretasikan itulah islam hakiki, yang merupakan  Satu barometer terhadap hakikat yang merupakan sumber orsinil, akan tetapi sebagian kelompok hanya mengambil Al-Quran sebagai sumber, sedangkan kelompok lain di tambah dengan Al-Sunnah. Sementara kelompok lain selain mereka menyandarkan kepada  Madzhab yang empat bagi islam suni. Kadang-kadang golongan tersebut tidak sepakat atas kontekstualisasi Al-Quran yang di sebabkan pluralisme dalam penerjemahan dan penafsirannya.      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. PERTENTANGAN ISLAM TRADISI DENGAN ISLAM RADIKAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Konflik dan Kontradiksi  antara kaum Tradisi dan kaum Radikal adalah  kunci untuk memecahkan gerakan islam di Turki pada pertengahan dekade delapan puluhan. Pemikir Islam Turki telah melihat akar perdana di Turki dengan diterjemahkannya kitab-kitab Sayid Qutub, Al-Maududi, Hasan Al-Banna dan ‘Ali Syariati dibawah  naungan iklim yang diredaksi secara anarki ( turun temurun )   pada dekade enam puluhan. Kemudian muncul revolusi islam di Iran terhadap penggulingan kekuasaan sebagai impian yang tak pernah kembali ( Utopisme). Meskipun musuh sejarah antara Suni ( Mayoritas rakyat Turki ) dan Syi’ah ( Mayoritas di Iran ) ternyata revolusi Iran mempunyai pengaruh yang besar di Turki . sebagai realisasinya telah diterjemahkan dengan cepat karangan-karangan Imam El-Khameini dan Ayatullaah El-Khameini  seperti Muthahari dan Bahasytii.&lt;br /&gt;Sebagaimana seruan yel-yel para pemuda Islam ketika berunjuk rasa, terpekik syi’ar “ Allahu Akbar , Khameini pemimpinku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokok perubahan ini dihasilkan oleh kesungguhan Iran yang terlempar terhadap bangkitnya revolusi yang menimpa kaum Moderat Tradisi, paling tidak dapat memotivasinya untuk meneliti sikap politik indefenden. Tersebarnya bagian dari musuh Imperialisme kepada kaum Moderat tarekat sufisme seperti ; Naqsyabandiyyah dan Moderat Partai El-Khalas El-Wathani.&lt;br /&gt;Jauhnya kudeta ke - 12 pada september 1980, para pemuda Islam Fundamentalis Revolusioner bergegas memancarkan  rezim ideologi untuk melarang Universitas menyerang Moderat Tradisi. Kemudian mereka mententramkannya dengan nama islam hakiki , meneliti, mengkritik , menghina nilai-nilai dan tradisi yang menjadikan pegangan kaum Tradisi. Ketika itu muncul Elit Qanun Islam  yang mempercayakan atas manfa’at toleransi dengan Partai El-Wathan El-Umm yang dipimpin oleh Thurguet Ozzal, dia salah seorang Kaum Moderat Tradisi yang menguatkan Ekonomi Liberal dalam memerintah negara dari tahun 1983 sampai tahun 1991.&lt;br /&gt; Ketika partai Islam kembali terjun dalam kancah panggung politik bersamaan dengan kembalinya demokrasi ( Tahun 1983 ) degan meneriakan perdamaian pada pemerintah dan rakyat. Begitu  juga Islam  Fundamentalis meneriakan bahwa mereka tak akan kembali untuk bersatu  dan mereka tidak akan mempunyai kekuatan yang mereka serukan. Ketika Sekulerisme menyerang dan menjadikan revolusi  terhadap Islam Fundamentalis dengan sikap yang keras. Sekuleris menggambarkan untuk mengikat persekutuan dengan tradisi ternyata mungkin sekali dan tidak dapat memungkirinya, hanya saja bahwa Islam Tradisi menjauhi mereka untuk mendekati pemerintah yang di pegang  oleh partai El-Wathan El-Umm sebagai penjelasan konsukwensi revolusi dari  sikap kritis timbulnya ego mereka.&lt;br /&gt;Bangkitnya gerakan politik Islam setelah kudeta 1980 melahirkan “Kerajaan Istana” yang disebabkan oleh tekanan lawannya, sementara Islam Fundamentalis tidak mempunyai sikap, kecuali hanya percaya bahwa kekuatan mereka dapat ditarik oleh lawannnya. Terakhir, suatu keraguan yang menjadikan mereka percaya dapat berjalan dalam bentuk tabi’at seperti pengaruh kekuasaan secara lemah yang menghancurkan mereka. Tumbuhnya peletak kebebasan  Islam Fundamentalis Revolusioner dengan jelas bertambah banyak karena pembagian-pembagian secara besar dari kelompok-kelompok penting, mereka mengambil usaha untuk meletakan metode kehati-hatian.&lt;br /&gt;Meskipun setiap kelompok berusaha menyeru  untuk bersatu, tetapi dengan terkotak-kotaknya mereka, menambah gradasi konflik di dalam. Majalah “Naabil” menanyakan tentang islam dalam lembaran pertama : “Apa yang telah menimpa kepada kita” dan terus menerus “Setiap sesuatu itu samar, pembicaraan yang banyak sekitar individu oleh maqomat yang disandarkan padanya, akan tetapi kebiasaan yang terjadi dalam kepemimpinan dan pertikaiannya tak jelas adalah suatu nilai bahwa hal tersebut menyalahi pemahaman. Sebagai contoh berita yang dikeluarkan oleh Universitas banyak kegagalan. Begitu juga kalau kita melihat dibalik skenario perdebatan ta’rif yang tak ada habisnya, dan konflik simbolisme, “Apa yang harus kita perbuat dengan pengecualian mendesak dalam konflik yang ada  antara hukum dan orientasi ?&lt;br /&gt;Argumen akhir yang dicetuskan antara Islam Fundamentalis yang terjadi di Turki dan Iran pada bulan Mei 1991. Timbul perkumpulan yang bernama ( El-Ibda’) menyerupai terhadap perang ini dengan nama ( Zall Diiran As Syuraa’) dan bersikap keras menentang ( Golongan yang tidak bermadzhab ) serta Syi’ah  El-Mutakhaffin atas bantuan para Ulama Sunni  ( Pengalihan),&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt; D.  MOBILISASI ISLAM YANG DINAMIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       1. REALITAS SYAR’IYAH &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Partai El-Rifah senantiasa mempertahankan dasar - dasar metode ini , meskipun bahwa dari sejarah lahirnya kembali baru resmi pada tahun 1983, pendiriannya telah berlalu sekitar 21 tahun. Pada tanggal 26 Januari 1970 delan belas orang Arsitektur, Pengacara, Pendagang dan Cendikiawan mendirikan partai El-Nidzam El-Wathani yang muncul ketetapannya dengan larangan Mahkamah Qanun pada tahun selanjutnya. Pada tanggal 11 Oktober 1972 telah berkumpul pengkaderan ini yang diperbaharui dibawah naungan partai ( El-Khalas El-Wathani ) yang memperoleh 126771 suara ( 11,8 % ) dalam pemilihan umum ‘devtronom  secara ilegal yang berjalan pada bulan Oktober 1973. Partai El-Khalas El-Wathani bekerja sama dalam pemerintahan kabinet dengan pemimpin partai As Sya’bu El-Zumhuri , sebagai pemenang dalam Pemilu yang cenderung kepada Sosialis dan Demokratis. Setelah empat tahun kemudian, partai El-Khalas El-Wathani memperbaiki pungutan suara secara bertahap, namun tak berhasil sekitar ( 8,6 % ) dari sisi persentase dan 24 kursi, serta bekerja sama walaupun kepada Kabinet  sayap kanan yang berbeda, dengan nama pemerintahan garis depan Nasionalis. Akan tetapi kekuatan Militer melarang partai El-Khalas El-Wathani untuk menipu seluruh partai dan berusaha menghukum pemimpin partainya dalam jeretan hukum pemerintah biasa setelah kudeta 1980.&lt;br /&gt; Partai El-Rifah berdiri dari kader-kader Moderat partai El-Khalas El-Wathani, akan tetapi tidak diperbolehkan ikut Pemilu pada tahun 1983 dengan sebab pertentangan dengan Panglima Militer. Sejak itu menghasilkan 4,4 % dalam Pemilu Majelis Negri,  7,2 % dalam Pemilu Qanun, 9,8 % dalam pemilu Majelis Negri pada tahun 1989 dan 17 %  dalam Pemilu Qanun tahun 1991.&lt;br /&gt;Beberapa tahun kemudian Demokrasi Parlemen terpengaruh oleh kader-kader Hukum El-Wathani ( Partai El-Khalas El-Wathani ), partai El-Rifah langsung bergerak Islami, sementara Kaum Tradisi menyerupai kaidah partai-partai ini dan mereka berusaha menyusul, khususnya sekitar tarekat Sufisme. Prof. Muhammad Asad Kosyam memberitahu kita  - “Penunjuk sekarang bagi Universitas Iskandar Basya ( Cabang Naqsyabandi terbesar di turki ), bahwa partai  El-Nidzam El-Wathani  dan partai El-Khalas El-Wathani dua Nidzam yang sesuai petunjuk pemimpinnya terdahulu, yaitu ; Muhammad Zahid kotko menyangganya dalam bantuan perdana. Prof. Kusyan mengumumkan dirinya sebagai pemimpin partai El-Rifah , Prof Nazmudin Er Beikan tidak menghidupkan  kembali rezim agama untuk jama’ah, dan menghadapkan penarikan kekuatan dalam upaya mendirikan partainya El-Khalas (8). Pada suatu saat beliau mengusulkan kepada pemimpin Jama’ah Tradisi yang lain untuk memformat “Syuraa” sebagai usaha pendirian partai yang mungkin ini, akan tetapi sampai saat ini belum kelihatan hasilnya.&lt;br /&gt; Dari sisi lain, Sizza Karkotsy , dia seorang umat Islam mengumumkan pendirian partai El-Imbi’ats pada tanggal 26 Maret 1990 dan pengibaran perdana ceremonialnya mengisyaratkan, bahwa  “asas landasan” kita adalah hakikat, sedangkan bendera adalah Tarekat, Metode adalah pelaksana leadership menuju hakikat (9). Partai El-Imbi’ats memulai untuk tidak cepat dalam upaya menguasai politik, oleh karena itu mereka mengadakan pendekatan kepada klub budayawan untuk partai. Pada tanggal 14 Juli 1991 partai ini tidak bekerja sama dalam satu perayaan  aturan-aturan peralihan, hanya 50 jiwa di kota yang jumlah penduduknya 1 milyar jiwa, sebagai tambahan dari unsur-unsur police.&lt;br /&gt;Terakhir, setelah membatalkan 163 materi dari kriminal law yang melarang pendirian parta-partai berasaskan agama. Setelah berkembang pesat, muncullah simbol politik modern. Ozken tidak menerjemahkan perjuangan yang sejak dua puluh tahun berada dalam line jaminan Hukum Islam, supaya meng-ultimatumkan bahwa dialah yang mendirikan  partai Islam sebagai tandingan bagi golongan Sekularis dan Demokrat. (10)&lt;br /&gt; Perjuangan para dai’ tidak hanya lewat di partai-partainya saja, tetapi membentangkan cakrawala da’wahnya kesegala sektor guna membantu muslimin untuk mampu berkomunikasi modern dengan kasta umat sampai tahapan paling rendah dengan lunak dan halus. Sebagaimana munculnya Islam Fundamentalis sebagai suatu wahana budaya modern, baik itu persamaan kaum hawa dan sebagainya. Ternyata dari sisi tersebut didapatkan dua hak-hak asasi manusia yang telah teratur dengan pengakuan ( Jam’iyatul Madzluumin ) yang telah memegang beberapa tahun, tetapi bukan lawan kaum muslimin tetapi sebagai penentang pejuang sayap kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  ISLAMISASI  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Modernisasi dengan teknologi barangkali merupaka suatu keuletan untuk menyatukan pemisah “Islam” dengan seluruh komoditi modern dalam kehidupan. Keadaan ini &lt;br /&gt;memotivasi para pengusaha untuk bersaing tender dengan menggerakan cinta kepada Allah Swt. Naiknya kualitas buku-buku sampai pada nilai taraf tinggi sekitar 50 Milyar Lira Turki ( 70 Milyar Frank prancis ) perkapita. (11)&lt;br /&gt; Begitu juga film-film yang di iltibas, gradasi kaset-kaset video film-film yang berkaitan erat dengan keislaman dan film petuah pejuang umat. Kelompok teater-pun  banyak muncul sebagai sektor da’wah. Seluruh aktifitas seni dan non seni pertama kali ini, berorientasi untuk merendahkan mu’min modern, ketika berusaha mengkonsumsi umat sebagai agenda Islam Fundamentalis yang meninggalkan strukturnya. Dan mereka menetapkan dengan hadits “ bersenjatalah dengan senjata lawan” ( hadits dhoif).&lt;br /&gt;Tingginya taraf perdagangan, membuka peluang pabrik pakaian muslim untuk menyiapkan The big market dan terjadi saingan ketat antaranya. Terbukti dengan banyaknya wanita berhijab, akan tetapi untuk kaum pria juga diproduksi seperti, “pakaian laut islami”. Sayangnya ruang lingkup Turki untuk mendirikan pasar daging stempel halal tidak mampu sebagaimana di Eropa barat ( Imigran Muslimin ), tetapi sebagian Komoditi seperti, parfume tanpa al-kohol atau jam penentu waktu shalat, hanya saja orientasi ini ditujukan untuk konsumen beragama.&lt;br /&gt;Ketika adanya perancah perdamaian yang berisi kemaslahatan atau pembentukan prosuder nama perdamaian ini yang kemudian ma’ruf dengan nama “Muslimah” mempolarisasi restoran El-Jihad, Konfessor bertakwa, Apotek Allah atau dengan resepsi pernikahan imigrasi . (12)&lt;br /&gt; Seluruh pengusaha mengetahui lewat berita-berita Islamiyah ( Jurnal harian, Majalah  mingguan, Edisi bulanan ), sedangkan kontraktor yang tidak mampu menyelamatkan nama-nama rekannya, karena takut komoditi mereka rugi. Untuk itu mereka memasang iklan lewat mediator-mediator tadi. Gerakan ini di tunjukkan untuk memotivasi pejuang-pejuang terdahulu lewat pemuda-pemuda yag menerbitkan berita-berita untuk disiarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. PERTEMUAN DI  GHETTO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jika penyerahan konsumsi terkontribusikan dalam membangun sisi kehidupan modern, maka konsumsi tersebut akan terfusikan dengan sendirinya terhadap mu’minin dalam hukum Kafitalis, hanya saja tidak cukup bagi mereka yang menginginkan kehidupan sehari-hari sesuai dengan islam secara utuh. Mereka mengutamakan perrtemuan-pertermuan di wilayah minoritasnya, baik itu pertemuan dalam rangka membangun fisik, khususnya  kerja sama sesama muslim atau menghidupkan penamaan “Muslimah”.  &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;Sebagai contoh seruan Jama’ah Isma’il Aagho Naqsyabandy yang kembali namanya ke dalam hukum di daerah El-Fatih, yaitu daerah islam kuno di Istambul  yang terkenal dengan nama “Muslim Muhaafadz”. Syeikh jama’ah Muhammad Ostho Utsman Oghlo membangunnya dengan mengajarkan fiqih, pencintanya mendirikan dengan sisi universal dari mulai pedagang kecil, pekerja dan buruh-buruh fakir, sebagian  dari mereka berasal dari wilayah kampung. Imam mesjid Syeikh Isma’il Aagho hidup di mesjid, para pengikutnya  datang dari berbagai pelosok Istambul  untuk menjadi tetangganya. Sedangkan penduduk lama, mereka hijrah kedaerah lain untuk kemudian berda’wah atau bisa disebut “Tahrirul Ardi” dengan mudah, Muhammad Ostho menolak modernisasi mentah-mentah, dan memerintahkan pengikutnya untuk berbuat sesuatu, seperti ; Seluruh perempuan diharuskan berpakaian panjang berwarna hitam, kaum pria memakai celana panjang dan ikat kepala, tidak ada telephon, sikat gigi dan pakaian dalam wanita tidak terbuat dari pabrik. “Ali Bolatsy salah seorang budayawan islami terkenal melarang “Praktek kebangkitan Modern” khusus untuk Jama’ah, akan tetapi ketika meneliti “keinginan mereka untuk menjadikannya bangkit moderner dan mengikutinya” sesuai dengan barometer Islam yang menjelaskan secara tafsil kontradiksi bagi islam.&lt;br /&gt;Contoh lain untuk Islam Ghetto terdapat globaly pluralisme kepada masing-masing golongan yang hidup pada sekup golongan kecil, yang anggotanya terdiri dari ; Pemilik lapangan kerja, Guru-guru Universitas dan sebagian mahasiswa berserta keluarganya, berada dalam satu lembaga yang didirikan untuk lahan saling tolong menolong dan menyatakan golongan-golongan untuk menyatukan konsep yang diletakan oleh Sulaiman Karlghol, dia  arsitektur berasal dari Georgia, lahir pada tahun 1928 dan Karlghol memaparkan kotanya yang indah, sebagai berikut ; &lt;br /&gt;“ Penduduk bangun 2 jam sebelum matahari terbit, mereka shalat berjama’ah kemudian berkumpul seluruhnya di Mesjid untuk meng-agendakan aktifitas mereka sehari-hari, kemana pergi dan apa yang harus dikerjakan. Sementara kaum hawa , anak-anak dan lanjut usia juga kumpul di Mesjid . Setelah itu mereka berangkat kerja bersama-sama, sedangkan sebagian mereka yang tidak kerja berangkat ke tempat hiburan. Hari kerja selama enam jam, dari jam 6.00 sampai jam 12.00 ( Waktu Dzuhur ) . Tepat waktu dzuhur mereka berbondong-bondong memenuhi panggilan Allah Swt lewat muazdin melaksanakan zhalat dzuhur bersama, kemudin mereka istirahat sampai jama 3.00.  Kemudian mereka mengadakan percakapan jama’iyah sore hari antara enam dan delapan orang masing-masing kelompok, karena mereka mempunyai ruangan yang luas, ada yang sedang menyaksikan televisi, video, berkumpul dengan sanak istri dan sebagainya. Anggota Jama’ah menamakan diri mereka “Muslim Sekuler” atau “ Muslim Sosialis” dan menetapkan bahwa merekalah yang berguna dalam penelitian yang berbeda-beda atas penipu sosialis Robert Owen yang merestui dan memudahkan teori liteto, dan menyerukan kepada seluruh golongan untuk membentuk lingkungan jama’ah yang khusus sesuai bagian-bagian kerjasama. Dari sisi lain, keberanian kelompok separatis supaya hilangnya pengaruh hgidup suatu gholongan yang hanya mengambil manfaatnya saja, yang menyerupai syar”iyyah terhadap dasar-dasar mereka yang asasi dan mencegah qonun observasi, demokrasi dan hukum parlemen. Untuk menyesuaikan pluralnya pemahaman anggota, mereka terlebih dahulu mengkontribusi satu percakapan antara pemimpin yang beridealiskan plural, lewat tersiarnya buku-buku dan aturan perdebatan umum yang dibukukan untuk orang-orang komunis juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. SUFISME&lt;br /&gt; Sebagian mereka menerima tarikat-tarikat Sufisme, seperti tarikat Maulawiyah, Al-Rifa’iyah dan Al-Zarohiyah. Laki-laki moderen sebagaimana dia tidak bisa lepas dari ritual sufisme bahkan dia akan membangun ritual baru yang menjadikannya banyak menarik perhatian. Penggemar mereka global dari mulai aggota pilihan, budayawan dan ekonom. Dan bahwa peletaknya bukanlah orang-orang yang konsekwen terhadap ideologi, memungkin mereka untuk dapat menemukan “Kembali ke Agama dan Negara”, dengan sendirinya secara berkala dan berdedikasi tinggi. Bahkan membantu secara material dengan bertujuan visit for turis (sebagai contoh: gedung tari al-darwis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.AL-RISALAH&lt;br /&gt;   Ide yang mengatakan  “bahwa sesuatu di alam modern itu jelek”. Gradasi tersebarnya di kalangan golongan terlarang dan moderat yang telah merusak point dalil-dalil dan jaminan sosial. untuk menuangkan pola pikir ini dalam bentuk dramatikal dan menunggu datangnya sang pahlawan sukarela. Telah muncul ikatan dari masa yang lama seorang manusia yang di juluki kenabian, dan dua dari beberapa banyak umat, yaitu Iskandar apreinos olgo dan Adnan oktar.&lt;br /&gt;Iskandar apreinos olgo adalah seorang ekonom bijaksana yang cemerlang dan pegawai di departement perencanaan yang telah banyak mempolarisasi pengikut-pegikutnya (para pegawai moderat di Ankara). Adapun Adnan oktar dia salah seorang yang membangun kaum “Bur suasi besar” di istanbul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. NASIONALISASI                 &lt;br /&gt; Gerakan Islam telah dirasinolisasikan dengan format dan gaya modern. Ketika Revolusioner menyatakan dengan penyerangannya, maka Jma’ah Tradisi kembali tak rela menjadi mu’min secara utuh. Penggagalan imajinasi yang dihasilkan dari tesis yang berlebihan terhadap islam memotivasi muslim untuk kembali kepada individu masing-masing dan menjauh dari politik. Seorang budayawan Islam, yaitu Beni Ogi menguraikan peletakan sebagai berikut; “ Saya berpendapat bahwa kesalahan mendasar kembali kepada konsepsi konflik globaly islam itu sendiri yang bersikap ideologi otoriter. Benar bahwa Universalnya islam memaksakan adanya tatanan hukum kepada semua ruang lingkup kehidupan, tetapi hal ini tidak mesti memandang islam seperti ideologi, ketika islam berbicara masalah politik dengan menuangkan ruang lingkup hidup yang lain, maka kita sebenarnya telah mentesis ruang lingkup bukan politik. Barangkali kita dapat menempati kekuasaan kepada setiap gerak , tetapi ternyata hasilnya tak ada kecuali hanyalah islam tambahan  dari intinya “ Pensuci, bahkan agama yang kosong”. (14)&lt;br /&gt; Di tengah-tengah praktek modernisasi Turki, muncul pilihan adanya Islam Modern. Hal tersebut tersusun khusus dalam pengkaderan yang menyilaukan dari para pendiri pelajaran sekuler. Serta munculnya idealisme islami dengan yel-yel “Kembali kepada Zauhari” atau “kembali kepada masa emas Nabi Muhammad Saw dan Khalifah yang empat” dibawah pengaruh pelaksana pemikir-pemikir musisi seperti: Sayid Qutub, Al-Maududi,  hanya saja biasanya ke dinamisan ini tak berorientasi, sebagaimana Been Oge mengisyaratkan seperti, Kritik Efektual terhadap etika Kaum Tradisi yang menghasilkan budayawan-budayawan muslim modern yang belajar di Universitas Al-Nukhbah, yang cinta kepada sastra dan filsafat dan para pembunuh revolusioner untuk mengembalikan orientasi suci aqidah mereka merupakan awal Simbolisme budayawan berbeda antara “Modern” dan “Kontemporer” . Mereka adalah pembuka karena mereka sebagai muslimin bukan Islam Fundamentalis atas setiap lemparan yang mengembalikan mereka untuk kembali dapat berkonsep di jaman modern ini. Mereka adalah orang yang pertama membuka Turki, yaitu : Paul Feyerabend., Ivan Illich , E. Shumaker dan sebagainya. &lt;br /&gt; Adapun kitab “halatun ma ba’dal hadatsah” karangan Legan Fansio leater telah diterjemahkan oleh para pemuda muslim. Terbukalah nama-nama sebagian periode yang tersebar, seperti ; Organisasi Utopinisme, El-Qotrus, Aqidah, El-Humiyah,  Individualisme dan sebagainya. Dari sisi lain, besarnya golongan dalam periode berkala  membutuhkan budayawan untuk menyampaikan budaya sejajar yang meningkat pada akhir-akhir tahun. Tetapi hal yang sulit adalah pemeliharaan yang berkepanjangan, sebagai contoh; adanya golongan pemuda dalam gerakan Noer Gho ( Pendirinya Sa’id Noer pada dekade empat puluhan ) terus menerus tersebar sehingga terkenal dengan gerakan “Benteng” tetapi gerakan ini terkumpul dalam percetakan indefenden dengan buku-buku filsafat dan sastra.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasionalisasi Islam Fundamentalis kembali kepada individualisasi, mereka tidak terpengaruh oleh budayawan-budayawan dikalangan islam, sekalipun negara kekuasaannya. Mereka memburu rezim budayawanis untuk memilih “ El-Taqadlumy”.&lt;br /&gt; Sebagai kesimpulan bahwa gerakan islam dekade sembilan puluhan  mempunyai arti besar yang kembali menjadi catatan dalam panggung politik. Maka jarak yang menjauhkan antara Kaum Tradisi ( Pembunuh dari sebagian mereka kelompok sayap kanan lewat metode klasik) dan Kaum Radikal ( Berorientasi menggagalkan secara dalam ) menjadikan El-Syari’ah dan dasar Qanun penting bagi penolong perdamaian dari kaidah “ Mereka telah memulai mendebatkan etika secara umum demokrasi, hak-hak asasi manusia, kebebasan dan pluralisme”.&lt;br /&gt;Budayawan terdahulu telah memobilisasi politik dalam gerakan islam, tetapi alumnus mereka pada satu masa kembali kepada mereka dan satu masa lagi mereka mempertanyakan tanggung jawabnya. Mereka mengkonsentrasikan diri mereka untuk meneliti pensuci yang sia-sia. Serupa kembali kepada individunya masing-masing. Hasil Monopoli politik dan lemahnya Kaum Tradisi dalam beradaptasi serta berusaha cepat berfusi dengan umat merupakan bahaya besar bagi Idealisme Islami. Ibarat lain Agama seperti Ideologi politik. Konflik Modern ini terjadi sebagai tantangan bagi islam dan perbaikan demokrasi dengan adanya konsolidasi satu sama lain. Terakhir, penyatuan simbol islam tidak akan hilang selain praktek hakiki, dan yang menjadi catatan sekarang adalah  mempunyai makna kontraksional bukan cemoohan.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maroji’   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(*)    - Jurnalis dan peneliti Turki.&lt;br /&gt;       Teks asli berbahasa Prancis diterjemahkan kedalam bahasa arab oleh “Ali Ghoni,   sebelumnya telah diterbitkan pada edisi April 1993 oleh majalah “Syu’un El-Syarqi  El-Ausath”, diterbikan di Beirut . Qodloya El-Fikriyah mengkaji kembali setelah  sepakat dengan majalah “Syu’un El-Syarqi El-Ausath.   &lt;br /&gt;(1)  Yaser Kaplan, Demokrasi risalesi, ankara : 1985, P.61.&lt;br /&gt;(2)  Dunya Ve islam, no. 3, Istanbul, 1990, p.8.&lt;br /&gt;(3)  “Ana Muslim wal hamdu lilah “ Tharekat   ta’bir kanat  aHmalat fi ‘Ahdi (El- Kamaliyaat)&lt;br /&gt;(4)  Rusen Cakir, Ayet ve Slogan, Istanbul: 1990, p. 122.&lt;br /&gt;(5)  Al-Hambali Wa Al-Syafi’i Wa Al-Maliki Wa Al Hanafi.&lt;br /&gt;(6)  “Biza ne oluyor?”Panel, n 30, 1991, p. 10-11.&lt;br /&gt;(7)  Taraf, n 4, “Cemberlitas’ ta sunni -sii Catismasi (Kucuk  Caldiran)” Istanbul, 1991, p.  15.&lt;br /&gt;(8)  Rusen Cakir, Ayet ve Slogan, op. cit, p. 48-54&lt;br /&gt;(9)  Dirilis, n 51, Istanbul, 1991, p. 12.&lt;br /&gt;(10)  Yeryuzu, n 7 Istanbul, 1991, p. 16-19.&lt;br /&gt;(11)  Aghlabiyah al-mabii’at hiya Muallifat Al-Imam Al- Ghazali Wal Imam Rabbaani Wal  Bukhari.&lt;br /&gt;(12)  Ibid, p. 233-234.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625662722974914301-3670225631890684361?l=ranteputoh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ranteputoh.blogspot.com/feeds/3670225631890684361/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2009/06/pergerakan-islam-di-turki_19.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/3670225631890684361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/3670225631890684361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2009/06/pergerakan-islam-di-turki_19.html' title='PERGERAKAN  ISLAM  DI  TURKI'/><author><name>Furqan Ar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11186773398525204662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_oTdULbiX1cs/SiZR9UtU4OI/AAAAAAAAACU/w8JK1dr5yco/S220/wtgfeytdhgfhggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625662722974914301.post-6676692337237620369</id><published>2009-06-19T02:26:00.000+07:00</published><updated>2009-06-19T02:28:29.708+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jurnalistik'/><title type='text'>Pelatihan Terjemah dan Karya Tulis Ilmiah.</title><content type='html'>Oleh : Prof Dr. Bactiar Ali MA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Membaca teks asli berulang kali (secara keseluruhan)&lt;br /&gt;2. Merenung ulang apa yang dibaca (Mencari point-point Penting)&lt;br /&gt;3. Membaca perbab ( mencari substansi penting)&lt;br /&gt;4. Mengetahui mana bab yang lebih penting ( kadang kala ada di bab satu, bab dua, atau dibab tiga)&lt;br /&gt;5. Membaca latar belakang mengarang.&lt;br /&gt;• Wawasannya&lt;br /&gt;• Jenjang Pendidikan.&lt;br /&gt;• Asal Penulis, lingkungannya dll&lt;br /&gt;• Karakter.&lt;br /&gt;• Aliran penulis ini&lt;br /&gt;• Siapa kawan-kawannya, guru-gurunya dll.&lt;br /&gt;• Kapan ditulis, situasinya bagaimana.&lt;br /&gt;6. Menerjemah tidak harus reterlek, tapi tidak boleh meninggalkan spiritnya.&lt;br /&gt;7. Jangan meninggalkan krakter penulis (yang penting)&lt;br /&gt;8. Mengetahui cara orang penulis.&lt;br /&gt;9. Tidak boleh mempleset dari penulis.&lt;br /&gt;10. Berdiskusi dengan teman.&lt;br /&gt;11. Membaca resensi (bedah buku), kata pengantar penerbit.&lt;br /&gt;12. Jangan baca langsung kesimpulannya.&lt;br /&gt;13. Suatu buku tidak terlepas ediologinya, ada cirri khasnya, jadi kita harus mengetahui terlebih dahulu.&lt;br /&gt;14. Ada istilah yang tidak boleh dari penerjemahan.&lt;br /&gt;• Istilah yang sering dipakai (harus dipelajari)&lt;br /&gt;• Kamu-kamus khusus yang buku yang diterjemahkan.&lt;br /&gt;15. Tidak boleh menjiblak (mencuri)&lt;br /&gt;16. Setelah menerjemah tinggalkan selama seminggu hasil terjemahan tersebut, kemudian and abaca lagi ( mungkin akan anda akan mendapatkan kesalahan)&lt;br /&gt;17. Penerjemah harus memiliki perbandingan dan wawasan yang luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Tarjemah : Mentrasformasikan knowledge dari penulis kepada para pembaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicara : Ust Arifien MA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan yang sering terjadi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bentuk jamak, Banyak yang menerjemahkan bentuk jamak ke jamak Indonesia, semestinya tidak semuanya. Karena kadang kala mengakibatkan hal-hal yang rancu.&lt;br /&gt;# Anjing-anjing makan tulang-tulang   Yang benar  Anjing makan tulang&lt;br /&gt;# Toko pakaian-pakaian  Toko pakaian.&lt;br /&gt;2. Penerjemahan kata ganti&lt;br /&gt;# sering kata ganti bukan untuk manusia, jadi dalam menerjemahkannya kita              &lt;br /&gt;   ulang kata tersebut.&lt;br /&gt;# Untuk tuhan menggunakan Dia, untuk nabi menggunakan Ia (sebenarnya sama &lt;br /&gt;   saja hanya saja untuk membedakan antara nabi dan tuahn karena sering di sebut &lt;br /&gt;   bersamaaan.) &lt;br /&gt;3. Masdar tidak harus diterjemahkan dalam bentuk masdar ke bentuk bahasa Indonesia, akan tetapi kadang kala lebih cocok diterjemahkan ke bentuk kata kerja dan itu lebih baik, dari mana baik-dan tidak baik, agar kiat mengetahui hal tersebut maka kita harus memperbanyak membaca artikel berbahsa Indonesia. No smoking dilarang merokok bukan dilarang perokoaan.&lt;br /&gt;4. Kata sandang tidak harus diterjemahkandan kalau diterjemahkanmenjadi tidak enak didengar.&lt;br /&gt;5. Kalau terdapat sinonim dalam bahasa arab maka cari kata yang sesuai dengan bahasa Indonesia jika tidak ada maka jalan terakhir adalah menggunakan kata Indonesia yang sama.&lt;br /&gt;6. Kalimat yang baik itu tidak lebih dari 21 kata, jadi kalau melebihi 21 kata alangkah baiknya di potong, kemudian dihubungkan dengan menggunakan kata sambung.Katau ada istilah bahasa yang tidak ada di dalam perbendaharaan kata maka kita cari dalam b. Indonesia kata yang sepadan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625662722974914301-6676692337237620369?l=ranteputoh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ranteputoh.blogspot.com/feeds/6676692337237620369/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2009/06/pelatihan-terjemah-dan-karya-tulis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/6676692337237620369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/6676692337237620369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2009/06/pelatihan-terjemah-dan-karya-tulis.html' title='Pelatihan Terjemah dan Karya Tulis Ilmiah.'/><author><name>Furqan Ar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11186773398525204662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_oTdULbiX1cs/SiZR9UtU4OI/AAAAAAAAACU/w8JK1dr5yco/S220/wtgfeytdhgfhggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625662722974914301.post-3589902391009029393</id><published>2009-06-19T02:23:00.001+07:00</published><updated>2009-06-19T02:26:03.126+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ushul Fiqh'/><title type='text'>Aliran Mazhab dalam ushul Fiqh</title><content type='html'>Perbedaan pendapat yang sering terjadi diantara para ulama dalam hal penetapan istilah untuk suatu pengertian penting.  &lt;br /&gt;Dalam membahas Ilmu Ushul Fiqh, para ulama tidak selalu sepakat dalam menetapkan istilah-istilah untuk suatu pengertian dan dalam menetapkan jalan-jalan yang ditempuh dalam pembahasannya. Dalam hal ini mereka terbagi menjadi dua aliran, yaitu Aliran Mutakallimin dan Aliran Hanafiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Aliran Mutakallimin &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama dalam aliran ini dalam pembahasannya dengan menggunakan cara-cara yang digunakan dalam ilmu kalam yakni menetapkan kaidah ditopang dengan alasan-alasan yang kuat baik naqliy (dengan nash) maupun 'aqliy (dengan akal fikiran) tanpa terikat dengan hukum furu' yang telah ada dari madzhab manapun, sesuai atau tidak sesuai kaidah dengan hukum-hukum furu' tersebut tidak menjadi persoalan. Aliran ini diikuti oleh para ulama dari golongan Mu'tazilah, Malikiyah, dan Syafi'iyah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara kitab-kitab Ilmu Ushul Fiqh dalam aliran ini, yaitu : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab Al-Mu'tamad disusun oleh Abdul Husain Muhammad bin Aliy al-Bashriy al-Mu'taziliy asy-Syafi'iy (wafat pada tahun 463 Hijriyah). &lt;br /&gt;Kitab Al-Burhan disusun oleh Abdul Ma'aliy Abdul Malik bin Abdullah al-Jawainiy an-Naisaburiy asy-Syafi'iy yang terkenal dengan nama Imam Al-Huramain ( wafat pada tahun 487 Hijriyah). &lt;br /&gt;Kitab AI Mushtashfa disusun oleh Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al Ghazaliy Asy Syafi ' iy ( wafat pada tahun 505 Hijriyah). &lt;br /&gt;Dari tiga kitab tersebut yang dapat ditemui hanyalah kitab Al Musht.shfa, sedangkan dua kitab lainnya hanya dapat dijumpai nukilan-nukilannya dalam kitab yang disusun oleh para ulama berikut, seperti nukilan kitab dari Al Burhan oleh A1 Asnawiy dalam kitab Syahrul Minhaj . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab-kitab yang datang berikutnya yakni kitab Al Mahshul disusun oleh Fakhruddin Muhammad bin Umar Ar Raziy Asy Syafi'iy (wafat pada tahun 606 Hijriyah). Kitab ini merupakan ringkasan dari tiga kitab yang disebutkan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kitab AI Mahshul ini diringkas lagi oleh dua orang yaitu : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tajjuddin Muhammad bin Hasan Al Armawiy (wafat pada tahun 656 Hijriyah) dalam kitabnya yang diberi nama Al Hashil. &lt;br /&gt;Mahmud bin Abu Bakar A1 Armawiy (wafat pada tahun 672 Hijriyah) dalam kitabnya yang berjudul At Tahshil. &lt;br /&gt;Kemudian A1 Qadliy Abdullah bin Umar Al Badlawiy (wafat pada tahun 675 Hijriyah) menyusun kitab Minhajul Wu.shul ila 'Ilmil Ushul yang isinya disarikan dari kitab At Tahshil. Akan tetapi karena terlalu ringkasnya isi kitab tersebut, maka sulit untuk dapat dipahami. Hal inj mendorong para ulama berikutnya untuk menjelaskannya. Di antara mereka yaitu Abdur Rahim bin Hasan AJ Asnawiy Asy Syafi'iy (wafat pada tahun 772 Hjjriyah) dengan menyusun sebuah kitab yang menjelaskan isi kitab MinhajuI WushuI ila 'Ilmil Ushul tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kitab Al Mashul yang merupakan ringkasan dari kitab-kitab Al Mu tamad, Al Burhan dan Al Mushtashfa, masih ada kitab yang juga merupakan ringkasan dari tiga kitab tersebut, yaitu kitab AI Ihkam fi Ushulil Ahkam, disusun oleh AbduI Hasan Aliy yang terkenal dengan nama Saifuddin Al Amidiy Asy Syafi'iy (wafat pada tahun 631 Hijriyah). Kitab Al Ihkam fi Ushulil Ahkam ini kemudian diringkas oleh Abu Amr Utsman bin Umar yang terkenal dengan nama Ibnul Hajib AI Malikiy (wafat pada tahun 646 Hijriyah) dalam kitabnya yang diberi nama Muntahal Su 'li wal Amal fi .Ilmil Ushul wal Jidal. Kemudian kitab itu beliau ringkas lagi dalam sebuah kitab, dengan nama Mukhtasharul Muntaha. Kitab ini mirip dengan kitab Minhajul Wulshul ila I.lmil Ushul, sulit difahami karena ringkasnya. Hal ini mengundang minat para ulama berikutnya untuk menjelaskannya. Di antara mereka ialah ' AdldIuddin 'Abdur Rahman bin Ahmad Al Ajjiy (wafat tahun 756 Hijriyah) dengan menyusun sebuah kitab yang menjelaskan kitab Mukhtasharul Muntaha tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Aliran Hanafiyah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama dalam aliran ini, dalam pembahasannya, berangkat dari hukum-hukum furu' yang diterima dari imam-imam (madzhab) mereka; yakni dalam menetapkan kaidah selalu berdasarkan kepada hukum-hukum furu ' yang diterima dari imam-imam mereka. Jika terdapat kaidah yang bertentangan dengan hukum-hukum furu' yang diterima dari imam-imam mereka, maka kaidah itu diubah sedemikian rupa dan disesuaikan dengan hukum-hukum furu' tersebut. Jadi para ulama dalam aliran ini selalu menjaga persesuaian antara kaidah dengan hukum furu' yang diterima dari imam-imam mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara kitab-kitab Ilmu Ushul Fiqh dalam aliran ini, yaitu : kitab yang disusun oleh Abu Bakar Ahmad bin' Aliy yang terkenal dengan sebutan Al Jashshash (wafat pada tahun 380 Hijriyah), kitab yang disusun oleh Abu Zaid ' Ubaidillah bin 'Umar Al Qadliy Ad Dabusiy (wafat pada tahun 430 Hijriyah), kitab yang disusun oleh Syamsul Aimmah Muhammad bin Ahmad As Sarkhasiy (wafat pada tahun 483 Hijriyah). Kitab yang disebut terakhir ini diberi penjelasan oleh Alauddin Abdul 'Aziz bin Ahmad Al Bukhariy (wafat pada tahun 730 Hijriyah) dalam kitabnya yang diberi nama Kasyful Asrar .Dan juga kitab Ilmu Ushul Fiqh dalam aliran ini ialah kitab yang disusun oleh Hafidhuddin 'Abdullah bin Ahmad An Nasafiy (wafat pada tahun 790 Hijriyah) yang berjudul 'Al Manar, dan syarahnya yang terbaik yaitu Misykatul Anwar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam abad itu muncul para ulama yang dalam pembahasannya memadukan antara dua aliran tersebut di atas, yakni dalam menetapkan kaidah, memperhatikan alasan-alasannya yang kuat dan memperhatikan pula persesuaiannya dengan hukum-hukum furu'. Di antara mereka itu ialah : Mudhafaruddin Ahmad bin 'Aliy As Sya'atiy Al Baghdadiy (wafat pada tahun 694 Hijriyah) dengan menulis kitab Badi'un Nidham yang merupakan paduan kitab yang disusun oleh Al Bazdawiy dengan ykitab Al Ihkam fi Ushulil Ahkam yang ditulis oleh Al Amidi; dan Syadrusiy Syari'ah 'Ubaidillah bin Mas'ud Al Bukhariy Al Hanafiy (wafat pada tahun 747 Hijriyah) menyusun kitab Tanqihul Ushul yang kemudian diberikan penjelasan-penjelasan dalam kitabnya yang berjudul At Taudlih . Kitab tersebut merupakan ringkasan kitab yang disusun oleh A1 Bazdawiy, kitab AI Mahshul oleh Ar Raziy dan kitab Mukhtasharul Muntaha oleh Ibnul Hajib. Demikian pula termasuk ulama yang memadukan dua aliran tersebut di atas, yaitu Tajuddin 'Abdul Wahhab bin' Aliy As Subkiy Asy Syafi'iy (wafat pada tahun 771 Hijriyah) dengan menyusun kitab Jam'ul Jawami' dan Kamaluddin Muhammad 'Abdul Wahid yang terkenal dengan Ibnul Humam (wafat pada tahun 861 Hijriyah) dengan menyusun kitab yang diberi nama At Tahrir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitan dengan pembahasan Ilmu Ushul Fiqh ini, perlu dikemukakan bahwa Imam Abu Ishaq Ibrahim bin Musa Asy Syatibiy ( wafat pada tahun 760 Hijriyah) telah menyusun sebuah kitab Ilmu Ushul Fiqh, yang diberi nama A1 Muwafaqat. Dalam kitab tersebut selain dibahas kaidah-kaidah juga dibahas tujuan syara' dalam menetapkan hukum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian perlu pula diketahui kitab-kitab Ilmu Ushul Fiqh yang disusun oleh para ulama pada masa belakangan ini, antara lain: kitab Irsyadul Fuhul i/a Tahqiqi/ Haq min 'I/mil Ushu/ oleh Imam Muhammad bin' A1iy Asy Syaukaniy (wafat pada tahun 1255 Hijriyah), kitab Tashilu/ Wushu/ i/a 'Ilmi/ Ushu/ oleh Syaikh Muhammad 'Abdur Rahman A1 Mihlawiy (wafat pada tahun 1920 Hijriyah); kitab Ushu/u/ Fiqh oleh Syaikh Muhammad A1 Khudlariy Bak (wafat pada tahun 1345 Hijriyah/ 1927 Masehi) dan kitab-kitab Ilmu Ushul Fiqh yang lain. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;back &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Judul Lainya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; :: As-Sunnah&lt;br /&gt; :: Al-Kitab&lt;br /&gt; :: Sumber Hukum&lt;br /&gt; :: Mahkum Fihi&lt;br /&gt; :: Mahkum Bihi&lt;br /&gt; :: Al-hakim&lt;br /&gt; :: Sekitar Hukum&lt;br /&gt; :: Madzhab Sahabat&lt;br /&gt; :: Saddudz Dzari’ah&lt;br /&gt; :: Istishhab&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Seluruh team Pesantren Online terus bekerja keras untuk menambah isi content. &lt;br /&gt;Untuk masukan dan kesalahan link atau kerusakan lainnya silahkan&lt;br /&gt;anda informasikan kepada webmaster@pesantrenonline.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625662722974914301-3589902391009029393?l=ranteputoh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ranteputoh.blogspot.com/feeds/3589902391009029393/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2009/06/aliran-mazhab-dalam-ushul-fiqh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/3589902391009029393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/3589902391009029393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2009/06/aliran-mazhab-dalam-ushul-fiqh.html' title='Aliran Mazhab dalam ushul Fiqh'/><author><name>Furqan Ar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11186773398525204662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_oTdULbiX1cs/SiZR9UtU4OI/AAAAAAAAACU/w8JK1dr5yco/S220/wtgfeytdhgfhggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625662722974914301.post-3576155528735224328</id><published>2009-06-19T02:20:00.000+07:00</published><updated>2009-06-19T02:22:20.790+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh'/><title type='text'>Sunnahkah Memanjangkan Rambut???</title><content type='html'>Fatwa Syeikh Muhammad Nashiruddin Al Albani Rahimahullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendahuluan :&lt;br /&gt;Makalah ini diambil dari rubrik tanya jawab Syeikh Muhammad Nasiruddin Al-Albani –rahimahullah- dari Majalah As-Asholah, edisi ke-12, tgl, 15 –Shofar- 1415H, hal : 54. Rubrik ini diawali dengan bahasan seorang penuntut ilmu tentang hukum botak, kemudian Syeikh Al-Albani menanggapi bahasan tersebut, dan menerangkan hukum memanjangkan rambut, adapun judul bukan dari judul asli tapi judul dari penerjemah - pent.&lt;br /&gt;Isi dari Makalah :&lt;br /&gt;Seorang dari kalangan penuntut ilmu bertanya :&lt;br /&gt;"Kebanyakan dari para pelajar sekolah bertanya-tanya, tentang hukum meninggalkan (memanjangkan) rambut kepala dan hukum membotakannya. Permasalahan ini menjadi kabur bagi mereka ; antara apa yang diperintahkan dan ditekankan oleh (peraturan) sekolah kepada mereka, berupa kewajiban membotak rambut kepala atau mencukur terlalu pendek (cepak), dan antara apa yang mereka lihat dari sebagian guru-guru yang konsisten dalam beragama, - kita tidak mensucikan diri seseorang melebihi tazkiah Allah – membiarkan rambut kepala mereka (hingga panjang), tanpa dipotong. Guru-guru tersebut selalu membersihkan dan menyisirnya. Mereka sudah terbiasa membiarkannya (panjang)".&lt;br /&gt;Maka saya mengatakan (penulis makalah), - dengan memohon pertolongan kepada Allah - : Sesungguhnya memanjangkan rambut adalah sunnah. Sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Ahmad – rahimahullah taala - : " memanjangkan rambut itu adalah sunnah, seandainya kita mampu pasti kita sudah memanjangkannya. Akan tetapi hal ini butuh beban dan perhatian." Ibnu Qayim dalam kitabnya (Zadul Maad) berkata: "Rasulullah tidak diketahui membotak kepala , kecuali dalam ibadah (haji dan umrah)." Sesungguhnya sudah datang hadits-hadits shohih yang menerangkan akan sifat (model) rambut Rasulullah – Alaihi as-sholatu was-sallam - . Di dalam kitab (Al-Mughni), dikatakan; "Dan rambut manusia itu disukai seperti model rambut Nabi –Sholallahu alaihi wa sallam - , apabila panjang sampai ke bahu, dan apabila pendek sampai ke cuping telinganya. Kalau dipanjangkan tidak apa-apa. Imam Ahmad telah menyatakan seperti itu." &lt;br /&gt;Saya mengatakan (penulis makalah) : sesungguhnya memanjangkan rambut itu mesti mempunyai beberapa hal yang harus diperhatikan, di antaranya :&lt;br /&gt;1. Ikhlas karena Allah Taala, dan mengikuti petunjuk Rasul, supaya mendapatkan balasan dan pahala.&lt;br /&gt;2. Dalam memanjangkan rambut tersebut, hendaknya tidak menyerupai wanita, sehingga dia melakukan apa yang dilakukan wanita terhadap rambutnya, dari jenis dandanan yang khusus bagi wanita.&lt;br /&gt;3. Dia tidak bermaksud untuk menyerupai ahli kitab ( kristen dan yahudi ), atau penyembah berhala, atau orang-orang yang bermaksiat dari kalangan muslimin seperti seniman-seniman dan artis (panyanyi dan pemain film), atau orang-orang yang mengikuti langkah mereka, seperti bintang olah raga, dalam model potongan rambut mereka serta dandanannya.&lt;br /&gt;4. Membersihkan rambut,dan menyisirnya sekali dua hari. Dianjurkan memakai minyak dan wangi-wangian serta membelahnya dari pertengahan kepala. Apabila rambutnya panjang dia menjadikannya berkepang-kepang.&lt;br /&gt;Adapun botak, Syeikh Ibnu Taimiyah telah membahas secara terperinci. Dia membagi pembahasannya menjadi empat bagian. Ringkasan pembahasannya (secara bebas ) :&lt;br /&gt;Apabila botak itu karena melaksanakan haji, umrah, atau untuk kebutuhan seperti berobat, maka hal ini sudah konsisten dan disyariatkan, berdasarkan Al-Kitab (Al-Quran) dan Sunnah, bahkan tidak ada keraguan dalam pembolehannya.&lt;br /&gt;Adapun selain itu, maka hal tersebut tidak akan keluar dari salah satu, dari dua permasalahan :&lt;br /&gt;Pertama : Dia membotaknya berdasarkan (beranggapan botak itu) adalah ibadah, (cermin) keagamaan, atau kezuhudan, bukan karena haji atau umrah. Seperti orang menjadikannya botak itu sebagai simbol dari ahli ibadah (orang yang banyak ibadahnya) dan ahli agama. Atau dia menjadikannya sebagai simbol kesempurnaan zuhud dan ibadah. Maka dalam hal ini, Syeikh Islam telah berkata : " Membotak kepala adalah bidah yang tidak pernah diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Dan bukan pula hal yang wajib atau disukai oleh seorang pun dari pemimpin-pemimpin agama. Tidak pernah diperbuat oleh salah seorang dari shohabat-shohabat dan pengikut mereka dengan baik. Juga tidak pernah dilakukan oleh syeikh-syeikh kaum muslimin yang terkenal dengan kezuhudan dan ibadah; baik (mereka) itu dari kalangan shohabat, tabiin, dan tabi tabiin serta orang-orang sesudah mereka."&lt;br /&gt;Kedua : Dia membotakkan kepala bukan pada saat ibadah haji atau umrah, dan bukan karena kebutuhan ( berobat ), serta bukan juga atas dasar mendekatkan ( diri kepada Allah ) dan ritual, dalam masalah ini ulama mempunyai dua pendapat :&lt;br /&gt;Pendapat yang pertama : Karahiyah ( dibenci ). Pendapat ini adalah mazhab Malik, dan lainnya. Juga salah satu riwayat dari Ahmad. Beliau berkata : "Mereka ( ulama ) membenci hal itu ( botak tanpa sebab )". Hujjah orang yang berpendapat dengan pendapat ini adalah bahwa membotakkan kepala adalah syiar (simbol ) Ahli bidah ( khawarij ). Karena khawarij membotakkan kepala mereka. Sungguh Nabi – shollallahu alaihi wa sallam – telah bersabda tentang mereka : "Ciri-ciri mereka adalah botak ". Sebagaimana sebagian orang khawarij menganggab botak kepala itu merupakan bagian dari kesempurnaan taubat dan ibadah. Di dalam kitab shohih Bukhori dan Muslim disebutkan : " sesungguhnya tatkala Nabi - shollallahu alaihi wa sallam – membagi (harta rampasan perang ) pada tahun fath ( pembebasan Mekah ), dia didatangi seorang laki-laki yang jenggotnya lebat lagi ( kapalanya ) botak. Di dalam musnad Imam Ahmad diriwayatkan dari Nabi – Shollallahu alaihi wa sallam – " Bukan dari golongan kami orang yang membotak kepala ". Ibnu Abbas berkata : " Orang membotakkan kepalanya di seluruh negeri adalah syaitan ". Pendapat yang kedua : Mubah ( dibolehkan membotakkan kepala ). Pendapat ini terkenal di kalangan pengikut Abu Hanifah dan Syafii. Juga merupakan riwayat dari Ahmad.&lt;br /&gt;Dalil mereka adalah, apa yang diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Daud dan Nasai, dengan sanad yang shohih – sebagaimana yang dikatakan oleh pengarang kitab "Al- Muntaqo" – dari Ibnu Umar, " sesungguhnya Nabi – shollallahu alaihi wa sallam – melihat seorang anak ( bayi ) sebagian kapalanya sudah dibotak dan sebagian yang lain ditanggalkan ( tidak dibotak ), maka dia melarang dari perbuatan tersebut, lantas bersabda " Cukurlah keseluruhannya ( botak merata ) atau biarkan keseluruhannya ( tidak dicukur sama sekali )". Dan ( juga ) dihadapkan kepada baliau – shollallahu alaihi wa sallam – anak-anak yang kecil setelah tiga ( hari dari kelahirannya – pent ) lalu membotakkan kepala mereka.&lt;br /&gt;Dan karena dia – shollallahu alaihi wa sallam – melarang dari Qaza. Qaza itu adalah membotak sebagian ( kepala ). Maka hal ini menunjukkan bolehnya membotak secara keseluruhan. Syaukani – rahimahullah – berkata di dalam kitab "Nail Authoor " di waktu dia berbicara tentang hadits yang dicantumkan oleh pengarang "Al-Muntaqo" tadi : " Di dalam hadits tadi terdapat dalil bolehnya membotakkan kepala secara keseluruhannya. Ghazali berkata, " Tidak apa-apa ( membotakkan kepala ) bagi siapa menginginkan kebersihan. Dan di dalam hadits itu ( juga ) terdapat bantahan kepada orang yang membencinya ( botak )". Di dalam kitab "Al-mughni " disebutkan : "Hanbal berkata : "Aku dan bapakku membotak kepala kami, semasa hidup Abu Abdillah ( Imam Ahmad ), lantas dia melihat kami dan tidak melarang kami". Ibnu Abdul Barri berkata :" sungguh ulama telah sepakat (ijma) atas bolehnya botak" dan ini cukup dijadikan sebagai hujjah". &lt;br /&gt;Saya mengatakan ( penulis makalah ) – wabillahi at-taufiq - : pendapat yang kedua ini yang kuat bagiku, karena keshohihan dan terang ( jelas ) riwayat-riwayatnya, wallahu alam. Adapun peraturan sekolah untuk melarang semua pelajar memanjangkan rambut kepala, maka peraturan ini hanya merupakan tindakkan menutup celah ( perantara kejelekan ) dan menolak kerusakkan. Hal itu disebabkan apa yang dilihat sekolah dari sekolompok pelajar -yang tidak sedikit- mereka memanjangkan rambut bukan karena sunnah, tetapi karena meniru dan mencotoh orang - orang tenar dari kalangan seniman yang tak tahu malu, serta bintang olahraga, baik dari kaum muslimin atau lainnya, dengan membentuk rambut kepala seperti model rambut orang-orang tenar tersebut, sebagai ungkapan cinta dan kagum terhadap corak kehidupan mereka. Bahaya-bahaya pelajar yang mencontoh ini, tidak hanya sebatas diri mereka sendiri, malahan akan menjalar ke teman-teman mereka di sekolah. Karena mereka terpengaruh oleh tingkah laku yang arogan ini, sehingga menyebabkan hanyutnya jiwa-jiwa yang lemah dari para pelajar, terutama dari pantaran mereka. Apalagi pada umur ini, mereka dikalahkan oleh kelabilan mereka dalam pergaulan, serta keinginan yang banyak. Juga karena terlalu cepat terpengaruh, serta tergesa-gesa mengambil keputusan. Maka anda akan menemukan seorang pelajar pada umur ini (masa ini ) lebih banyak terpengaruh oleh temannya di sekolah ketimbang dari guru-gurunya atau orang tuanya sekalipun. Wallahu alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban (komentar Syeikh Al-Albani terhadap makalah diatas).&lt;br /&gt;Sesungguhnya saya menyokong dengan sokongan yang kuat, akan nas (penyataan) yang disebutkan di penghujung fatwa ini (makalah di atas). Karena pernyataan tersebut bersandarkan kepada kaidah syariyah yang penting, yaitu : "menolak kerusakkan (kerugian ) sebelum ( lebih didahulukan dari pada ) mengambil kemashlahatan ( keuntungan )". Apalagi jika di sana tidak ada suatu mashlahat pun, kecuali mencontoh orang-orang kafir atau orang-orang fasiq ?. Sungguh Nabi – shollallahu alaihi wa sallam – telah bersabda dalam hadits yang shohih :&lt;br /&gt;Artinya :" barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia itu dari golongan mereka "&lt;br /&gt;Dan terdapat hadits-hadits yang banyak yang semakna dengan hadits ini, di bermacam-macam bab ( sub bahasan ) di dalam syariat Islam. Saya telah sebutkan di antaranya kira-kira 40 hadits di dalam kitab saya " Hijabul- Mar-ah Muslimah ( Hijab Wanita Muslimah ) yang belakangan saya cetak dengan judul " Jilbaabul – Mar-ah Muslimah " (Jilbab Wanita Muslimah). Oleh karena itu saya selalu berfatwa bahwasanya tidak boleh bagi pemuda-pemuda dan para pelajar untuk membiarkan (memanjangkan) rambut kepala mereka. Tetapi mereka harus membotak atau memendekkannya. Sebagaimana yang diperbuat kebanyakan muslimin.&lt;br /&gt;Tidak ada lagi bagi seseorang pun, untuk mengatakan pada zaman sekarang, bahwa membotak itu hukumnya makruh. Karena tidak ada dalilnya kecuali hal tersebut merupakan simbol kaum khawarij. Sedangkan mereka sekarang pun – di antaranya Ibadhiyah – tidak berpegang teguh lagi ( tidak mewajibkan ), sebatas yang saya ketahui. Apabila mereka ditemukan pada suatu negeri berpegang teguh dengan simbol ini (botak), maka penduduk negeri itu wajib untuk menyelisihi mereka – berdasarkan dalil di atas (larangan menyerupai suatu kaum)- . Apabila tidak ada, maka pada dasarnya (hukum botak itu) boleh. Sesuai dengan hadits Ibnu Umar yang dishohihkan di kitab " Al-Muntaqa ".&lt;br /&gt;Sebenarnya pengarang lupa bahwa hadits tersebut diriwayatkan juga oleh Muslim . Sebagaimana yang telah saya takhrij di kitab "Al-Ahaadits As-Shohihah (1123)".&lt;br /&gt;Adapun hadits : (laisa minna man halaq ), maka hadits ini potongan dari hadits Abu Musa Al-Asyary dengan lafal: (laisa minna man halaqa wa kaharaqa wa salaqa ), Artinya: "Bukanlah dari golongan kami orang yang membotak, merobek dan mengangkat suara".&lt;br /&gt;Demikianlah yang diriwayatkan oleh sekolompok imam-imam, di antaranya; Imam Ahmad di Musnadnya ( 4 / 411 ), dan demikian juga di Shohihain (Bukhari Muslim). Imam Bukhari manyantumkan satu judul bab di kitabnya "As-Shohih" dengan judul : "Bab Larangan Membotak Karena Ditimpa Musibah ". Oleh karena itu, maka hadits ini khusus terhadap orang membotak untuk menyatakan kesedihannya, sehubungan dengan kematian karib kerabatnya. Perbuatan ini mengandung protes (tidak ridho ) terhadap keputusan Allah Taala dengan dalil perkataan beliau : ( wa Kharaqa ) merobek kain, dan juga perkataannya : (wa salaqa ) yakni ; mengangkat suara dalam meratapi mayat.&lt;br /&gt;Makna ini diperkuat lagi, sehubungan Abu Musa meriwayatkan hadits ini di waktu sakit ( yang menyebabkan ) kematiannya, seperti yang terdapat di Shohihain (Bukhari-Muslim). Hadits ini juga ditakhrij di kitab "Al-Irwa "( no : 771 ) dan di kitab "Ahkamul – Janaaiz". Adapun perkataan Ibnu Abbas yang disebutkan di fatwa tadi, saya tidak menemukan sanadnya. Saya tidak mengiranya shohih. Apabila shohih, perkataan itu diarahkan kepada ( perbuatan ) menyerupai Khawarij, sebagaimana yang telah berlalu ( hukum menyerupai khawarij, pent ).&lt;br /&gt;Adapun pendapat yang mengatakan memanjangkan rambut kepala itu (hukumnya) sunnah, maka tidak ada dalil yang bisa dijadikan hujjah. Hadits yang shohih dari Rasulullah – shollallahu alaihi wa sallam – dalam hal itu (bahwa beliau memanjangkan rambut ), tidak cukup dijadikan sebagai dalil ( bahwa rambut panjang itu sunnah ). Sebab memanjangkan rambut itu merupakan adat kebiasaan. Sungguh sudah shohih juga hadits yang mengatakan, bahwa beliau – shollallahu alaihi wa sallam – masuk ke Makkah, sedangkan (di waktu itu ) dia mempunyai empat ghadair,seperti yang terdapat di dalam kitab saya " Mukhtashor Syamail Muhammadiyah " (35/23). Ghadair itu artinya : rambut panjang dijalin atau berkepang-kepang. Menjalin rambut panjang itu, semata-mata adat kebiasaan orang Arab. Sebagian mereka masih melakukannya di sebagian padang pasir ( sebagian orang Badui ). Maka apakah dikatakan juga, mengepang rambut panjang itu sunnah ?! Sungguh sama sekali tidak… Oleh karena itu, pada adat-adat kebiasaan seperti ini harus ada dalil yang khusus memperkuat bahwasanya adat-adat kebiasaan itu adalah sunnah ibadah. Bagaimana, sedangkan Nabi – shollallahu alaihi wa sallam – sungguh telah menyamakan (hukumnya), antara membotak dan membiarkannya di dalam sabda beliau : "Uhluquuhu kullahu au dzaruuhu kullahu" Artinya : " Botakkanlah seluruhnya atau biarkan seluruhnya". Bahkan beliau membotak kepala tiga anak kecil setelah tiga ( hari ), seperti yang disebutkan di fatwa tadi ( makalah di atas ). Pernyataan tersebut merupakan hadits shohih juga, saya telah mentakhrijnya di kitab saya " Ahkamul Janaaiz Wa bidauha" hal : 166. Oleh karena itu tidak ada bagi seorang pun dari kalangan pemuda yang ditimpa penyakit suka menyerupai ( mencontoh ) orang-orang kafir dan fasiq, pada rambut mereka, untuk bertamengkan sunnah. Sesungguhnya hal tersebut adalah sunnah adat kebiasaan, bukan sunnah ibadah. Apalagi kebanyakan dari mereka tidak mencontoh Nabi – shollallahu alaihi wa sallam – pada apa yang diwajibkan kepada mereka, seperti menggunting kumis dan memelihara jenggot. Artinya : "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya " (Suart : 50, ayat : 37 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alih bahasa : Muhammad Elvi Syam, Lc&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625662722974914301-3576155528735224328?l=ranteputoh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ranteputoh.blogspot.com/feeds/3576155528735224328/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2009/06/sunnahkah-memanjangkan-rambut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/3576155528735224328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/3576155528735224328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2009/06/sunnahkah-memanjangkan-rambut.html' title='Sunnahkah Memanjangkan Rambut???'/><author><name>Furqan Ar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11186773398525204662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_oTdULbiX1cs/SiZR9UtU4OI/AAAAAAAAACU/w8JK1dr5yco/S220/wtgfeytdhgfhggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625662722974914301.post-588163681537786192</id><published>2009-06-18T19:27:00.000+07:00</published><updated>2009-06-18T19:29:19.167+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'>ekonomi kapitalis</title><content type='html'>Ekonomi Sekular Berkali-kali Gagal, Peluang Bagi Ekonomi Syariah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Hidayatullah Online &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketangguhan bank-bank syariat sudah terbukti di masa krisis ekonomi dan moneter. Bahkan dalam dua tahun terakhir ini, di Indonesia, belasan bank konvensional diam-diam telah mengoperasikan outlet syariah. Dan tanggapan masyarakat, subhanallaah. Dari segi yang lebih mendasar, hal itu merupakan tanda-tanda keberhasilan para fuqaha dan ulama dalam merespon berbagai persoalan bangsa ini. Kebangkitan ijtihad -yang sesungguhnya merupakan kebangkitan bersama antara ilmu pengetahuan dan al-Islam- secara bertahap telah mulai mengambil tempat yang khusus di tengah masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syariat Islam tegak satu per satu sesuai prioritasnya, untuk menjawab masalah-masalah yang dihadapi bangsa ini. Sebagian bisa segera terlaksana dan menjadi rujukan hukum positif, sebagian lainnya harus menunggu suasana dan momentum yang tepat. No problemo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerja keras para dai di berbagai bidang kehidupan akan mempercepat lahirnya solusi-solusi praktis. Bidang ekonomi dan keuangan telah membuktikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tindakan dan kebijakan para penguasa ateis dan sekularis di berbagai negara Muslim yang -secara konstitusional maupun non-konstitusional- memaksa rakyatnya meninggalkan syariat serta menerima nilai dan gaya hidup hidup Barat adalah sangat tidak realistis," simpul Prof Umer Chapra, penasihat senior Badan Moneter Kerajaan Arab Saudi, dalam bukunya Masa Depan Ilmu Ekonomi: Sebuah Perspektif Islam. Chapra merasa heran kenapa masyarakat Islam harus melepaskan sistem nilai dan keyakinannya dan harus mengadopsi milik orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chapra menyebut para ateis dan sekularis itu out of touch, kehilangan daya rasa pada kenyataan di dalam masyarakatnya sendiri. Mereka tak mampu merasakan betapa kebangkitan Islam kini telah menjadi gejala yang sangat mengakar. Karenanya, mereka pada akhirnya butuh tipu muslihat, bahkan cara-cara kasar untuk menghapus Islam. Tindakan mereka ini akan menyulut kekerasaan yang kelak justru sulit mereka kendalikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berusaha mencekoki rakyat dengan filsafat materialis dan hedonis yang mengagungkan pola hidup konsumeristik, kebebasan seksual, serta pemuasan nafsu pribadi. Gaya hidup seperti ini akan merusak moral, mendorong orang bergaya hidup melebihi kemampuannya, mengurangi tabungan dan investasi, memperbesar pasak daripada tiang, serta melemahkan solidaritas keluarga dan sosial. Konsekuensi semua ini tidaklah sulit ditebak: kehancuran kepribadian bangsa (kita sudah mengalaminya, red).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan sejarah telah membuktikan, bahwa pembangunan ekonomi berbasis pemikiran sekular atas masyarakat Muslim telah gagal berkali-kali. Pengalaman Khalifah al-Makmun dan dua penerusnya merupakan contoh nyata. Para penguasa ini sebenarnya tidak menentang Islam vis a vis. Mereka hanya berusaha mencekok rakyatnya dengan beberapa faham Mutazilah, yang oleh para ulama dikategorikan bertentangan dengan syariah. Sungguhpun mereka gagal, anehnya semua rejim sekular dan ateis yang memerintah bangsa Muslim mengulang model yang sama. Sekularisasi selama lebih 70 tahun di Turki telah gagal membahagiakan bangsa Turki, sebagaimana yang dialami juga oleh bangsa Iraq dan Syiria di bawah penguasa Baath, juga oleh rakyat Tunisia di bawah Habib Bourguiba serta para pelanjutnya, dan rakyat Mesir Aljazair di bawah kediktatoran militer. Indonesia di bawah H M Suharto merupakan contoh yang paling di depan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka cukuplah bangsa kita mengambil hikmah dari kehancuran bangsa-bangsa Muslim bergaya sekular dan ateis itu. Mari kita kerjakan blue-print baru strategi pembangunan ekonomi hari ini, meskipun seandainya besok kiamat akan terjadi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625662722974914301-588163681537786192?l=ranteputoh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ranteputoh.blogspot.com/feeds/588163681537786192/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2009/06/ekonomi-kapitalis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/588163681537786192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/588163681537786192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2009/06/ekonomi-kapitalis.html' title='ekonomi kapitalis'/><author><name>Furqan Ar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11186773398525204662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_oTdULbiX1cs/SiZR9UtU4OI/AAAAAAAAACU/w8JK1dr5yco/S220/wtgfeytdhgfhggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625662722974914301.post-280790433878710816</id><published>2009-06-18T19:26:00.000+07:00</published><updated>2009-06-18T19:27:32.488+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aliran dan Paham'/><title type='text'>kejahatan syiah</title><content type='html'>(Syiah) Rofidhoh adalah sekelompok orang liar yang berlaku kejam, ganas pada mereka berbeda kenyakinan terutama Ahlussunnah yang dianggap sesat serta menjadi musuh utama mereka, yang selalu menerangkan kebobrokan akidah syi’ah pada masyarakat, karena ini pula mereka menghalalkan darah dan harta Ahlussunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa seorang pemerhati hakekat (syiah) Rofidhoh serta aktifitas mereka akan mudah mengetahui bagaimana kriminal serta rasa benci mereka terhadap seluruh manusia dan khususnya golongan Ahlussunnah dimana perasaan benci ini berasal dari aqidahnya yang telah membuat pandangan mereka terbalik, yang baik dianggap buruk dan sebaliknya.. keburukan dianggap sebagai kebajikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda perlu membaca kutipan-kutipan dari buku mereka,.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Dawud bin Farqod. Dia berkata : “Saya berkata pada Abi Abdillah AS. Apa pendapatmu tentang membunuh seorang Nasibi? Ia berkata: halal darahnya akan tetapi hati-hatilah dan bila kau dapat runtuhkan dinding atas mereka dan tenggelamkan mereka kedalam air supaya tidak ada bukti/ jejak”.(Wasa’ilusyi’ah 18/463, Biharul Anwar 27/231).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar Imam Khumaini terhadap kutipan di atas : “jika kamu dapat mengambil hartanya maka ambillah, jangan lupa memberi kami seperlimanya”.  Di samping ketarangan di atas, Khomeini mengatakan dalam kitabnya Tahrirul Wasilah jilid 1 hal 352 : pendapat yang terkuat adalah menyamakan Nasibi dengan orang kafir dalam hal diperbolehkan mengambil hartanya sebagai ghanimah dan wajibnya memberikan seperlima dari rampasan harta itu, dan yang jelas diperbolehkan mengambil harta mereka di mana saja dengan cara apa saja serta wajib memberikan seperlima dari harta tersebut pada kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayid Ni’matullah Al Jazairi salah satu tokoh (Syiah) Rofidhoh berkata (sesungguhnya pada suatu kita Ali bin Yaqthin menteri salah seoran menteri yang bermazhab syi’ah. Suatu kali dalam penjaranya terdapat sekelompok orangg yan gtidak bermazhab syi’ah, lalu dia menyuruh anak buahnya agar merobohkan atap penjara maka sejumlah 500 orang mati tertimpa atap bangunan) Kitab Al Anwar Annu’maniyah jilid 3 hal 308.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku sejarah mengisahkan tentang masuknya Hulako ke Baghdad. Dia telah melakukan pembantaian terbesar dalam sejarah manusia di mana sungai Tigris menjadi merah airnya karena banyaknya mayat ahlussunnah yang dibunuh dan diceburkan dalam sungai. Setelah itu warna sungai berubah menjadi biru karena banyaknya buku-buku yang diceburkan. Penyebab semua ini adalah dua orang menteri yang bernama Nasiruddin Attusi dan Muhammad bin Alqomi, keduanya menjadi menteri pada khilafah Abbasiyah, dan keduanya adalah penganut Syi’ah, mereka berdua diam-diam menjalin komunikasi dengan Holako dan berhasil mempengaruhi Hulako agar menginvasi Bagdad sekaligus meruntuhkan pemerintahan Abbasyiah. Keduanya punya kekuasaan yang luas dalam pemerintahan namun perasaan benci pada khilafah Abbasiyah tetap membara dalam hati mereka karena khilafah Abbasiyah menganut mazhab Ahlussunnah, maka begitu Hulako masuk dan merobohkan khilafah Abbasiyah, lalu mereka berdua menjadi menteri Holako padahal Hulako bukanlah seorng Muslim tapi dia adalah penyembah berhala.[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata Khomeini sangat puas terhadap kinerja Ali bin Yaqthin, Thousy dan Alqomi dan menganggap bahwa apa yang telah mereka perbuat adalah suatu kontribusi yang besar terhadap Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayid Ni’matullah Aljazairi berkata tentang nasibi (sebentar lagi pembaca akan mengatahui, siapa itu Nasibi) : “ Ulama Syi’ah sepakat bahwa bahwa nasibi adalah orang-orang kafir dan najis, lebih jahat dari orang-orang Yahudi dan Nasrani . ciri-ciri Nasibi adalah mendahulukan orang selain Ali dalam kepemimpinan kaum muslimin setelah wafatnya Rasulullah”. Al Anwar Annu’maniyah jilid 2 hal 207-208.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berarti siapa saja yang berpendapat bahwa khalifah yang pertama setelah Nabi wafat adalah Abubakar, Umar dan Usman adalah nasibi (pembenci, pembangkang ahlul bait).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Nabi adalah kaum yang paling banyak terkena caci-maki syi’ah, terutama Abu Bakar – Umar – Ustman – Aisyah - Hafsah yang keduanya adalah istri Rasululloh, oleh karena itu dalam do’a berhala quraisy tercantum demikian :”Ya Alla laknatilah dua berhala Quraisy,- Abu Bakar – Umar- Jibt dan Toghutnya, serta kedua anaknya -Aisyah dan Hafsoh-. Doa ini tercantum dalam literatur syiah. Dan Khumaini selalu membacanya tiap hari  setelah selesai sholat shubuh, seperti yang dikisahkan Husein Musawi, seorang Mujtahid Syi’ah yang kembali pada Ahlussunah dalam bukunya Lillah tsumma littarikh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Hamzah bin Muhmmad Athhoyar berkata : suatu hari kami menyebut-nyebut Muhamad bin Abi Bakr lalu Ia berkata (semoga Alah merahmatinya. Ia berkata, suatu hari Muhammad bin Abi Bakri berkata pada kepada Amirul Mu’minin Ali bin Abi Tolib :” Bentangkan tanganmu, saya akan membaiat . Ia berkata apa yang akan engkau lakukan. Ia berkata baiklah, kemudian ia membentangkan tangannya maka ia berkata : Saya bersaksi bahwa engkau adalah pemimpin yang harus di taati dan ayahku (Abu Bakar) tempatnya di neraka. Rijalul Kisysyi hal 61.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Syuaib dari Abi Abdillah As Berkata “setiap keluarga pasti ada yang baik di antara mereka, dan sebaik-baik orang di antara keluarga yang jahat adalah Muhammad bin Abi Bakr”.Rijalul Kisyi hal 61.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Umar, Sayyid Ni’matullah Aljazairi berkata :”Umar bin Khottob menderita penyakit dilobang anusnya yang tidak dapat diobati selain dengan air mani”. Al Anwar Annu’maniyah jilid 1 hal 63.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketahuilah bahwa di kota Kasyan di Iran ada sebuah daerah bernama (Baghi fin) ada sebuah monumen seperti monumen pahlawan tak dikenal di di dalamnya ada kuburan yang diyakini sebagai kubur Abi Lu’lu’ah Fairuz Al Faarisy Al Majusi si pembunuh Umar bin Khotthob dimana orang biasanya menyebutnya dengan nama yang maknanya dalam bahasa Indonesia (kuburan pahlawan Agama yang pemberani). Abu Lu’lu’ah dijuluki demikian karena dia berhasil membunuh Umar bin Khotob.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dinding bangunan ini terdapat tulisan dalam bahasa parsi “ marak bar Abubakar, marak bar Umar, Marak bar Utsman”, yang artinya “mampuslah Abu Bakar – Umar – Usman”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat ini dikunjungi oleh orang-orang Iran dan mereka banyak memberikan sumbangan harta, saya telah menyaksikan sendiri tempat ini (ucapan ini dari Husein Musawi). Kementerian pendidikan Iran telah merenovasi tempat ini, lebih dari itu foto tempat ini dijadikan kartu pos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ceritakan oleh kulaini dari Ja’far As berkata sesungguhnya Abu Bakar – danUmar Meninggal dunia dalam keadaan belum bertaubat dan tidak ingat apa yang telah mereka lakukan pada Ali bin Abi Tolib , maka keduanya mendapat la’nat dari Allah, Malaikat dan semua manusia. Al Kafi jilid 8 hal 246.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan diriwayatkan oleh Ali bin Yunus Al Bayadhi : bahwa Ustman adalah seorang gay dan banci. Sirotul Mustaqim jilid 2 hal 30.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian yang menjadi pertanyaan bila ketiga kholifah Abu Bakar, Umar, Ustman bertingkah laku sebagaimana disebutkan di atas lantas bagaimana Ali membai’at mereka dan bagaimana Ali menjadi menteri bagi ketiganya semasa mereka menjabat sebagai khalifah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bila yang seperti dikatakan Sayid Aljazairi bahwa Umar bin Khottob menderita penyakit dilobang anusnya yang tidak dapat diobati selain dengan air mani, lantas bagaimana Ali mau menikahkan anaknya Ummi Kultsum dengan Umar? Apakah Ali tidak tahu bahwa Umar terkena penyakit itu, sementara Ni’matullah Al Jazaa’iri tahu? Kita hanya perlu menggunakan sedikit akal sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Aisyah, Ibnu Rajab Al Barsi berkata bahwa sesungguhnya Aisyah telah mengumpulkan uang haram sebanyak 40 dinar. Masyarif Anwaril Yaqin hal 86.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah diriwayatkan oleh Kulaini :”semua orang adalah anak zina dan pelacur kecuali Syi’ah.”Al Kafi jilid 8 hal 135.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian nukilan dari kitab mereka yang mengisahkan tentang apa yang dilakukan oleh Imam Mahdi Syi’ah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Melaksanakan hukuman had terhadap Aisyah. Abu Ja’far berkata : jika Imam Mahdi telah keluar, maka Aisyah akan datang padanya, untuk menghukumnya dengan mencambuk dan membalaskan dendam Fatimah. Biharul Anwar jilid 52 hal 314&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Mengeluarkan Abu bakar dan umar dari kuburnya kemudian menyalibnya dan membakarnya. Al Anwar Annu’maniyah jilid 2 hal 85.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Akan menyebarkan malapetaka. Dari Abu Ja’far berkata : “ Allah telah mengutus Nabi Muhammad sebagai rahmat, dan membangunkan Mahdi sebagai malapetaka. Biharul Anwar jilid 52 hal 315.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.      Akan  membunuh semua anak cucu para pembunuh Imam Husein. Imam Ridho ditanya : Apa pendapatmu tentang hadits yang diriwayatkan dari Imam Ja’far Assodiq : jika Imam mahdi telah muncul, dia akan membunuh seluruh anak cucu para pembunuh Imam Husein karena perbuatan kakek mereka. Imam Ridho menjawab : hal itu benar adanya. Aku berkata : bagaimana dengan firman Allah : seseorang tidak akan menanggung dosa orang lain (surat Annajm) dia menjawab :para anak cucu pembunuh Husein telah ridho terhadap perbuatan kakek mereka dan bangga akan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah runtuhnya pemerintah Pahlawi di Iran karena Revolusi dan Khumaini memegang kendali pemerintahan maka para ulama Syiah harus mengunjungi Imam untuk mengucapkan selamat atas kemenangan ini dengan berdirinya negara Syiah modern yang dipimpin oleh para ahli agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Aku merasa lebih wajib dari mereka untuk mengucapkan selamat pada imam, karena hubungan saya yang dekat dengannya (cerita Husein Khumaini Al Musawi). Lalu aku pun berkunjung ke Iran sebulan setengah setelah Imam Khumaini pulang  ke Teheran dari pengasingannya di Paris. Dia menyambutku dengan  gembira. Kebetulan saya mengunjungi Imam sendirian dan tidak bersama rombongan Ulama irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan  pada kesempatan khusus dengan imam, dia berkata:” Wahai Sayid Husain, sekarang tiba saatnya untuk melaksanakan wasiat para imam, kita harus menghabisi semua nasibi, membunuh anak-anak mereka dan membiarkan istri-istri mereka tetap hidup. Kita tidak akan membiarkan satu pun dari mereka lolos dari siksaan. Harta mereka murni untuk Syiah. Kita akan meluluh lantakkan kota Mekkah dan Madinah dari muka bumi karena dua kota ini menjadi sarang kaum wahabi, dan karbala harus menjadi tanah suci , dan menjadi kiblat orang-orang sholat. dengan ini akan terwujud apa yang di impi-impikan oleh para imam, dan kita telah mendirikan negara kita ini dengan perjuangan yang lama dan sekarang rencana itu tinggal kita laksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah bahwa kebencian Syiah terhadap Ahlussunah itu tidak dapat dilukiskan, sehingga para ulama Syiah membolehkan pengikutnya untuk berbohong atas nama ahlussunnah, menuduh tanpa bukti serta menjelek-jelekkan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum syiah memandang ahlussunnah dengan penuh kebencian, hal itu sudah menjadi instruksi dari pimpinan tingkat atas mereka. Bahkan mereka diinstruksikan untuk masuk ke instansi-instansi pemerintahan, terutama instansi yang vital seperti angkatan bersenjata dan badan inteljen. Mereka semua menunggu saatnya untukmengumumkan perang terhadap ahlussunnah. Ironisnya, mereka melakukan semua itu dengan anggapan sebagai bentuk kebaktian mereka pada ahlulbait. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dialami oleh ulama Ahlussunnah di Iran menjadi saksi terhadap kekejaman dan sikap ganas mereka. Penangkapan dan pembunuhan terhadap ulama Ahlussunnah masih terus berlangsung setelah Khatami menjadi presiden. Penindasan ini tidak hanya terjadi di kota-kota yang di dalamnya terdapat banyak penduduk Ahlussunnah, tapi sampai ke desa-desanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syeih Yar Muhamad Kahrowazi, tokoh sunni yang juga memimpin Perkumpulan Ahlussunah dan juga termasuk pengelola sebuah sekolah di kota Khasy telah dibunuh. Seluruh bukti mengarah kepada badan inteljen Iran yang telah membunuhnya, karena yang menangkapnya adlah kepala sekolah tempat dia mengajar. Hal tersebut bagian propaganda pemimpin revolusi mereka Ayatu Syaitan Khumaini untuk membersihkan Iran dari Ulama  Ahlussunnah dalam rangka mempermudah rencanamereka untuk menjadikan Iran bersih dari Ahlussunnah. Pengganti syeikh yaitu  Untuk memutuskan komunikasi antar mahasiswa Ahlussunnah mereka menempatkan mereka di beberapa penjuru daerah namun setelah salah satu Syeih mencoba melawan maka kemudian mereka menagkapinya, menyiksa dan baru kemudian mengembalikan ke asal mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian kita dapat simpulkan bahwa mereka itu adalah orang-orang kafir Najasi dia lebih jahat dari orang Yahudi Nasrani. Mereka adalah anak cucu para pelacur yang harus dibunuh di ambil hartanya tidak mungkin dapat berkumpul dalam berbagai hal dan tidak perlu ada kesepakatan baik ucapan, tingkah laku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625662722974914301-280790433878710816?l=ranteputoh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ranteputoh.blogspot.com/feeds/280790433878710816/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2009/06/kejahatan-syiah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/280790433878710816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/280790433878710816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2009/06/kejahatan-syiah.html' title='kejahatan syiah'/><author><name>Furqan Ar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11186773398525204662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_oTdULbiX1cs/SiZR9UtU4OI/AAAAAAAAACU/w8JK1dr5yco/S220/wtgfeytdhgfhggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625662722974914301.post-9197181668455840752</id><published>2009-06-18T19:22:00.000+07:00</published><updated>2009-06-18T19:24:56.419+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nanggroe A C E H'/><title type='text'>Gerilya Salib di Serambi Mekkah</title><content type='html'>Rekaman Alur Pemurtadan di Aceh&lt;br /&gt;Banda Aceh - Sedikitnya 12 lembaga swadaya masyarakat (LSM) nasional yang berada di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) diduga melakukan misi pemurtadan dan upaya pendangkalan aqidah terhadap puluhan anak bawah umur di daerah berjuluk Serambi Mekah itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari hasil investigasi tim kami sekitar tiga bulan yang lalu, sampai hari ini ada puluhan anak Aceh di bawah umur direkrut dan dibiayai suatu yayasan yang diduga melakukan pendangkalan aqidah," kata ketua tim investigasi dan koordinator Forum masyarakat anti trafiking (Format) NAD, Tarmizi M Daud kepada Antara di Banda Aceh, Jumat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan, LSM nasional tersebut berasal dari Jakarta, Surabaya dan Medan. Misi pertama LSM-LSM tersebut di Aceh adalah kemanusiaan, termasuk membantu evakuasi korban beberapa hari setelah musibah tsunami 26 Desember 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan, sebuah yayasan berinisial YPK asal Jakarta yang kantornya berada di Kelurahan Beurawe, Kota Banda Aceh, diduga melakukan praktek pemurtadan terhadap puluhan anak bawah umur, yang sebagian besar mereka adalah remaja putri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Misi yayasan tersebut disinyalir pedangkalan aqidah. Pihak yayasan itu hanya berkedok memberi pendidikan dan keterampilan komputer serta Bahasa Inggris. Namun pesan-pesan dalam pelatihan itu memuat isi tentang Yesus ," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami bahkan telah bertemu dengan seorang anak dan memiliki bukti sejumlah foto pembagian salib kepada anak-anak tersebut," tambah dia. Ia menjelaskan yayasan yang dinilai sangat tertutup itu merekrut puluhan anak setiap semester untuk diberi keterampilan dan akan dikirim ke luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, seharusnya pemerintah mengambil tindakan agar generasi muda Aceh terselamatkan aqidahnya."Namun dalam hal ini pemerintah mungkin sulit bertindak karena menyangkut persoalan politis yaitu adanya ketakutan LSM yang telah memberikan bantuan untuk merehab rekon pasca tsunami keluar dari Aceh," tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya rasa karena permasalahn politis itu pemerintah agak sulit bertindak . Jadi selama ini kami melakukan pendekatan melalui keuchik (kepala desa) tapi akan lebih baik bila pemerintah yang bertindak karena dampaknya akan lebih luas," demikian Tarmizi. antara/mim/RioL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=266550&amp;kat_id=23&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerilya Salib di Serambi Mekkah : Rekaman Alur Pemurtadan di Aceh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resensi : Tak perlu lagi diperdebatkan, betapai besar kontribusi Aceh bagi eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tak terhitung jumlah materi yang disalurkan warga Aceh untuk membantu seluruh warga NKRI di masa lalu. Juga banyak sekali tokoh pejuang dari Aceh yang begitu gigih menentang pasukan penjajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah juga mencatat betapa besar peran Aceh bagi penyebaran Islam di Indonesia. Raja-raja yang pernah memimpin Aceh senantiasa menggiatkan dakwah Islam ke seluruh penjuru Nusantara. Mereka selalu mengirimkan para uru dakwahnya ke semua daerah untuk menegakkan Islam di Indonesia. Hasilnya, Islam pun tersebar secara luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sangat panjang perjalanan Islam di Aceh. Buku ini me-review perjalanan Aceh dan perannya dalam mengembangkan Islam. Secara umum, buku ini dibadi menjadi dunia tema besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian pertama bicara soal upaya umat Islam di Aceh menghadapi upaya pemurtadan yang terjadi sebelum musibah tsunami besar datang pada tahun 2004. Bagian kedua, berkisah soal upaya pemurtadan yang dilakukan dengan memanfaatkan musibah tsunami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah mencatat, sejak tahun 674 masehi, sudah berdiri kampung Islam di pesisir barat Aceh. Mereka yang tinggal di kampung ini adalah para pendatang dari jazirah Arab. Artinya, jauh sebelum penjajahan terjadi di Indonesia, Islam sudah menancapkan tonggaknya di Aceh. Karena begitu besar perannya dalam penyebaran Islam, Aceh pun kemudian dijuluki Serambi Makkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warna Islam yang begitu kuat pun membuat Aceh menjadi salah satu wilayah yang dituju penjajah Portugis. Selain untuk menggapai kekuasaan dan kekayaan, penjajah memang memiliki tujuan untuk menyebarkan Injil. Karena itu, para penjajah yang pernah menduduki Indonesia pun tidak senang melihat Islam berkembang di Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada abad 15 dan 16, Portugis pun memasuki wilayah Aceh. Mereka menjarah kekayaan alam, serta terus-menerus memburu para tokoh perjuangan melawan penjajah, serta ulama. Pada awal abad 16, kegigihan para pejuang berhasil mengusir Portugis dari Aceh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Portugis diusir, datanglah penjajah Belanda. Misi menjari wilayah jajahan dan sumber kekayaan pun ditunggangi dengan misi menyebarkan Injil. Begitu keras perlawanan yang diberikan para pejuang Aceh ini. Akibatnya, pihak penjajah pun berkeyakinan bahwa pertempuran fisik tidak akan bisa digunakan untuk menundukkan Aceh. Disusunlah strategi adu domba dengan Snouck Hurgronje sebagai tokohnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi semua itu tidak berhasil membuat Aceh lantas meluruhkan warna Islamnya. Penjajahan ratusan tahun yang juga membawa misi pemurtadan tak membuat Aceh berubah. Islam tetap menjadi pegangan. Nilai-nilai Islam tetap menjadi warna dominan bagi dinamika masyarakat Aceh. Misi Jepang yang datang kemudian dengan membawa Dewa Matahari pun tak mampu membuat aceh berubah warna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas dari penjajahan, muncul 'penjajah' baru yang bernama tsunami. Peristiwa ini telah menghancurkan Aceh. Misi bantuan pun datang dari berbagai penjuru. Hal ini pun membuat sebagian pihak menggunakan bantuan sebagai kemasan untuk menebarkan misi agama. Mereka ingin memurtadkan warga Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengakuan Vernon Brewer, aktivis gerakan misionaris Worldhelp menjadi buktinya. Saat diwawancarai Washington Post Brewer mengakui bahwa pihaknya menangkut 300 anak Aceh ke Jakarta. Mereka akan disekolahkan di sejumlah sekolah Kristen. Selain itu, banyak pula sumbangan yang didalamnya ditemukan simbol salib dan tulisan-tulisan bernada pemurtadan. Itu semua adalah rangkaian dari gerakan pemurtadhan yang dijalankan dengan kedok bantuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini menjadi semacam dokumentasi atas berbagai aktivitas pemurtadan itu. Beberapa foto di bagian akhir buku ini, menjadi bukti pelengkap yang menguatkan dugaan adanya pemurtadan tersebut. Bagi para penentu kebijakan, buku ini menjadi semacam warning akan posisi masyarakat Aceh yang terus-menerus dicoba untuk digoyahkan keimanannya. irf (Riol)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625662722974914301-9197181668455840752?l=ranteputoh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ranteputoh.blogspot.com/feeds/9197181668455840752/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2009/06/gerilya-salib-di-serambi-mekkah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/9197181668455840752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/9197181668455840752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2009/06/gerilya-salib-di-serambi-mekkah.html' title='Gerilya Salib di Serambi Mekkah'/><author><name>Furqan Ar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11186773398525204662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_oTdULbiX1cs/SiZR9UtU4OI/AAAAAAAAACU/w8JK1dr5yco/S220/wtgfeytdhgfhggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625662722974914301.post-1797983871073379676</id><published>2009-06-18T19:20:00.001+07:00</published><updated>2009-06-18T19:21:41.034+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hukum dan politik barat'/><title type='text'>Skenario Meng-Afghanistan-kan Indonesia</title><content type='html'>Ditulis oleh Arfan M. Alwy &lt;br /&gt;Pada tanggal 29 Oktober 2002, di koran harian umum Sriwijaya post Sumatera Selatan, saya menulis sebuah opini yang berjudul “Skenario Meng-Afghanistan-kan Indonesia” , “bahwa bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi Afghanistan kedua”. Setelah sukses di timur tengah, pasukan AS dan sekutunya terus bergerak secara pasti untuk melumpuhkan negeri-negeri muslim, satu demi satu, menggunakan segala cara, sampai ke Asia Tenggara, Indonesia. Isu terorisme, merupakan senjata andalan pemerintah AS dan sekutunya, paling efektif memaksakan kehendaknya memasuki wilayah sebuah negeri yang “dianggap” sarang terorisme. Kenyataan sinyal tersebut semakin jelas, pertama, pemerintah AS mempersamakan Ust. Abu Bakar Ba’asyir dengan Usama bin Laden, orang paling berbahaya, terorisme internasional yang harus dilenyapkan. Kedua, adanya latihan perang bersama pasukan AS dan Thailand. Hutan Thailand sebagai kamp latihan sekaligus pengenalan peta hutan Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Persis kejadian yang dialami Afghanistan, sebelum pasukan AS dan sekutunya menyerang Afghanistan dengan alasan mencari Usama bin Laden, terlebih dahulu latihan perang, uji coba kemampuan, di gurun padang pasir. :swf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia Islam, dewasa ini, sedang mengalami masa ujian dan cobaan berat bagaikan mega mendung yang hitam kelam. Pasalnya, AS dan sekutunya telah berhasil membentuk opini dunia melalui media bahwa dunia Islam sebagai sumber masalah, pelaku sekaligus pendukung terorisme. Melalui presiden AS, GW. Bush, menghamburkan energinya untuk membuktikan opini jahatnya di mata dunia internasional. Prof. Noam Chomsky penulis yang paling ditakuti pemerintah Amerika Serikat lantaran kekritisannya terhadap kebijakan luar negeri AS – dia mengatakan, kebijakan AS sudah diumumkan secara resmi, dunia dihadapkan kepada pilihan suram, “bergabung dengan kami atau menghadapi kematian dan kehancuran”. Kongres sudah membolehkan penggunaan kekuatan terhadap individu dan negara yang dianggap presiden terlibat dalam penyerangan. Sebuah doktrin yang dipandang ultra kriminal oleh pendukungnya sekalipun. Sangat wajar jika kemudian Chomsky berkesimpulan bahwa AS sebenarnya “teroris teriak teroris!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang kita khawatirkan semakin kelihatan jelas ketika pemerintah AS menempatkan serdadunya di Selat Malaka. Alasannya untuk menjaga keamanan antara Malaysia dan Indonesia. Sebelum penempatan personil AS di wilayah perairan Selat Malaka atas persetujuan pemerintah pusat (RI), Ketua DPRD Kepri Andi Anhar Chalid menolak tegas rencana tersebut (Padang Ekspres, Rabu 12 Mei 2004). Pasalnya, rencana tersebut tidak masuk akal, bahkan beliau mengira ada kepentingan di balik semua ini. Lebih jauh beliau mengatakan, “jika memang rencana tersebut benar-benar terwujud, lalu tugas TNI AL apa? Atau para TNI AL ini dianggap tidak mempunyai kekuatan?”. Dikatakan Andi, “saat ini yang menjadi kekhawatiran masyarakat adalah adanya kebijakan pemerintah RI yang dinilai selalu berfihak pada luar negeri untuk memanfaatkan dan mengambil keuntungan di wilayah perairan RI”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibalik itu semua, dapat kita pastikan, adanya “skenario licik” AS yang berkeinginan keras menguasai seluruh potensi ummat Islam yang kaya dengan hasil alamnya, kemudian menggerogotinya untuk kepentingan mereka, mirip benar dengan “tikus”. Inilah makhluq yang senang bermain di tempat yang kotor, menjijikkan. Umumnya wanita sangat jijik dengan semua jenis tikus. Namun, dasar tikus elit, merubah penampilan sehingga ada diantara wanita tidak jijik dengan tikus besar tersebut, apa tah lagi tikus tersebut suka memberi “dollar”!. Tidak keliru rasanya jika kita berfikir bahwa “tikus besar” tersebut sedang meng-implementasikan agenda kotornya memuluskan langkahnya dengan jalan menggunakan LSM luar negeri yang bercokol di Nusantara dan orang kepercayaannya menebarkan berbagai fitnah dan memecah belah kedaulatan sebuah negeri berdaulat semacam Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Fir’aun berulang, pembesar-pembesar Fir’aun mengatakan, “apakah engkau akan membiarkan saja Musa dan pengikutnya berbuat kerusakan dalam bumi ini?” (Qs. al A’raf ayat: 127). Maka Fir’aun menginstruksikan agar “membunuh anak laki-laki dan membiarkan anak-anak wanita hidup”. Pemerintah AS melalui presidennya GW Bush telah mengadopsi gaya kepemimpinan Fir’aun, mendukung mati-matian – gender – bahwa wanita juga mempunyai hak yang sama dengan laki-laki menjadi “Imam”, presiden. Akan tetapi, Kenyataannya, bangsa Amerika Serikat sendiri sepanjang sejarah belum pernah dipimpin seorang presiden wanita!. Berani menentang satu saja kebijakan AS, maka langsung mendapatkan label sebagai penentang HAM dan demokrasi, Islam Fundamental, garis keras dan teroris!. Artinya, pemerintah AS dan Bush sebagai Fir’aun abad 21, menyadari bahwa yang dapat menggoyahkan dan membahayakan kedudukannya hanyalah “laki-laki” berjiwa kepemimpinan sesuai dengan karakter Rasulullah. Keinginan yang mendasar adalah membunuh karakter kepemimpinan laki-laki yang menjiwai Kitabullah. Pemimpin Islam yang paling ditakuti dunia kafir manakala memenuhi empat aspek, 1) Aspek Keulamaan. 2) Aspek Keintelekan. 3) Aspek Pengembangan. 4) Aspek Management Organisatorik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi pemerintah AS dan sekutunya, sangat membenci jika ada ‘ulama menyuarakan kebenaran atas dasar al Qur-an dan as Sunnah karena mengganggu kepentingan mereka. Isyarat al Qur-an, “jika dibacakan atas mereka ayat-ayat kebenaran secara nyata maka nampak pada wajah mereka kebencian yang sangat dalam”. (Qs. al Hajj ayat: 72). Sebagai refleksi kebencian melarang dan menghalangi manusia mendengarkan kebenaran al Qur-an. Jika gagal, maka mereka maju pada langkah selanjutnya dengan jalan mengadakan “kekacauan” melalui provokator agar terjadi bentrok fisik antar masyarakat dan memainkan peran “media” untuk menutupi kejahatannya. ( Fushshilat ayat:26). Itulah watak asli yahudi selamanya tidak akan pernah senang sebelum ummat Islam mengikuti kehendak mereka (Qs. al baqarah ayat: 120) dan berusaha dengan segala cara memadamkan cahaya kebenaran Islam (Qs. ash Shaff ayat: 8). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian itulah jalan yang harus dilalui penegak Risalah ad Dinul Islam sepanjang zaman, sangat akrab dengan “tuduhan” negatif, ujian dan cobaan bagaikan mega mendung, sebagaimana Nabi Musa dan pengikutnya dituduh Fir’aun merusak tatanan kehidupan masyarakat. Bahkan, Fir’aun menebarkan isu rendahan ke tengah-tengah masyarakat untuk menarik simpati ummat bahwa Nabi Musa akan merebut kekuasaannya. Persis sama yang dituduhkan terhadap ust. Abu Bakar Ba’asyir akan membunuh presiden Megawati Sukarnoputeri. Di zaman penjajahan, kolonial Belanda memberi label para ulama semacam Teuku Umar, Pangeran Diponegoro, sebagai pemberontak. Dewasa ini, ulama semacam Ust. Abu Bakar Ba’asyir dijadikan target utama AS untuk dilenyapkan karena dianggap sebagai “terorisme internasional”. Inilah bukti lirikan tajam AS terhadap Indonesia sebagai sasaran “jingoisme” mereka. Inilah beban berat yang harus dipikul rakyat dan bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beban di pundak bangsa Indonesia semakin berat atas keberadaan Sidney Jones di Indonesia. Ia seorang perempuan warga negara Amerika Serikat, bukan tidak mungkin sengaja dipromosikan AS dan sekutunya untuk menebarkan fitnah di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Keberadaan Jones sebagai Project Director International Crisis Group (ICG) di Indonesia telah membuat uring-uringan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Hendropriyono, karena dianggap merugikan pemerintah dan bangsa Indonesia yang menyampaikan laporan tidak benar mengenai bangsa Indonesia. Wajar saja jika keberadaan Jones dan ICG-nya di negeri ini meresahkan masyarakat dan bangsa Indonesia. Kepala BIN menegaskan, “Terhadap orang yang tidak disenangi bangsa Indonesia, rakyat Indonesia, pemerintah harus mengambil tindakan” (Republika, Jum’at, 28 Mei 2004). Jika BIN telah mengambil kesimpulan yang jelas mengenai keberadaan Jones dan ICG di Indonesia, menurut hemat saya, semestinya pemerintah mengambil langkah yang cepat menyelesaikan masalah ini. Bila perlu men-deportasi Jones dan membekukan ICG di Indonesia. Akankah itu dilaksanakan oleh pemerintah disaat persoalannya telah jelas? Sekali lagi wibawa bangsa Indonesia dipertaruhkan dimata dunia internasional dalam menyikapi hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sikap dan kesimpulan Badan Intelijen Negara (BIN), Hendropriyono terhadap Jones mendapat sorotan tajam Cendikiawan Muslim Nurcholis Madjid, “mesti skalanya kecil, tapi kualitas pernyataan itu besar sekali karena bisa merusak demokratisasi yang tumbuh di negara ini” ujarnya. Lanjut Cak Nur, “pihaknya merasa harus menyampaikan kecemasan dirinya terhadap pernyataan pejabat negara yang mengandung intimidasi terhadap sejumlah organisasi masyarakat (LSM) dan perorangan yang sedang menegakkan demokrasi dan HAM”. Hal senada juga diungkapkan pengacara Todung Lubis – yang juga pengurus ICG – “pemerintah harus menyadari sikap kritis dari LSM-LSM itu merupakan bentuk kecintaan terhadap Indonesia” (Republika, 31 Mei 2004). Persoalan yang mendasar dari sikap kedua tokoh ini telah meletakkan Jones mencintai Indonesia adalah pendapat yang berlebihan. Sebab, tidak mungkin orang kafir mencintai negeri yang berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelasnya, Sidney Jones, seorang perempuan warga negera Amerika Serikat ini telah menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat bangsa Indonesia. Bagi yang pro, keberadaan Jones telah ikut menegakkan demokrasi dan HAM. Sedangkan bagi yang kontra, Jones dan ICG bisa dianggap memecah belah bangsa, meng-intimidasi kedaulatan NKRI, ia tidak mencintai Indonesia tetapi menginginkan Indonesia hancur. Bahkan lebih jauh, Jones sedang memerankan senjata lama kolonial yang masih ampuh “devide et impera” agar terbuka jalan bagi AS – sesuai dengan pernyataan GW. Bush – melancarkan “crusade” ke seluruh dunia Islam sebagai wujud kerinduan akan “atavistik”. Langkah strategisnya, menempatkan “kantong-katong” pengusung Fir’aunisme, semacam LSM ICG di negeri-negeri yang menjadi target utama untuk mempercepat keberhasilan “dominasi” AS dan sekutunya. Tidaklah berlebihan jika kita berfikir, bukan tidak mungkin, “demang-demang” kolonial Belanda masih hidup di tanah air tercinta ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permainan Jones di Indonesia akan semakin memanaskan suasana damai Indonesia. Masih segar dalam ingatan kita, ketika terjadi peristiwa bom Bali beberapa waktu yang lalu, pernyataan-pernyataan Jones dan laporan ICG mengenai organisasi Jamaah Islamiyah sangat memancing “kejengkelan” ummat Islam. Seolah-olah JI identik dengan ummat Islam secara keseluruhan. Gaya bicaranya pun seakan-akan dialah yang paling mengetahui berbagai hal menyangkut Islam dan ummat Islam. Ujungnya, Islam sebagai tertuduh. Hal yang memprihatinkan, laporan Jones dijadikan pemerintah dan kongres AS dan sekutunya sebagai rujukan. Jawaban pemerintah AS dan sekutunya terhadap laporan tersebut melakukan “sweeping” terhadap warga negara Indonesia di AS dan Australia beberapa waktu yang lalu. Diskriminasi tak terelakkan, Perancis tidak mau ketinggalan melarang warga Muslim berjenggot dan berjilbab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang perlu kita jawab adalah, Mengapa Sidney Jones dan ICG demikian gesitnya mencari data dan informasi untuk kepentingan AS dan sekutunya? Ternyata AS merupakan diantara donatur ICG. Celakanya, sebuah lembaga Yahudi Sarlo Fondation of Jewish Community Endowment Fund, juga terdaftar sebagai donatur ICG, bukan tidak mungkin juga memainkan peranan penting terhadap alur berfikir negatif Sidney Jones dan pembantu-pembatunya. Asal tahu saja, dimana saja Yahudi berada pasti menimbulkan masalah. Tidak keliru jika mereka (Yahudi) dilaknat Allah melalui lisan Nabi Daud dan Isa as. (Qs. al Maidah ayat: 78) dan terkutuk sebagai “kera dan babi” (Qs. Al Maidah:60). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kera sebagai simbol makhluq yang tidak tahu berterimakasih, sementara babi suka merusak tanaman petani. Artinya, selamanya Yahudi tidak akan pernah membalas kebaikan orang yang yang telah menolongnya alias “air susu dibalas dengan air tuba”. Sejarah membuktikan, pada saat mereka mengalami kesulitan, terkatung-katung tidak punya tanah dan tempat tinggal, tampillah masyarakat Palestina berbaik hati menolong dengan menyediakan lahan agar mereka dapat membangun pemukiman dan hidup secara layak. Balasan apa yang didapatkan rakyat Palestina dewasa ini? Mereka berubah bersifat seperti babi, merampas tanah hak milik milik bangsa Palestina dan melakukan pembunuhan demi pembunuhan terhadap rakyat dan pejuang Palestina!. Tindakan kejam Bani Israil “Yahudi” karena merasa sebagai bangsa pilihan tuhan di bumi ini berdasarkan kitab yang mereka anggap suci, Thalmud. Dalam kitab tersebut dinyatakan bahwa di luar bangsa Yahudi adalah “keledai”. Maka sangat wajar jika kemudian mereka sangat ingin menunggangi keledai, termasuk bangsa Indonesia. Ironisnya, pemerintah AS sangat pro terhadap kebiadaban Israil. Sejatinya, AS dan Israil yang layak disebut sebagai “terorisme internasional”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sebuah kerakusan dan ambisus duniawiyah yang sedang diperagakan pemerintah AS dan sekutunya yanng didominasi lobi Yahudi. Sebab persoalan duniawiyah sangat berkaitan erat dengan ambisius dan materialisme. Berfkir duniawiyah ala AS berusaha dengan segala daya upaya mewujudkan ambisi materialisme-nya dengan segala cara, sehingga dalam kehidupan sosial maunya mengatur dan tidak mau diatur, maunya didengar dan tidak mau mendengar seruan siapa pun, termasuk PBB. Inilah yang diistilahkan Allah dalam al Qur’an mengalami “gangguan jiwa” (Qs. at Taubah ayat: 55). Tidak dapat dibayangkan, kerusakan yang timbul dalam bumi ini, jika AS yang mengangkat dirinya sendiri sebagai polisi dunia mengalami “sakit jiwa!”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625662722974914301-1797983871073379676?l=ranteputoh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ranteputoh.blogspot.com/feeds/1797983871073379676/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2009/06/skenario-meng-afghanistan-kan-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/1797983871073379676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/1797983871073379676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2009/06/skenario-meng-afghanistan-kan-indonesia.html' title='Skenario Meng-Afghanistan-kan Indonesia'/><author><name>Furqan Ar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11186773398525204662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_oTdULbiX1cs/SiZR9UtU4OI/AAAAAAAAACU/w8JK1dr5yco/S220/wtgfeytdhgfhggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625662722974914301.post-658712973913271604</id><published>2009-06-18T19:14:00.001+07:00</published><updated>2009-06-18T19:14:36.001+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hukum Islam'/><title type='text'>PENDASARAN QANUN ISLAMI TERAS KEDAULATAN UMMAH.</title><content type='html'>MUQADDIMAH :&lt;br /&gt;Allah Taala telah berfirman dalam Al-Quran yang bermaksud:&lt;br /&gt;“Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak d Izinkan Allah Sekiranya tidak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah)tentulah mereka telah di binasakan .Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan memperolehi azab yang amat pedih.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlaksanaaan dalam menegakkan qanun Islami menghadapi tentangan dari pelbagai sudut.Walaupun qanun tersebut diakui sebagai sumber perlembagaan terkini,namun disebab kan keegoan dan kejahilan sesetengah pihak pelbagai alasan diberi dan tohmahan terhadap mereka yang hendak  melaksanakannya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rentetan penolakan undang-undang tersebut,kedaulatan umat Islam telah di cemari dan di perkotak-katikkan tanpa sebarang pembelaan ,malahan gejala maksiat semakin berleluasa walaupun berbagai undang-undang direka bagi  mengatasi masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyorot kembali sejarah gemilang pemerintahan Islam umatnya pada masa itu dipandang tinggi dan digeruni diseluruh dunia seperti mana dizaman pemerintahan  khulafah Ar-Rasyidin yang telah melaksanakan undang-undang tersebut secara sempurna dan menyeluruh.Apa yang nyata pendaulatan undang-undang ini tidak akan berjaya tanpa adanya tampuk pemerintahan atau kerajaan Islam .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata kini ,setinggi mana pun undang-undang ciptaan manusia tidak mampu menyelesaikan masaalah ummah melainkan dengan kembali kepada Al-Quran dan As-sunah .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justeru, Unit Dakwah merasa bertanggung jawap mendasarkan kefahaman yang jelas dan kesedaran yang mendalam kepada setiap individu tentang peri penting pendasaran qanun Islami untuk mengembalikan kegemilangan ummah yang telah lama malap .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OBJEKTIF:&lt;br /&gt;Kegercingan Qanun Islami.&lt;br /&gt;Memantapkan Kefahaman Qanun &lt;br /&gt;Mendasarkan perubahan Minda &lt;br /&gt;Ukhuwwah Islamiyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDASARAN NUZUM ISLAMI TERAS KEBANGKITAN UMMAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Muqaddimah.&lt;br /&gt; Petanda-petanda telah menunjukkan bahawa Islam adalah calon utama untuk menyelamatkan manusia dan kemanausiaan. Aqidah tauhid mampu berperanan di dalam memenuhi keperluan manusia yang semakin tergapai-gapai,lemas didalam arus perdana sistem jahiliyyah (versi baru)yang sempit dan muflis.&lt;br /&gt; Manusia mula mencari-cari dan menjejaki kepada sistem yang boleh melepaskan mereka dari belenggu dan rangkaian jahilyyah .Sesungguhnya Islam adalah ad-Deen yang di redhai Allah dan merupakan manhaj hidup dan sistem yang telah terbukti dapat menyelamatkan manusia di dunia dan juga di akhirat.&lt;br /&gt; Umat Islam sendiri telah mulai kembali berkeyakinan bahawa masa depan mereka adalah gemilang dengan Islam. Diantara eleman atau pendorong utama kepada kebangkitan ini adalah :&lt;br /&gt;1.Islam sebagai ad-Din adalah suatu sistem yang menepti kehendak fitrah manusia.&lt;br /&gt;2.Keruntuhan sistem dan ketamadunan materialisme yang berlaku di barat dan negara-  &lt;br /&gt;   negara blok komunis.&lt;br /&gt;3.Gambaran-gambaran dan janji-janji gembira dari al-Quran dan as-Sunnah.&lt;br /&gt;4.Realiti yang berlaku menunjukkan bahawa manusia kembali tunduk kepada Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kebangkitan menurut al-Quran dan as-Sunnah.&lt;br /&gt;Sumber-sumber daripada ayat-ayat Al-quran dan juga Sunnah yang menunjukkan bahawa ummat Islam pasti menerajui alam ini.Ia juga menunjukkan bahawa kebangkitan akan berlaku untuk menegakkan agama Allah di muka bumi ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               1.Keterengan-keterangan dari al-Qurannul karim&lt;br /&gt;                   (……..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                 Maksudnya :Hai orang-orang  yang beriman barangsiapa di antara kamu        yang murtad dari agamanya maka kelak Allah akan mendatangkan satu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintainya yang bersikap lemah lembut terhadap orng yang mukmin,yang bersikap keras terhadap orang -oarang kafir yang berihad dijalan Allah ,dan tidak takut kepada celaan kepada orang yang suka mencela ,itulah kurniaan Allah yang diberinyaa kepada sesiapa yang di kehendakinya dan Allah Maha Luas (pemberiannya )lagi Maha Mengetahui .sesungguhnya penolong kamu hanya lah Allah, Rasulnya dan orang-orang yang beriamn yang mendirikan solat dan menunaikan zakat seraya mereka tunduk kepada Alah .Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasulnya dan orang-orang beriman yang menjadi penolong nya maka pengikut agama Allah itu lah yang pasti menang .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            2.(&gt;……………)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;             Maksudnya :Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang beriman di antara kamu dan yang mengerjakan amalan yang soleh bahawa dia sungguh yang menjadikan mereka berkuasa di muka bumi sebagaimana dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa dan sungguh dia akan meneguhkan  bagi mereka agama yang telah di redhai nya untuk mereka dan dia ,benar akan menukar (keadaan )mereka sesudah mereka berada di dalam ketakutan menjadi aman sentosa.Mereka tetap menyembahKu dengan tiada mempersekutu kan sesuatu apapun dengan ku dan barang siapa yang tetap kafir ,dan janji itu mereka itu lah orang-orang yang fasik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.(…………)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya:Dan masa (kejadian dan kehancuran)itu ,kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka dapta pengajaran)supaya Alalh membezakan orang-oarang yang beriman dengan orang-oramg kafir dan supaya sebahagian kamu dijadikanya gugur sebagai syuhada'.Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan  Dari Sunnah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(…………..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya :sesungguhnay Allah telah mebentangkan kepada ku bumi ini ku lihat timur dan baratnya .Sesunngguhnya umatKu akan sampai kekuasannya kepada apa yang telah dibentangkan kepada Ku .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(*………..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maksudnya :akan sentiasa ada golongan dari ummatku bangkit diatas agama ini  menentang musuh mereka dengan keras,tidak memudharatkan mereka segala tekanan dan penyeksaan yang ditimpa hingga tiba urusan Allah .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Contoh Kebangkitan Para Anbiyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebangkitan ini adalah kesinambungan kebangkitan para anbiya'dan Rasul yang bangkit menentang jahiliyyah dan kekufuran demi satu reformasi dan perundangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam Alquran banyak membawa kisah kebangkitan perjuangna para anbiyak ,antaranya kisah nabi Nuh a.s dimana Allah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(………)&lt;br /&gt;Maksudnya :Lalu merka mendustakan nabi Nuh maka kami  orang yang bersamanya di dalam bahtera dan kami jadikan mereka itu pemegang kekuasaan dan kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami,maka perhatikan lah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kisah nabi Hud pula Allah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(…………….)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maksudnya :Jika kamu berpaling maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepada mu amanat yang aku diutus untuk menyampaikan nya kepadamu .Dan Tuhanku akan mengganti kamu dengan kaum yang lain dari kamu dan kamu tidak dapat membuat mudharat kepadaNya sedikit pun sesungguhnya tuhanku Maha Pemelihara segala sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan Mujaddid :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Hassan Al-Banna r.a ada menyebut bahawa setiap perkara disekitar kita menggambarkan suatu harapan sekalipun rasa pesimis golongan yang berputus asa sesunguhnya telah tiba suatu masa keatas umat sebelah timur ini ditimpa kebekuan (jumud)dan menyendiri sepi setelah kebanggaan,tapi ingat ianya mula berkocak dan bergoncang semula dengan kesedaran menyeluruh di dalam semua aspek kehidupan .Pastinya belenggu yang mengikat mereka tidak akan berpanjangan ,petunjuk dan hak akan kembali semula bertapak teguh dan akan terus bangkit berpasakkan janji Allah yang maha berkuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan :&lt;br /&gt;Merujuk kepada kebangkitan yang ditunjukkan oleh Rasulullah melalui bimbingan yang di wahyukan oleh Allah swt ,kita dapat menganggapi bahawa ciri utama yang mewarnai kebangkitan Islam ialah ketaatan dan penghayatan perintah dan peraturan Allah sahaja .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Nuzum (Qanun)Islam .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Taarif dan keistimewaannya.&lt;br /&gt; Nuzum Islam secar istilahnya adalah ,kaedah-kaedah,prinsip-prinsip dan adat-adat yang berjalan di atasnya kehidupan di bawah naungan Islam .Akidah ,syariat dan kekuasaan menentu dan menetapkan segala aktiviti manusia dalam segala aspek dan norma kehidupan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nuzum(qanun)Islam bukan sekadar mengawal individu bahkan menetapkan hubungan sesama makhluk dan begitu juga hubungan makhluk dengan penciptannya suatu sistem yang komprehensif dan menyeluruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga unsur penting nuzum Islami yang memisahkannya dari nuzum ciptaan manusia ialah:&lt;br /&gt;1.Kaedah dan asas  yang mana ianya bertitik tolak daripada akidah tauhid yang kukuh   &lt;br /&gt;   dan mampan .&lt;br /&gt;2.Wasilah dan manhaj yang berasaskan wahyu Illahi ,&lt;br /&gt;3.Motif dan tujuan yang merangkumi kesejahteraan di dunia dan akhirat .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Kewajipan menegakkanya menurut Al-Quran dan As-Sunnah.&lt;br /&gt;   Terdapat banyak ayat-ayat Alquran yang menceritakan tentang kewajipan menegakkan hukum Islam. Antaranya :( ………….)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya:Dia telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkannya kepada Nuh. Dan apa yang kami wahyukan kepada mu dan apa yang kami wasiatkan kepada Ibrahim ,Musa dan Isa iaitu :menegakan agama dan janganlah kamu berpecah belah padanya .Amat beratlah bagi orang-orang musyrik agama yang kami seru mereka kepada nya .Allah menarik kepada agama itu orang yang di kehendakinya dan memberi petunjuk kepada agamanya orang yang kembali kepada nya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(……………..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya:Dan hendaklah kamu memutuskan perkara diantara mereka mengikut apa yang diturunkan oleh Allah.Dan janganlah kamu mengikut hawa nafsu mereka,dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan oleh Allah kepada mu .Jika mereka berpaling dari hukum yang di turunkan oleh Allah maka ketahuilah sesungguhnya .Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka ,disebab kan sebahagian dosa-dosa mereka .Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang fasik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(………..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya:Maka sekiranya kamu berbantah-bantah pada sesuatu maka kembalikannay kepada Allah dan Rasul ,(………..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maksudnya :Barangsiapa mencari agama selain agama Islam maak sekali-kali tidaklah akan diterima agama itu daripadanya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(………)&lt;br /&gt;maksudnya:Aku tinggal kepada kamu selagi mana kamu berpegang dengan nya kamu tidak akan sesat selama-lamanya ,iaitu Kitab Allah dan sunnahku .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Natijah penghayatan hukum Allah :Genarasi Sahabat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah telah membuktikan kesejahteraan hidup manusia menerusi sistem hidup Islam .Contoh terbaik adalah genarasi sahabat yang digambarkan sebagai bintang-bintang oleh Rasulullah saw.Ikutilah salah satui daripadanya pasti kamu akan terselamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Genarasi inilah yang telah bangkit menggugat kekuasaan besar dunia,merubah sistem hidup manusia sejagat,membentuk suatu peradaban dan tamadun Ilmu yang bertimbangkan nilai rohani dan material sememangnya tidak ada tolok bandingnya pada dewasa ini .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Genarasi kebanggaan yang bangkit ini adalah merupakan hasil daripada penghayatan dan ketaatan penuh terhadap sistem dan hokum Islam yang menyeluruh dan syumul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nuzum (qanun)Wad'ie (ciptaan )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Iaitu suatu perundangan dan sistem ciptaan atau rekaan manusia sama ada mellaui pemikiran falsafah seperti teori Karl Mark atau hasil dari perkembangan sejarah hidup sesuatu masyarakat seperti teori kapitalisme ,historisme dan sebagainya, Secara ringkasnya nuzum (qanun) ciptaan ini pastinya bertunjangkan akal manusia dan tuntutan masyarakat.Ataupun manusia itu sendiri sememangnya tidak didasarkan atas akidah yang kukuh malah tiga ciri terpenting . Yang terdapat di dalam qanun atau nuzum ciptaan manusia .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Natijah Nuzum Ciptaan Manusia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Berdasarkan cirri nuzum ciptaan yang sempit ,cetek dan terbatas maka kita akan dapat lihat jelmaan palsu yang di bina di atas kebanggaan material dan tamadun barat yang kosong .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Masyarakat barat hidup tanpa nilai kemasyarakatan dan ikatan  kemanusiaan.Sistem perundangan tidak dapat wujud dan menjanjikan keharmonian  dan kesejahteraan.Asas pembinaan masyarakat dan pendidikan membentuk genarasi yang derhaka dan biadab terhadap penciptanya.Sistem ekonomi membebankan serta merosakkan  manusia.Malah amat malang sekali umat Islam jugak terjebak dan hina dengan dengan sistem yang asing dari pelanggan mereka .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemunduran Ummat Islam .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pemikiran ummat Islam yang dirubah dan dijajah sedemikian rupa tealh merasai ketidak sesuaian Islam sebagai cara hidup zaman moden.Mereka lebih berbangga dengan sistem ciptaan yang berlandaskan pemikiran yang terbatas dan tidak tuntas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Suatu tatacara yang asing dan melencong dari pegangan hidup yang berlandaskan tauhid yang unggul .Serta suatu cara hidup yang songsang telah meresapi masyarakat Islam .Mereka menjadi kuda tunggangan barat yang dianiyai ,ditipu ,ditindas dan sebagainya benarlah apa yang disebut oleh Saidina Umar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;نحن قوم اعز نا الله بالاسلام فهمما نبتغي العز بغير ما أعز نا الله أذلنا الله.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya: Kita merupakan satu kaum yang dimuliakan oleh Allah dengan Islam .Dan selagi mana kita mencari kemuliaan dengan selain dari apa yang Allah muliakan kita (Islam),Allah akan mencerca kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemunduran umat Islam dilihat secara total tidak berpunca penolakan hokum Allah yang tidak berwala'kan kepada yang Maha Mengetahui dan Maha Berkuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebangkitan Islam dan masa Kini.&lt;br /&gt;Hasil dari kegagalan sistem  dan perundangan barat di dalam melayani tuntutan fitrah manusia ,Umat Islam mula menyingkap kembali agama yang mereka anuti ,menilai dan meneliti kembali kemampanan sistem Islam yang bersumber wahyu Illahi yang murni dan harmoni .Satu kebangkitan berasaskan penolakan kepada pemikiran dan sistem sekular "jahiliah moden".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takrif Sekular :&lt;br /&gt;Insaiklopedia Britanika  menakrifkan bahawa sekularisme adalah suatu pergerakan  masyarakat  bertujuan memesongkan dan mengalih manusia dari mengambil berat urusan akhirat kepada penumpuan terhadap urusan dunia semata-mata .Gerakan ini bermula pada kurun pertengahan ,keinginan yang mendalam untuk mendekati alam akhirat hingga menghasilkan penentangan dan kebangkitan bagi mencapai kesenangan dunia yang cepat dan pasti ,melalui projek kajian ilmu dan percubaan-percubaan sains material.Firman Allah Taala.(…………)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya:Mereka mengetahui apa yang zahir daripada kehidupan dunia sedangkan tentang akhirat mereka lalai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percanggahan dengan  Islam &lt;br /&gt; Melalui takrif tersebut jelas menunjukkan percanggahan nya dengan apa yang dibawa oleh Islam di dalam memenuhi kebahagiaan hidup manusia .Melalui takrif ini ianya menunjukkan sekularisma adalah berunsurkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  i. Keduniaan atau material semata-mata .&lt;br /&gt; ii. Tiada unsure keagamaan dan kerohanian .&lt;br /&gt;iii. Bukan suatu sistem yang berkonsepkan taabudiyah .&lt;br /&gt;iv. Ianya suatu teori yang tidak mendasarkan agama di dalam teori ahlak dan pengajian   &lt;br /&gt;     ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan perkataan sekularisme itu sendiri menggambarkan satu sistem duniawi dan material semata-mata dan tidak ada padanya unsur keagamaan dan kerohanian .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Natijah sekularisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara unsur-unsur negatif yang dapat kita lihat melalui pemuikiran ini ialah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i.Pemulauan hukum Allah &lt;br /&gt;ii.Penyelewengan fakta sejarah Islam .&lt;br /&gt;iii.penyelewengan dan pemesongan sistem pendidikan dan pelajaran .&lt;br /&gt;iv.Mengaburi perbezaan antara risalah Islam  dan risalah Ilhad di atas nama poenyatuan     &lt;br /&gt;    sistem Qanun secular .&lt;br /&gt;v. Keruntuhan moral dan tamadun peradaban manusia .&lt;br /&gt;vi.Memerangi dakwah Islam samaada menyekatnya atau memesong pemahamannya.&lt;br /&gt;vii.Mengingkari konsep jihad dan memesongkan pemahamannya.&lt;br /&gt;viii.Mengapi-apikan seruan nasionalisme ,serta menganggap Al-Quran sebagai teks &lt;br /&gt;     sejarah atau dewan sastera yang boleh dikritik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebangkitan menolak Sistem Jahiliyyah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesan-kesan Negatif seperti ini sudah pasti tidak di senangi oleh golongan mukmin yang masih dilindungi nur Iman .Di samping manusia sendiri dapat menilai keharmonian dan kebahgiaan yang diingini melalui sistem jailiyyah ini tidak tercapai. Kesempitan hidup ,keresahan ,kekosongan dan kebingungan menghantui pemikiran dan kehidupan mereka .Kemunduran umat ummat Islam ,tiada keyakinan diri ,hina ,ditindas dan segala bentuk penganiyaan telah membangkitkan suatu roh jiahd untuk menggantikan sistem dan nuzum yang dianuti sekarang ke arah suatu sistem yang lebih releven. &lt;br /&gt;Firman Allah Taala: Dan katakanlah :Yang benar telah datang ,dan yang batil telah lenyap.sesungguhnya yang batil itu sesuatu yang pasti lenyap. &lt;br /&gt;Maka suatu penolakan hakiki terhadap sistem jahiliyyah ini ialah keinginan menghayati semula hukum Islam sebagai alternatif yang terbaik bagi menyelamatkan umat Islam dan manusia sejagat. &lt;br /&gt;Kesimpulan:  Tugas menggantikan sistem dan perundangan ini memerlukan usaha pengembalian khilafah atau kuasa yag telah luput .Pembinaan khilafah yang diteraskan kepada dakwah yag menyeluruh ,penyediaan kader-kader ,kefahaman yang jitu ,ruh jihad yang murni serta usaha yang berterusan . &lt;br /&gt;Pastikan usaha ini tidak mampu di lakukan oleh individu -individu tertentu tanpa satu gerak kerja dan pengarahan yang teratur dan  berstrategi .Suatu pergerakan berbentuk jamaie adalah di tuntut bagi memohon natijah yang baik.saidina Ali ada menyatakan : الحق بلا نظام البا طل بالنظا م Maksudnya:Kebenaran tanpa peraturan aka dikalahkan oleh kebatilan yang berperaturan. &lt;br /&gt;Bertolak dari akidah tauhid ini maka dapat membangkitkan maruah ummat yang diracuni gejala riddah melalui perlaksanaan sistem dan perundangan Islam yang murni dan mutlak demi mencapai keredhaan Allah swt  di dalam semua aspek kehidupan . &lt;br /&gt;Disediakan oleh: Ustaz Kamaruzzaman Abd Ghani . Kuliah Darul Ulum , Cairo University.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625662722974914301-658712973913271604?l=ranteputoh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ranteputoh.blogspot.com/feeds/658712973913271604/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2009/06/pendasaran-qanun-islami-teras.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/658712973913271604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/658712973913271604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2009/06/pendasaran-qanun-islami-teras.html' title='PENDASARAN QANUN ISLAMI TERAS KEDAULATAN UMMAH.'/><author><name>Furqan Ar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11186773398525204662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_oTdULbiX1cs/SiZR9UtU4OI/AAAAAAAAACU/w8JK1dr5yco/S220/wtgfeytdhgfhggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625662722974914301.post-5629108585969535484</id><published>2009-06-18T19:07:00.000+07:00</published><updated>2009-06-18T19:12:19.997+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum Indonesia'/><title type='text'>UU Perkawinan RI</title><content type='html'>PRESIDEN &lt;br /&gt;REPUBLIK INDONESIA&lt;br /&gt;UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA&lt;br /&gt;NOMOR  I TAHUN 1974&lt;br /&gt;TENTANG&lt;br /&gt;PERKAWINAN&lt;br /&gt;DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA&lt;br /&gt;PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,&lt;br /&gt;Menimbang :  bahwa sesuai dengan falsafah Pancasila serta cita¬-cita untuk pembinaan hukum nasional, perlu adanya Undang-undang tentang Perkawinan yang berlaku bagi semua warga negara.&lt;br /&gt;Mengingat : 1.   Pasal 5 ayat (1), Pasal 20 ayat (1), Pasal 27 ayat (1) dan &lt;br /&gt;        Pasal   29 Undang-Undang Dasar 1945:&lt;br /&gt;2.  Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Nomor IV/MPR/ 1983.&lt;br /&gt;Dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.&lt;br /&gt;MEMUTUSKAN:&lt;br /&gt;Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG PERKAWINAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;DASAR PERKAWINAN&lt;br /&gt;Pasal 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkawinan ialah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkn ketuhanan Yang Maha Esa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 2&lt;br /&gt;(1) Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu.&lt;br /&gt;(2) Tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.&lt;br /&gt;Pasal 3.&lt;br /&gt;(1) Pada azasnya dalam suatu perkawinan seorang pria hanya boleh mempunyai seorang isteri.. Seorang  wanita hanya boleh mempunyai seorang suami.&lt;br /&gt;(2) Pengadilan dapat memberi izin kepada seorang suami untuk beristeri lebih dari seorang apabila dikehendaki oleh pihak yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 4&lt;br /&gt;(1) Dalam hal seorang suami akan beristeri lebih dari seorang sebagaimana tersebut dalam Pasal 3 ayat (2) Undang-undang ini maka ia wajib mengajukan permohonan kepada Pengadilan di daerah tempat tinggalnya.&lt;br /&gt;(2) Pengadilan dimaksud dalam ayat (1) pasal ini hanya memberi izin kepada seorang suami yang akan beristeri lebih dari seorang apabila&lt;br /&gt;a. isteri tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai isteri;&lt;br /&gt;b. isteri mendapat cacat badan atau penyakit yang tidak dapat disembuhkan;&lt;br /&gt;c. isteri tidak dapat melahirkan keturunan. &lt;br /&gt;Pasal 5&lt;br /&gt;(1) Untuk dapat mengajukan permohonan kepada Pengadilan se¬bagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) Undang-undang harus dipenuhi syarat syarat sebagai berikut&lt;br /&gt;a. Ada persetujuan dari isteri/isteri-isteri;&lt;br /&gt;b. adanya kepastian bahwa suami mampu menjamin keperluan¬ hidup isteri-isteri dan anak-anak mereka;&lt;br /&gt;c. Adanya jaminan bahwa suami akan berlaku adil terhadap istri-isteri dan anak-anak mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Persetujuan yang dimaksud pada ayat (1) huruf a pasal ini tidak diperlukan bagi seorang suami apabila isteri/isteri-isterinya tidak mungkin diminta persetujuannya dan tidak dapat menjadi pihak dalam perjanjian, atau apabila tidak ada kabar dari isterinya selama sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun, atau karena sebab-sebab lainnya yang perlu mendapat penilaian dari Hakim Pengadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;SYARAT-SYARAT PERKAWINAN&lt;br /&gt;Pasal 6&lt;br /&gt;1) Perkawinan harus didasarkan atas persetujuan kedua calon mempelai.&lt;br /&gt;2)  Untuk melangsungkan perkawinan seorang yang belum mencapai umur 21 (dua puluh satu) tahun harus mendapat izin kedua orang tua.&lt;br /&gt;(3) Dalam hal salah seorang dari kedua orang tua telah meninggal dunia atau dalam keadaan tidak mampu menyatakan kehendaknya, maka izin dimaksud ayat (2) pasal ini cukup diperoleh dari orang tua yang masih hidup atau dari orang tua yang mampu menyatakan kehendaknya.&lt;br /&gt;(4) Dalam hal kedua orang tua telah meninggal dunia atau dalam keadaan tidak mampu untuk menyatakan kehendaknya maka izin diperoleh dari wali, orang yang memelihara atau keluarga yang mempunyai hubungan darah dalam garis keturunan, lurus ke atas selama mereka masih hidup dan dalam keadaan dapat menyatakan kehendaknya.&lt;br /&gt;5)  Dalam hal ada perbedaan pendapat antara orang-orang yang dalam ayat (2), (3) dan (4), pasal ini atau salah seorang atau. di antara mereka tidak menyatakan pendapatnya, maka Pengadilan  dalam daerah hukum tempat tinggal orang yang melangsungkan perkawinan atas permintaan orang tersebut memberikan izin setelah lebih dahulu mendengar orang-orang ¬tersebut dalam ayat (2), (3) dan (4) pasal ini.&lt;br /&gt;(6) Ketentuan tersebut ayat (1) sampai dengan ayat (5) pasal ¬berlaku sepanjang hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu dari yang bersangkutan tidak menentukan lain.&lt;br /&gt;Pasal 7&lt;br /&gt;(1) Perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria sudah mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun dan pihak wanita sudah mencapai umur 16 (enam belas) tahun.&lt;br /&gt;(2) Dalam hal penyimpangan terhadap ayat (1) pasal ini dapat meminta dispensasi kepada Pengadilan atau Pejabat lain, yang ditunjuk oleh kedua orang tua pihak pria maupun pihak wanita.&lt;br /&gt;(3) Ketentuan-ketentuan mengenai keadaan salah seorang atau kedua orang tua tersebut dalam Pasal 6 ayat (3) dan (4) Undang¬-undang ini, berlaku juga dalam hal permintaan dispensasi tersebut ayat (2) pasal ini dengan tidak mengurangi yang di¬maksud dalam Pasal 6 ayat (6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 8&lt;br /&gt;Perkawinan dilarang antara dua orang yang :&lt;br /&gt;a.    berhubungan darah dalam garis keturunan lurus ke bawah ataupun ke atas;&lt;br /&gt;b.   berhubungan darah, dalam garis keturunan menyamping yaitu antar saudara, antara seorang dengan saudara orang tua dan antara seorang dengan saudara neneknya;&lt;br /&gt;c. sehubungan semenda, yaitu mertua, anak tiri, menantu dan bapak tiri&lt;br /&gt;d. sehubungan susunan, yaitu orang tua susuan, anak susuan, saudara susuan dan bibi/paman susuan;&lt;br /&gt;e. sehubungan saudara dengan isteri atau sebagai bibi atau ke¬menekan dari isteri, dalam hal seorang suami beristeri lebih dari seorang;&lt;br /&gt;f. mempunyai hubungan yang oleh agamanya atau peraturan yang berlaku, dilarang kawin.&lt;br /&gt;Pasal 9&lt;br /&gt;Seorang yang masih terikat tali perkawinan dengan orang lain tidak dapat kawin lagi, kecuali dalam hal yang tersebut pada Pasal 3 dan Pasal 4 Undang undang ini&lt;br /&gt;Pasal 10&lt;br /&gt;Apabila suami dan isteri yang telah cerai kawin lagi satu dengan yang lain dan bercerai lagi untuk kedua kalinya, maka di antara mereka tidak boleh dilangsungkan perkawinan lagi, sepanjang masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu dari yang bersangkutan tidak menentukan lain.&lt;br /&gt;Pasal 11&lt;br /&gt;(1) Bagi seorang wanita yang putus perkawinannya berlaku jangka waktu tunggu.&lt;br /&gt;(2) Tenggang waktu jangka waktu tunggu tersebut ayat (1) akan diatur dalam peraturan Pemerintah lebih lanjut&lt;br /&gt;Pasal 12&lt;br /&gt;Tata cara pelaksanaan perkawinan diatur dalam peraturan perundang-undangan tersendiri&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;PENCEGAHAN PERKAWINAN&lt;br /&gt;Pasal 13&lt;br /&gt;Perkawinan dapat dicegah, apabila ada pihak yang tidak memenuhi syarat-syarat untuk melangsungkan perkawinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 14&lt;br /&gt;(1)   Yang dapat mencegah perkawinan ialah para keluarga dalam keturunan lurus ke atas dan ke bawah, saudara. wali nikah, pengampu dari salah seorang calon mempelai dan pihak-pihak yang  berkepentingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2)Mereka yang tersebut pada ayat (1) pasal ini berhak juga mencegah berlangsungnya perkawinan apabila salah seorang dari calon mempelai berada di bawah pengampuan, sehingga dengan perkawinan tersebut nyata-nyata mengakibatkan kesengsaraan bagi calon mempelai yang lainnya, yang mepunyai hubungan dengan orang-orang seperti tersebut dalam ayat (1) pasal ini.&lt;br /&gt;Pasal 15&lt;br /&gt;Barang siapa karena perkawinan dirinya masih terikat dengan salah satu dari kedua belah pihak dan atas dasar masih adanya perkawinan, dapat mencegah perkawinan yang baru, dengan tidak mengurangi ketentuan Pasal 3 ayat (2) dan Pasal 4 Undang-undang ini&lt;br /&gt;Pasal 16&lt;br /&gt;(1)    Pejabat yang ditunjuk berkewajiban mencegah berlangsungnya perkawinan apabila ketentuan-ketentuan dalam Pasal 7 ayat (1), Pasal 8, Pasal 9, Pasal 10 dan Pasal 12 Undang-undang ini tidak dipenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Mengenai Pejabat yang ditunjuk sebagaimana tersebut pada ayat (1) pasal ini diatur lebih lanjut dalam peraturan perundang-¬undangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pasal 17&lt;br /&gt;(1) pencegahan perkawinan diajukan kepada Pengadilan dalam daerah hukum di mana perkawinan akan dilangsungkan dengan memberitahukan juga kepada pegawai pencatat perkawinan.&lt;br /&gt;(2) kepada calon-calon mempelai diberitahukan mengenai permohonan pencegahan perkawinan dimaksud dalam ayat (1) pasal ini pegawai pencatat perkawinan&lt;br /&gt;Pasal 18&lt;br /&gt;pencegahan perkawinan dapat dicabut dengan putusan Pe¬ngadilan atau dengan menarik kembali permohonan pencegahan pada pengadilan oleh yang mencegah.&lt;br /&gt;Pasal 19&lt;br /&gt;perkawinan tidak dapat dilangsungkan apabila pencegahan dicabut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 20&lt;br /&gt;pegawai pencatat perkawinan tidak diperbolehkan melang¬sungkan atau membantu melangsungkan perkawinan bila ia mengetahui adanya pelanggaran dari ketentuan dalam Pasal 7 ayat (1), 8, Pasal 9, Pasal 10 dan Pasal 12 Undang-undang ini meskipun ada pencegahan perkawinan&lt;br /&gt;Pasal 21&lt;br /&gt;(1)  Jadi pegawai pencatat perkawinan berpendapat bahwa terhadap perkawinan tersebut ada larangan menurut Undang-undang ini, maka ia akan menolak melangsungkan perkawinan.&lt;br /&gt;(2) Di dalam hal penolakan, maka permintaan salah satu pihak yang ingin    melangsungkan perkawinan oleh pegawai pencatat perkawinan akan diberikan suatu keterangan tertulis dari penolakan tersebut disertai dengan alasan-alasan penolakannya.&lt;br /&gt;(3)  Para pihak yang perkawinannya ditolak berhak mengajukan permohonan kepada pengadilan di dalam wilayah mana pencatat perkawinan yang mengadakan penolakan berkedudukan untuk memberikan keputusan, dengan menyerahkan: keterangan penolakan tersebut di atas.&lt;br /&gt;(4)   Pengadilan akan memeriksa perkaranya dengan acara singkat akan memberikan ketetapan, apakah ia akan menguatkan penolakan tersebut ataukah memerintahkan, agar supaya perkawinan dilangsungkan.&lt;br /&gt;(5) Ketetapan ini hilang kekuatannya, jika rintangan-rintangan mengakibatkan penolakan tersebut hilang dan para hak yang ingin kawin dapat mengulangi pemberitahuan tentang maksud mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IV&lt;br /&gt;BATALNYA PERKAWINAN&lt;br /&gt;Pasal 22&lt;br /&gt;Perkawinan dapat dibatalkan, apabila para pihak tidak memenuhi, syarat-syarat untuk melangsungkan perkawinan&lt;br /&gt;Pasal 23&lt;br /&gt;Yang dapat mengajukan pembatalan perkawinan yaitu&lt;br /&gt;a.   Para keluarga dalam garis keturunan lurus ke atas dari suami atau isteri;&lt;br /&gt;b.   suami atau isteri&lt;br /&gt;c.   Pejabat yang berwenang hanya selama perkawinanan belum di¬putuskan;&lt;br /&gt;d.  Pejabat yang ditunjuk tersebut ayat (2) Pasal 16 Undang-undang ini dan setiap orang yang mempunyai kepentingan hukum secara langsung terhadap perkawinan tersebut, tetapi hanya setelah perkawinan itu putus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 24&lt;br /&gt;Barang siapa karena perkawinan masih terikat dirinya dengan salah satu dari kedua belah pihak dan atas dasar masih adanya perkawinan dapat mengajukan pembatalan perkawinan yang baru, dengan. tidak mengurangi ketentuan Pasal 3 ayat (2) dan Pasal 4 undang-undang ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 25&lt;br /&gt;Permohonan pembatalan perkawinan diajukan kepada Peng¬andilan dalam daerah hukum di mana perkawinan dilangsungkan atau tempat tinggal kedua suami isteri, suami atau isteri&lt;br /&gt;- , Pasal 26&lt;br /&gt;(1) Perkawinan yang dilangsungkan di muka pegawai pencatat perkawinan yang tidak berwenang, wali nikah yang tidak sah atau ` yang dilangsungkan tanpa dihadiri oleh 2 (dua) orang saksi dapat dimintakan pembatalannya oleh para keluarga dalam garis keturunan lurus ke atas dari suami atau isteri, jaksa dan suami atau isteri.&lt;br /&gt;(2) Hak untuk membatalkan oleh suami atau isteri berdasarkan alasan dalam ayat (1) pasal ini gugur apabila mereka telah hidup bersama sebagai suami isteri dan dapat memperlihatkan Akte perkawinan yang dibuat pegawai pencatat perkawinan yang tidak berwenang dan perkawinan harus diperbaharui supaya sah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 27&lt;br /&gt;(1) Seorang suami atau isteri dapat mengajukan permohonan pem¬batalan perkawinan apabila perkawinan dilangsungkan di bawah ancaman yang melanggar hukum.&lt;br /&gt;(2) Seorang suami atau isteri dapat mengajukan permohonan pem¬batalan perkawinan .apabila pada waktu berlangsungnya perkawinan terjadi salah sangka mengenai diri suami atau isteri.&lt;br /&gt;(3) Apabila ancaman telah berhenti, atau yang bersalah sangka itu menyadari keadaannya, dan dalam jangka waktu 6 (enam) bulan setelah itu masih tetap hidup sebagai suami-isteri, dan tidak mempergunakan haknya untuk mengajukan permohonan pembatalan, maka haknya gugur&lt;br /&gt;Pasal 28&lt;br /&gt;(1)  Batalnya suatu perkawinan dimulai setelah keputusan Pengadilan mempunyai kekuatan hukum yang tetap dan berlaku sejak saat berlangsungnya perkawinan.&lt;br /&gt;(2)     Keputusan tidak berlaku surut terhadap&lt;br /&gt;a.  Anak-anak yang dilahirkan dari perkawinan tersebut;&lt;br /&gt;b.  Suami atau isteri yang bertindak dengan i'tikad baik, kecuali terhadap harta bersama, bila pembatalan perkawinan didasarkan atas adanya perkawinan lain yang lebih dahulu;&lt;br /&gt;c.  Orang-orang ketiga lainnya tidak termasuk dalam a dan b sepanjang mereka memperoleh hak-hak dengan i'tikad baik sebelum keputusan tentang pembatalan mempunyai kekuatan hukum tetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB V&lt;br /&gt;PERJANJIAN PERKAWINAN&lt;br /&gt;Pasal 29&lt;br /&gt;(1)    Pada waktu atau sebelum perkawinan dilangsungkan, kedua pihak atas persetujuan bersama dapat mengadakan perjanjian tertulis yang disahkan oleh Pegawai pencatat perkawinan, setelah mana isinya berlaku juga terhadap pihak ketiga sepanjang pihak ketiga tersangkut.&lt;br /&gt;(2)     Perjanjian tersebut tidak dapat disahkan bilamana melanggar batas-batas hukum, agama dan kesusilaan.&lt;br /&gt;(3)    Perjanjian tersebut mulai berlaku sejak perkawinan dilang¬sungkan&lt;br /&gt;(4) Selama perkawinan berlangsung tersebut tidak dapat diubah, kecuali bila dari kedua belah pihak ada persetujuan untuk mengubah dan perubahan tidak merugikan pihak ketiga&lt;br /&gt;BAB VI&lt;br /&gt;HAK DAN KEWAJIBAN SUAMI-ISTERI&lt;br /&gt;Pasal 30&lt;br /&gt;Suami isteri memikul kewajiban yang luhur untuk menegakkan rumah tangga yang menjadi sendi dasar dari susunan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 31&lt;br /&gt;(1)  Hak dan kedudukan isteri adalah seimbang dengan hak dan ke¬dudukan suami dalam kehidupan rumah tangga dan pergaulan hidup bersama dalam masyarakat.&lt;br /&gt;(2)  Masing-masing pihak berhak untuk mlelakukan perbuatan hukum.&lt;br /&gt;(3)  Suami adalah kepala keluarga dan isteri ibu rumah tangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 32&lt;br /&gt;(1) Suami isteri harus mempunyai tempat kediaman yang tetap&lt;br /&gt;(2) Rumah tempat kediaman yang dimaksud dalam ayat (1) pasal ini ditentukan oleh suami isteri bersama&lt;br /&gt;Pasal 33&lt;br /&gt;Suami isteri wajib saling cinta mencintai, hormat-menghormati setia dan memberi bantuan lahir bathin yang satu kepada yang lain.&lt;br /&gt;Pasal 34&lt;br /&gt;(1) Suami wajib melindungi isterinya dan memberikan segala sesuatu keperluan hidup berumah tangga sesuai dengan kemampuannya.&lt;br /&gt;(2) Isteri wajib mengatur urusan rumah tangga sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;(3) Jika suami atau isteri melalaikan kewajibannya masing-masi dapat mengajukan gugatan kepada Pengadilan&lt;br /&gt;BAB VII&lt;br /&gt;HARTA BENDA DALAM PERKAWINAN&lt;br /&gt;Pasal 35&lt;br /&gt;(1) Harta benda yang diperoleh selama perkawinan, menjadi harta bersama.&lt;br /&gt;(2) Harta bawaan dan masing-masing suami dan isteri dan harta benda. yang diperoleh masing-masing sebagai hadiah atau warisan, adal.ah di bawah penguasaan masing-masing sepanjang para pihak tidak menentukan lain.&lt;br /&gt;Pasal 36&lt;br /&gt;(1) Mengenai harta bersama, suami atau isteri dapat bertindak atas persetujuan kedua belah pihak.&lt;br /&gt;(2) Mengenai harta bawaan masing-masing, suami dan isteri mempunyai hak sepenuhnya untuk melakukan perbuatan hukum mengenai harta bendanya.&lt;br /&gt;Pasal 37&lt;br /&gt;Bila perkawinan putus karena perceraian, harta bersama diatur menurut hukumnya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB VIII&lt;br /&gt;PUTUSNYA PERKAWINAN SERTA AKIBATNYA&lt;br /&gt;Pasal 38&lt;br /&gt;Perkawinan dapat putus karena : a. kematian, b. perceraian c. atas keputusan Pengadilan.&lt;br /&gt;Pasal 39&lt;br /&gt;(1) Perceraian hanya dapat dilakukan di depan sidang Pengadilan setelah Pengadilan yang bersangkutan berusaha dan tidak berhenti  mendamaikan kedua belah pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; (2) Untuk melakukan perceraian harus ada cukup alasan, bahwa antara suami isteri itu tidak akan dapat hidup rukun sebagai suami isteri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Tata cara perceraian di depan sidang Pengadilan diatur dalam peraturan-perundangan tersendiri&lt;br /&gt;Pasal 40&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Gugatan perceraian diajukan kepada Pengadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Tata cara mengajukan gugatan tersebut pada ayat (1) pasal ini diatur dalam peraturan perundangan tersendiri.&lt;br /&gt;Pasal 41&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat putusnya perkawinan karena perceraian ialah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.  Baik ibu atau bapak tetap berkewajiban memelihara dan mendidik anak-anaknya, semata-mata berdasarkan kepentingan anak; bilamana ada perselisihan mengenai penguasaan anak-anak,Pengadilan memberi keputusannya:&lt;br /&gt;b.  Bapak yang bertanggung jawab atas semua biaya pemeliharaan dan pendidikan yang diperlukan anak itu; bilamana bapak dalam kenyataan tidak dapat memenuhi kewajiban tersebut, Pengadilan dapat menentukan bahwa ibu ikut memikul biaya tersebut;&lt;br /&gt;c.  Pengadilan dapat mewajibkan kepada bekas suami untuk mem¬berikan biaya penghidupan dan/atau menentukan suatu kewajiban bagi bekas suami.&lt;br /&gt;BAB IX&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEDUDUKAN ANAK&lt;br /&gt;Pasal 42&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak yang sah adalah anak yang dilahirkan dalam atau sebagai akibat perkawinan yang sah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 43&lt;br /&gt;(1) Anak yang dilahirkan di luar perkawinan hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya.&lt;br /&gt;(2) Kedudukan anak tersebut ayat (1) di atas selanjutnya akan diatur dalam Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;Pasal 44&lt;br /&gt;(1) Seorang suami dapat menyangkal sahnya anak yang dilahirkan, oleh isterinya, bilamana ia dapat membuktikan bahwa isterinya telah berzina dan anak itu akibat dari pada perzinaan tersebut.&lt;br /&gt;(2) Pengadilan memberikan keputusan tentang sah/tidaknya anak atas permintaan pihak yang berkepentingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB X&lt;br /&gt;HAK DAN KEWAJIBAN ANTARA ORANG TUA&lt;br /&gt;DAN ANAK&lt;br /&gt;Pasal 45&lt;br /&gt;(1) Kedua orang tua wajib memelihara dan mendidik anak-anak mereka sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;(2) Kewajiban orang tua yang dimaksud dalam ayat (1) pasal ini berlaku sampai anak itu kawin atau dapat berdiri sendiri, kewajiban mana berlaku terus meskipun perkawinan antara kedua orang tua  putus.&lt;br /&gt;Pasal 46&lt;br /&gt;(1) Anak wajib menghormati orang tua dan mentaati kehendak mereka yang baik.&lt;br /&gt;(2) Jika anak telah dewasa, ia wajib memelihara menurut kemampuannya, orang tua dan keluarga dalam garis lurus ke atas,¬bila mereka itu memerlukan bantuannya.&lt;br /&gt;Pasal 47&lt;br /&gt;(1) Anak yang belum mencapai umur 18 (delapan belas) tahun atau belum pernah melangsungkan perkawinan ada di bawah kekuasaan orang tuanya selama mereka tidak dicabut dari kekuasaannya:&lt;br /&gt;(2) Orang tua mewakili anak tersebut mengenai segala perbuatan hukum di dalam dan di luar Pengadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 48&lt;br /&gt;Orang tua tidak diperbolehkan memindahkan hak atau meng¬gadaikan barang-barang tetap yang dimiliki anaknya yang belum berumur 18 (delapan belas) tahun atau belum pernah melangsungkan perkawinan, kecuali apabila kepentingan anak itu menghendakinya.&lt;br /&gt;Pasal 49&lt;br /&gt;(1) Salah seorang atau kedua orang tua dapat dicabut kekuasaannya terhadap seorang anak atau lebih untuk waktu yang tertentu atas permintaan orang tua yang lain, keluarga anak dalam garis lurus ke atas dan saudara kandung yang telah dewasa atau pejabat yang berwenang, dengan keputusan Pengadilan dalam hal-hal :&lt;br /&gt;a. Ia sangat melalaikan kewajibannya terhadap anaknya &lt;br /&gt;b. berkelakuan buruk sekali&lt;br /&gt; (2) Meskipun orang tua dicabut kekuasaannya, mereka masih tetap berkewajiban untuk memberi biaya pemeliharaan kepada anak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB XI&lt;br /&gt;PERWALIAN&lt;br /&gt;Pasal 50&lt;br /&gt;(1) Anak yang belum mencapai umur 18 (delapan belas) tahun atau belum pernah melangsungkan perkawinan, yang tidak berada di bawah kekuasaan orang tua, berada di bawah kekuasaan wali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Perwalian itu mengenai pribadi anak yang bersangkutan maupun harta bendanya.&lt;br /&gt;Pasal 51&lt;br /&gt;(1) Wali dapat ditunjuk oleh satu orang tua yang menjalankan kekuasaan orang tua, sebelum ia meninggal, dengan surat wasiat atau dengan lisan di hadapan 2 (dua) orang saksi.&lt;br /&gt;(2) Wali sedapat-dapatnya diambil dari keluarga anak tersebut atau orang lain yang sudah dewasa, berpikiran sehat, adil, jujur dan berkelakuan baik.&lt;br /&gt;(3) Wali wajib mengurus anak yang di bawah penguasaannya dan harta bendanya sebaik-baiknya, dengan menghormati agama dan kepercayaan anak itu.&lt;br /&gt;(4) Wali wajib membuat daftar harta benda anak yang berada di bawa kekuasaannya pada waktu memulai jabatannya dan mencatat semua perubahan-perubahan harta benda anak atau anak-anak itu&lt;br /&gt;(5) Wali bertanggung jawab tentang harta benda anak yang berada bawah perwaliannya serta kerugian yang ditimbulkan karena kesalahan atau kelalaiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 52&lt;br /&gt;Terhadap wali berlaku juga Pasal 48 Undang-undang ini. &lt;br /&gt;Pasal 53&lt;br /&gt;(1) Wali dapat dicabut dari kekuasaannya, dalam hal-hal yang tersebut dalam Pasal 49 Undang-undang ini.&lt;br /&gt;(2) Dalam hal kekuasaan seorang wali dicabut, sebagaimana di maksud pada ayat (1) pasal ini, oleh Pengadilan ditunjuk orang lain sebagai wali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 54&lt;br /&gt;Wali yang telah menyebabkan kerugian kepada harta benda anak yang di bawah kekuasaannya, atas tuntutan anak atau keluarga anak tersebut dengan Pengadilan yang bersangkutan dapat diwajibkan untuk mengganti kerugian tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB XII&lt;br /&gt;KENTUAN-KETENTUAN LAIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Pertama&lt;br /&gt;Pembuktian asal-usul anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 55&lt;br /&gt;(1) Asal-usul seorang anak hanya dapat dibuktikan dengan akte kelahiran yang autentik, yang dikeluarkan oleh Pejabat yang berwenang.&lt;br /&gt;(2) Bila akte kelahiran tersebut dalam ayat (1) pasal ini tidak ada, maka Pengadilan dapat mengeluarkan penetapan tentang asal-usul seorang anak setelah diadakan pemeriksaan yang teliti berdasarkan bukti-bukti yang memenuhi syarat.&lt;br /&gt;(3) Atas dasar ketentuan Pengadilan tersebut ayat (2) pasal ini, maka instansi pencatat kelahiran yang ada dalam daerah hukum Pengadilan yang bersangkutan mengeluarkan akte kelahiran bagi anak yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Kedua&lt;br /&gt;Perkawinan di luar Indonesia&lt;br /&gt;Pasal 56&lt;br /&gt;(1) Perkawinan yang dilangsungkan di luar Indonesia antara dua or¬ang warga negara Indonesia atau seorang warganegara Indonesia dengan warga negara Asing adalah sah bilamana dilakukan menurut hukum yang berlaku di negara di mana perkawina itu dilang¬sungkan dan bagi warganegara Indonesia tidak melanggar ketentuan-ketentuan Undang-undang ini.&lt;br /&gt;(2)  Dalam waktu 1 (satu) tahun setelah suami iseri itu kembali di Wilayah Indonesia, surat bukti perkawinan mereka harus di¬daftarkan di Kantor Pencatatan Perkawinan tempat tinggal mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Ketiga&lt;br /&gt;Perkawinan Campuran&lt;br /&gt;Pasal 57&lt;br /&gt;(1) Perkawinan yang dimaksud dengan perkawinan campuran dalam Undang - undang ini ialah perkawinan antara dua orang yang di Indonesia tunduk pada hukum yang berlainan, karena perbedaan kewarganegaraan salah satu pihak berkewarganegaraan Indonesia.&lt;br /&gt;Pasal 58&lt;br /&gt;Bagi orang-orang yang berlainan kewarganegaraan yang lakukan perkawinan campuran, dapat memperoleh kewarganegaraan dari suami/isterinya dan dapat pula kehilangan kewarganegaraan menurut cara-cara yang telah ditentukan dalam Undang-undang kewarganegaraan Republik Indonesia yang berlaku.&lt;br /&gt;Pasal 59&lt;br /&gt;(1) Kewarganegaraan yang diperoleh sebagai akibat perkawinan putusnya perkawinan menentukan hukum yang berlaku, mengenai hukum publik maupun mengenai hukum perdata.&lt;br /&gt;(2) Perkawinan campuran yang dilangsungkan di Indonesia dilakukan menurut Undang-undang Perkawinan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 60&lt;br /&gt;(1) Perkawinan campuran tidak dapat dilangsungkan sebelum terbukti bahwa syarat-syarat perkawinan yang ditentukan oleh hukum yang berlaku bagi pihak masing-masing telah dipenuhi.&lt;br /&gt;(2) Untuk membuktikan bahwa syarat-syarat tersebut dalam ayat (1) telah dipenuhi dan karena itu tidak ada rintangan untuk, melangsungkan perkawinan campuran, maka oleh mereka yang  menurut hukum yang berlaku bagi pihak masing-masing berwenang mencatat perkawinan, diberikan surat keterangan bahwa syarat-syarat telah dipenuhi.&lt;br /&gt;Pasal 61&lt;br /&gt;(1) Perkawinan campuran dicatat oleh pegawai pencatat yang berwenang.&lt;br /&gt;(2)Barang siapa melangsungkan perkawinan campuran tanpa memperlihatkan lebih dahulu kepada pegawai pencatat yang berwenang surat keterangan atau keputusan pengganti keterangan yang disebut dalam Pasal 60 ayat (4) Undang-undang ini dihukum dengan hukuman kurungan selama-lamanya 1 (satu) bulan.&lt;br /&gt;(3) Pegawai pencatat perkawinan yang mencatat perkawinan sedangkan ia mengetahui bahwa keterangan atau keputusan pengganti keterangan tidak ada, dihukum dengan hukuman kurungan selama-lamanya 3 (tiga) bulan dan dihukum jabatan.&lt;br /&gt;Pasal 62&lt;br /&gt;Dalam perkawinan campuran kedudukan anak diatur sesuai dengan Pasal 59 ayat (1) Undang-undang ini .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Keempat&lt;br /&gt;Pengadilan&lt;br /&gt;Pasal 63&lt;br /&gt;(1 )Yang dimaksud dengan Pengadilan dalam Undang undang ini ialah&lt;br /&gt;a. Pengadilan Agama bagi mereka yang beragama Islam&lt;br /&gt;b. Pengadilan Umum bagi lainnya.&lt;br /&gt;(2) Setiap Keputusan Pengadilan Agama dikukuhkan oleh pengadilan Umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB XIII&lt;br /&gt;KETENTUAN PERALIHAN&lt;br /&gt;Pasal 64&lt;br /&gt;Untuk perkawinan dan segala sesuatu yang berhubungan dengan s perkawinan yang terjadi sebelum Undang-undang ini berlaku dijalankan menurut peraturan-peraturan lama, adalah sah.&lt;br /&gt;(1) Dalam hal seorang suami beristeri lebih dari seorang baik dasarkan hukum lama maupun berdasarkan Pasal 3 ayat : Undang-undang ini maka berlakulah ketentuan-ketentuan berikut :&lt;br /&gt;a.   Suami wajib memberi jaminan hidup yang sama kepada semua isteri dan anaknya;&lt;br /&gt;b.   Isteri yang kedua dan seterusnya tidak mempunyai hak harta bersama yang telah ada sebelum perkawinan dengan istri kedua atau berikutnya itu terjadi;&lt;br /&gt;c.  Semua isteri mempunyai hak yang sama atas harta bersama yang terjadi sejak perkawinannya masing-masing.&lt;br /&gt;(2) Jika Pengadilan yang memberi izin untuk beristeri lebih seorang menurut Undang-undang ini tidak menentukan lain, maka berlakulah ketentuan-ketentuan ayat (1) pasal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB XIV&lt;br /&gt;KETENTUAN PENUTUP&lt;br /&gt;Pasal 66&lt;br /&gt;Untuk perkawinan dan segala sesuatu yang berhubungan dengan perkawinan berdasarkan atas Undang-undang ini, maka dengan berlakunya Undang-undang ini ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek), Ordonansi Perkawinan Indonesia Kristen (Howelijks, Ordonnantie Christen Indonesiers S. 1933 No.74 ), Peraturan Per¬kawinan Campuran (Regeling op de gemengde Huwelijken S. 1898 No. 158), dan peraturan-peraturan lain yang mengatur tentang perkawinan sejauh telah diatur dalam Undang-undang ini, dinyatakan tidak berlaku.&lt;br /&gt;Pasal 67&lt;br /&gt;(1) Undang-undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkannya yang pelaksanaannya secara efektif lebih lanjut akan diatur de¬ngan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;(2) Hal-hal dalam Undang-undang ini yang memerlukan pengaturan&lt;br /&gt;pelaksanaan, diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;Agar supaya setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Undang-undang ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.&lt;br /&gt;Disahkan di Jakarta&lt;br /&gt;Pada tanggal 2 Januari 1974&lt;br /&gt;PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;t.t.d.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SOEHARTO&lt;br /&gt;JENDERAL TNI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diundangkan di Jakarta&lt;br /&gt;Pada tanggal 2 Januari 1974&lt;br /&gt;MENTERI/SEKRETARIS NEGARA &lt;br /&gt;REPUBLIK INDONESIA,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;t t.d.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SOEDHARMONO, SH. &lt;br /&gt;MAYOR JENDERAL TNI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA 1974&lt;br /&gt;NOMOR 1&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625662722974914301-5629108585969535484?l=ranteputoh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ranteputoh.blogspot.com/feeds/5629108585969535484/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2009/06/uu-perkawinan-ri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/5629108585969535484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/5629108585969535484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2009/06/uu-perkawinan-ri.html' title='UU Perkawinan RI'/><author><name>Furqan Ar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11186773398525204662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_oTdULbiX1cs/SiZR9UtU4OI/AAAAAAAAACU/w8JK1dr5yco/S220/wtgfeytdhgfhggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6625662722974914301.post-1618104189846770340</id><published>2009-06-18T19:01:00.000+07:00</published><updated>2009-06-18T19:02:24.781+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh'/><title type='text'>masang poster pemain bola</title><content type='html'>Memasang Poster Pemain Sepakbola&lt;br /&gt;Assalamu'alaikum.wr.wb&lt;br /&gt;Ustadz saya mo tanya, begini saya penggemar salah satu pemain sepak bola dunia. Saking saya sukanya saya sampai memajang posternya(seluruh badan).&lt;br /&gt;Dalam islam boleh tidak dan apakah poster menyebabkan malaikat ga mo masuk dan apakah ditungguin oleh sebangsa jin dkk.&lt;br /&gt;Jawaban:&lt;br /&gt;Assalamu 'alaikum Wr. Wb.&lt;br /&gt;GAMBAR LUKISAN&lt;br /&gt;Kalau lukisan seni itu berbentuk sesuatu yang disembah selain Allah, seperti Gambar al-Masih bagi orang-orang Kristen atau sapi bagi orang-orang Hindu dan Sebagainya, maka bagi si pelukisnya untuk tujuan-tujuan di atas, tidak lain dia Adalah menyiarkan kekufuran dan kesesatan. Dalam hal ini berlakulah baginya Ancaman Nabi yang begitu keras: "Sesungguhnya orang yang paling berat siksaannya Nanti di hari kiamat ialah orang-orang yang menggambar." (Riwayat Muslim).&lt;br /&gt;Imam Thabari berkata: "Yang dimaksud dalam hadis ini, yaitu orang-orang yang Menggambar sesuatu yang disembah selain Allah, sedangkan dia mengetahui dan Sengaja. Orang yang berbuat demikian adalah kufur. Tetapi kalau tidak ada maksud Seperti di atas, maka dia tergolong orang yang berdosa sebab menggambar saja." Yang seperti ini ialah orang yang menggantungkan gambar-gambar tersebut untuk Dikuduskan.&lt;br /&gt;Perbuatan seperti ini tidak pantas dilakukan oleh seorang muslim, kecuali kalau Agama Islam itu dibuang di belakang punggungnya. Dan yang lebih mendekati Persoalan ini ialah orang yang melukis sesuatu yang tidak biasa disembah, tetapi Dengan maksud untuk menandingi ciptaan Allah. Yakni dia beranggapan, bahwa dia Dapat membuat dan menciptakan jenis terbaru seperti ciptaan Allah. Orang yang Melukis dengan tujuan seperti itu jelas telah keluar dari agama Tauhid. Terhadap Orang ini berlakulah hadis Nabi yang mengatakan: "Sesungguhnya orang yang paling Berat siksaannya ialah orang-orang yang menandingi ciptaan Allah." (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;Persoalan ini tergantung pada niat si pelukisnya itu sendiri. Barangkali hadis Ini dapat diperkuat dengan hadis yang mengatakan: "Siapakah orang yang lebih Berbuat zalim selain orang yang bekerja membuat seperti pembuatanku? Oleh karena Itu cobalah mereka membuat biji atau zarrah." (Riwayat Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;Allah mengungkapkan firmanNya di sini dengan kata-kata "dzahaba yakhluqu Kakhalqi" (dia bekerja untuk membuat seperti pembuatanku), ini menunjukkan Adanya suatu kesengajaan untuk menandingi dan menentang kekhususan Allah dalam Ciptaannya dan keindahannya. Oleh karena itu Allah menentang mereka supaya Membuat sebutir zarrah. Ia memberikan isyarat, bahwa mereka itu benar-benar Bersengaja untuk maksud tersebut. Justru itu Allah akan membalas mereka itu Nanti dan mengatakan kepada mereka: "Hidupkan apa yang kamu cipta itu!" Mereka Dipaksa untuk meniupkan roh ke dalam lukisannya itu, padahal dia tidak akan Mampu. Termasuk gambar/lukisan yang diharamkan, yaitu gambar/lukisan yang Dikuduskan (disucikan) oleh pemiliknya secara keagamaan atau diagung-agungkan Secara keduniaan.&lt;br /&gt;Untuk yang pertama: Seperti gambar-gambar Malaikat dan para Nabi, misalnya Nabi Ibrahim, Ishak, Musa dan sebagainya. Gambar-gambar ini biasa dikuduskan oleh Orang-orang Nasrani, dan kemudian sementara orang-orang Islam ada yang Menirunya, yaitu dengan melukiskan Ali, Fatimah dan lain-lain.&lt;br /&gt;Sedang untuk yang kedua: Seperti gambar raja-raja, pemimpin-pemimpin dan Seniman-seniman. Ini dosanya tidak seberapa kalau dibandingkan dengan yang Pertama tadi. Tetapi akan meningkat dosanya, apabila yang dilukis itu Orang-orang kafir, orang-orang yang zalim atau orang-orang yang fasik.&lt;br /&gt;Misalnya para hakim yang menghukum dengan selain hukum Allah, para pemimpin yang Mengajak umat untuk berpegang kepada selain agama Allah atau seniman-seniman Yang mengagung-agungkan kebatilan dan menyiarnyiarkan kecabulan di kalangan Umat. Kebanyakan gambar-gambar/lukisan-lukisan di zaman Nabi dan sesudahnya, Adalah lukisan-lukisan yang disucikan dan diagung-agungkan. Sebab pada umumnya Lukisan-lukisan itu adalah buatan Rum dan Parsi (Nasrani dan Majusi).&lt;br /&gt;Oleh karena itu tidak dapat melepaskan pengaruhnya terhadap pengkultusan kepada Pemimpin-pemimpin agama dan negara. Imam Muslim meriwayatkan, bahwa Abu Dhuha Pernah berkata sebagai berikut: Saya dan Masruq berada di sebuah rumah yang di Situ ada beberapa patung. Kemudian Masruq berkata kepadaku: Apakah ini patung Kaisar? Saya jawab: Tidak! Ini adalah patung Maryam. Masruq bertanya demikian, Karena menurut anggapannya, bahwa lukisan itu buatan Majusi dimana mereka biasa Melukis raja-raja mereka di bejana-bejana. Tetapi akhirnya ketahuan, bahwa Patung tersebut adalah buatan orang Nasrani.&lt;br /&gt;Dalam kisah ini Masruq kemudian berkata: Saya pernah mendengar Ibnu Mas'ud Menceriterakan apa yang ia dengar dari Nabi s.a.w., bahwa beliau bersabda: "Sesungguhnya orang yang paling berat siksaannya di sisi Allah, ialah para Pelukis." Selain gambar-gambar di atas, yaitu misalnya dia menggambar/melukis Makhluk-makhluk yang tidak bernyawa seperti tumbuh-tumbuhan, pohon-pohonan, Laut, gunung, matahari, bulan, bintang dan sebagainya. Maka hal ini sedikitpun Tidak berdosa dan tidak ada pertentangan samasekali di kalangan para ulama. Tetapi gambar-gambar yang bernyawa kalau tidak ada unsur-unsur larangan seperti Tersebut di atas, yaitu bukan untuk disucikan dan diagung-agungkan dan bukan Pula untuk maksud menyaingi ciptaan Allah, maka menurut hemat saya tidak haram.&lt;br /&gt;Dasar dari pada pendapat ini adalah hadis sahih, antara lain: "Dari Bisir bin Said dari Zaid bin Khalid dari Abu Talhah sahabat Nabi, bahwa Rasulullah s.a.w. Bersabda: "Sesungguhnya Malaikat tidak akan masuk rumah yang di dalamnya ada Gambar." (Riwayat Muslim) Bisir berkata: Sesudah itu Zaid mengadukan. Kemudian Kami jenguk dia, tiba-tiba di pintu rumah Zaid ada gambarnya. Lantas aku Bertanya kepada Ubaidillah al-Khaulani anak tiri Maimunah isteri Nabi: Apakah Zaid belum pernah memberitahumu tentang gambar pada hari pertama? Kemudian Ubaidillah berkata: Apakah kamu tidak pernah mendengar dia ketika ia berkata: "Kecuali gambar di pakaian." Tarmizi meriwayatkan dengan sanadnya dari Utbah, Bahwa dia pernah masuk di rumah Abu Talhah al-Ansari untuk menjenguknya, Tiba-tiba di situ ada Sahal bin Hanif. Kemudian Abu Talhah menyuruh orang supaya Mencabut seprei yang di bawahnya (karena ada gambarnya). Sahal lantas bertanya Kepada Abu Talhah: Mengapa kau cabut dia? Abu Talhah menjawab: Karena ada Gambarnya, dimana hal tersebut telah dikatakan oleh Nabi yang barangkali engkau Telah mengetahuinya. Sahal kemudian bertanya lagi: Apakah beliau (Nabi) tidak Pernah berkata: "Kecuali gambar yang ada di pakaian?" Abu Talhah kemudian Menjawab: Betul! Tetapi itu lebih menyenangkan hatiku." (Kata Tarmizi: hadis ini Hasan sahih)&lt;br /&gt;Tidakkah dua hadis di atas sudah cukup untuk menunjukkan, bahwa gambar yang Dilarang itu ialah yang berjasad atau yang biasa kita istilahkan dengan patung?&lt;br /&gt;Adapun gambar-gambar ataupun lukisan-lukisan di papan, pakaian, lantai, tembok Dan sebagainya tidak ada satupun nas sahih yang melarangnya. Betul di situ ada Beberapa hadis sahih yang menerangkan bahwa Nabi menampakkan ketidak-sukaannya, Tetapi itu sekedar makruh saja. Karena di situ ada unsur-unsur menyerupai Orang-orang yang bermewah-mewah dan penggemar barang-barang rendahan. I Mam Muslim meriwayatkan dari jalan Zaid bin Khalid al-Juhani dari Abu Talhah Al-Ansari, ia berkata: Saya mendengar Rasulullah s.a.w. Bersabda: "Malaikat Tidak akan masuk rumah yang di dalamnya ada anjing dan patung. Saya (Zaid) Kemudian bertanya kepada Aisyah: Sesungguhnya ini (Abu Talhah) memberitahuku, Bahwa Rasulullah s.a.w. Telah bersabda. Malaikat tidak akan masuk rumah yang di Dalamnya ada anjing dan patung.&lt;br /&gt;Apakah engkau juga demikian? Maka kata Aisyah: Tidak! Tetapi saya akan Menceriterakan kepadamu apa yang pernah saya lihat Nabi kerjakan, yaitu: Saya Lihat Nabi keluar dalam salah satu peperangan, kemudian saya membuat seprei Korden (yang ada gambarnya) untuk saya pakai menutup pintu. Setelah Nabi datang, Ia melihat korden tersebut. Saya lihat tanda marah pada wajahnya, lantas Dicabutnya korden tersebut sehingga disobek atau dipotong sambil ia berkata: Sesungguhnya Allahi tidak menyuruh kita untuk memberi pakaian kepada batu dan Tanah. Kata Aisyah selanjutnya: Kemudian kain itu saya potong daripadanya untuk Dua bantal dan saya penuhi dengan kulit buah-buahan, tetapi Rasulullah sama Sekali tidak mencela saya terhadap yang demikian itu." (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;Hadis tersebut tidak lebih hanya menunjukkan makruh tanzih karena memberikan Pakaian kepada dinding dengan korden yang bergambar. Imam Nawawi berkata: hadis Tersebut tidak menunjukkan haram, karena hakikat perkataan sesungguhnya Allah Tidak menyuruh kita itu tidak dapat dipakai untuk menunjukkan wajib, sunnat atau Haram. Yang semakna dengan ini diriwayatkan juga oleh Imam Muslim dari jalan Aisyah pula, ia berkata: "Saya mempunyai tabir padanya ada gambar burung, sedang Setiap orang yang masuk akan menghadapnya (akan melihatnya), kemudian Nabi Berkata kepadaku: Pindahkanlah ini, karena setiap saya masuk dan melihatnya maka Saya ingat dunia."(Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;Dalam hadis ini Rasulullah s.a.w. Tidak menyuruh Aisyah supaya memotongnya, Tetapi beliau hanya menyuruh memindahkan ke tempat lain. Ini menunjukkan Ketidaksukaan Nabi melihat, bahwa di hadapannya ada gambar tersebut yang dapat Mengingatkan kebiasaan dunia dengan seluruh aneka keindahannya itu; lebih-lebih Beliau selalu sembahyang sunnat di rumah. Sebab seprai-seprai dan korden-korden Yang bergambar sering memalingkan hati daripada kekhusyu'an dan pemusatan Menghadap untuk bermunajat kepada Allah. Ini sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari jalan Anas, ia mengatakan: Bahwa korden Aisyah dipakai untuk Menutupi samping rumahnya, kemudian Nabi menyuruh dia dengan sabdanya: "Singkirkanlah korden itu dariku, karena gambar-gambarnya selalu tampak dalam Sembahyangku." (Riwayat Bukhari)&lt;br /&gt;Dengan demikian jelas, bahwa Nabi sendiri membenarkan di rumahnya ada Tabir/korden yang bergambar burung dan sebagainya. Dari hadis-hadis itu pula, Sementara ulama salaf berpendapat: "Bahwa gambar yang dilarang itu hanyalah yang Ada bayangannya, adapun yang tidak ada bayangannya tidak menqapa." Pendapat ini Diperkuat oleh hadis Qudsi yang mengatakan: "Siapakah yang terlebih menganiaya Selain orang yang bekerja untuk membuat seperti ciptaanKu? Oleh karena itu Cobalah mereka membuat zarrah, cobalah mereka membuat beras belanda!" (Riwayat Bukhari).&lt;br /&gt;Ciptaan Allah sebagaimana kita lihat, bukan terlukis di atas dataran tetapi Berbentuk dan berjisim, sebagaimana Dia katakan: "Dialah Zat yang membentuk kamu Di dalam rahim bagaimanapun Ia suka." (ali-Imran: 6)&lt;br /&gt;Tidak ada yang menentang pendapat ini selain hadis yang diriwayatkan Aisyah, Dalam salah satu riwayat Bukhari dan Muslim, yang berbunyi sebagai berikut: "Sesungguhnya Aisyah membeli bantal yang ada gambar-gambarnya, maka setelah Nabi Melihatnya ia berdiri di depan pintu, tidak mau masuk. Setelah Aisyah melihat Ada tanda kemarahan di wajah Nabi, maka Aisyah bertanya: Apakah saya harus Bertobat kepada Allah dan RasulNya, apa salah saya? Jawab Nabi: Mengapa bantal Itu begitu macam? Jawab Aisyah: Saya beli bantal ini untuk engkau pakai duduk Dan dipakai bantal. Maka jawab Rasulullah pula: Yang membuat gambar-gambar ini Nanti akan disiksa, dan akan dikatakan kepada mereka: Hidupkanlah apa yang kamu Buat itu. Lantas Nabi melanjutkan pembicaraannya: Sesungguhnya rumah yang ada Gambarnya tidak akan dimasuki Malaikat.&lt;br /&gt;Dan Imam Muslim menambah dalam salah satu riwayat Aisyah, ia (Aisyah) Mengatakan: Kemudian bantal itu saya jadikan dua buah untuk bersandar, dimana Nabi biasa bersandar dengan dua sandaran tersebut di rumah. Yakni Aisyah Membelah bantal tersebut digunakan untuk dua sandaran." (Riwayat Muslim).&lt;br /&gt;Akan tetapi hadis ini, nampaknya, bertentangan dengan sejumlah hal-hal sebagai Berikut:&lt;br /&gt;1) Dalam riwayat yang berbeda-beda nampak bertentangan. Sebagian menunjukkan Bahwa Nabi s.a.w. Menggunakan tabir/korden yang bergambar yang kemudian Dipotong-potong dan dipakai bantal. Sedang sebagian lagi menunjukkan, bahwa Beliau samasekali tidak menggunakannya.&lt;br /&gt;2) Sebagian riwayat-riwayat itu hanya sekedar menunjukkan makruh. Sedang Kemakruhannya itu karena korden tembok itu bergambar yang dapat menggambarkan Semacam berlebih-lebihan yang ia (Rasulullah) tidak senang. Oleh karena itu Dalam Riwayat Muslim, ia berkata: ''Sesungguhnya Allah tidak menyuruh kita Supaya memberi pakaian pada batu dan tanah."&lt;br /&gt;3) Hadis Muslim yang diriwayatkan oleh Aisyah itu sendiri menggambarkan di Rumahnya ada tabir/korden yang bergambar burung. Kemudian Nabi menyuruh Dipindahkan, dengan kata-katanya: "Pindahkanlah, karena saya kalau melihatnya Selalu ingat dunia!" Ini tidak menunjukkan kepada haram secara mutlak.&lt;br /&gt;4) Bertentangan dengar: hadis qiram (tabir) yang ada di rumah Aisyah juga, Kemudian oleh Nabi disuruhnya menyingkirkan, sebab gambar-gambarnya itu selalu Tampak dalam shalat. Sehingga kata al-Hafidh: "Hadis ini dengan hadis di atas Sukar sekali dikompromikan (jama'), sebab hadis ini menunjukkan Nabi Membenarkannya, dan beliau shalat sedang tabir tersebut tetap terpampang, Sehingga beliau perintahkan Aisyah untuk menyingkirkannya, karena melihat Gambar-gambar tersebut dalam shalat dan dapat mengingatkan yang bukan-bukan, Bukan semata-mata karena gambarnya itu an sich. Akhirnya al-Hafidh berusaha Untuk menjama' hadis-hadis tersebut sebagai berikut: hadis pertama, karena Terdapat gambar binatang bernyawa sedang hadis kedua gambar selain binatang ... Akan tetapi inipun bertentangan pula dengan hadis qiram yang jelas di situ Bergambar burung.&lt;br /&gt;5) Bertentangan dengan hadis Abu Talhah al-Ansari yang mengecualikan gambar Dalam pakaian. Karena itu Imam Qurthubi berpendapat: "Dua hadis itu dapat Dijama' sebagai berikut: hadis Aisyah dapat diartikan makruh, sedang hadis Abu Talhah menunjukkan mubah secara mutlak yang sama sekali tidak menafikan makruh Di atas." Pendapat ini dibenarkan oleh al-Hafidh Ibnu Hajar.&lt;br /&gt;6) Rawi hadis namruqah (bantal) ada seorang bernama al-Qasim bin Muhammad bin Abubakar, keponakan Aisyah sendiri, ia membolehkan gambar yang tidak ada Bayangannya, yaitu seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu 'Aun, ia berkata: "Saya Masuk di rumah al-Qasim di Makkah sebelah atas, saya lihat di rumahnya itu ada Korden yang ada gambar trenggiling dan burung garuda."28 Al-Hafidh Ibnu Hajar Berkata; Barangkali al-Qasim berpegang pada keumuman hadis Nabi yang mengatakan Kecuali gambar dalam pakaian dan seolah-olah dia memahami keingkaran Nabi Terhadap Aisyah yang menggantungkan korden yang bergambar dan menutupi dinding. Faham ini diperkuat dengan hadisnya yang mengatakan: "Sesungguhnya Allah tidak Menyuruh kita supaya memberi pakaian batu dan tanah."&lt;br /&gt;Sedang al-Qasim adalah salah seorang ahli fiqih Madinah yang tujuh, dia juga Termasuk orang pilihan pada zaman itu, dia pula rawi hadis namruqah itu. Maka Jika dia tidak memaham rukhsakh terhadap korden yang dia pasang itu, niscaya dia Tidak akan menggunakannya. Tetapi di samping itu tampaknya ada kemungkinan yang tampak pada hadis-hadis Yang berkenaan dengan masalah gambar dan pelukisnya, yaitu bahwa Rasulullah S.a.w. Memperkeras persoalan ini pada periode pertama dari kerasulannya, dimana Waktu itu kaum muslimin baru saja meninggalkan syirik dan menyembah berhala Serta mengagung-agungkan patung. Tetapi setelah aqidah tauhid itu mendalam Kedalam jiwa dan akar-akarnya telah menghunjam kedalam hati dan pikiran, maka Beliau memberi perkenan (rukhshah) dalam hal gambar yang tidak berjasad, yang Hanya sekedar ukiran dan lukisan.&lt;br /&gt;Kalau tidak begitu, niscaya beliau tidak suka adanya tabir/korden yang bergambar Di dalam rumahnya; dan ia pun tidak akan memberikan perkecualian tentang lukisan Dalam pakaian, termasuk juga dalam kertas dan dinding. Ath-Thahawi, salah Seorang dari ulama madzhab Hanafi berpendapat: Syara' melarang semua gambar pada Permulaan waktu, termasuk lukisan pada pakaian, karena mereka baru saja Meninggalkan menyembah patung. Oleh karena itu secara keseluruhan gambar Dilarang. Tetapi setelah larangan itu berlangsung lama, kemudian dibolehkan Gambar yang ada pada pakaian karena suatu darurat. Syara' pun kemudian Membolehkan gambar yang tidak berjasad karena sudah dianggap orang-orang bodoh Tidak lagi mengagungkannya, sedang yang berjasad tetap dilarang.&lt;br /&gt;Wallahu A'lam Bish-Showab,&lt;br /&gt;Wassalamu 'Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6625662722974914301-1618104189846770340?l=ranteputoh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ranteputoh.blogspot.com/feeds/1618104189846770340/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2009/06/masang-poster-pemain-bola.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/1618104189846770340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6625662722974914301/posts/default/1618104189846770340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ranteputoh.blogspot.com/2009/06/masang-poster-pemain-bola.html' title='masang poster pemain bola'/><author><name>Furqan Ar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11186773398525204662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_oTdULbiX1cs/SiZR9UtU4OI/AAAAAAAAACU/w8JK1dr5yco/S220/wtgfeytdhgfhggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
